Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda
Bagian 58 • Pengumuman Mencengangkan


Haura bangun dengan suasana hati senang, semalam dia mantap menerima Alden menjadi suaminya. Dia meraba bekas tempat tidur yang semalam dipakai oleh pria itu untuk menghabiskan malamnya bersama Haura. Akan tetapi pria itu sudah tidak ada bersamanya, bahkan bekasnya tidur sudah dingin--seolah sudah ditinggal dalam waktu yang lama.


Mata Haura melirik ke sebuah kertas kecil yang terletak di atas nakas, memaksa wanita itu untuk beranjak dan mendekat meraih benda tipis itu.


Aku tunggu segera di kantor!


Tulisan itu membuat Haura tersenyum, Alden meninggalkan pesan dan meminta Haura untuk berangkat sendiri ke kantor De Beauty. Tapi mengapa kekasihnya itu tidak menunggu dirinya, dan malah meminta Haura berangkat sendiri.


Mungkin saja Alden sedang sibuk sehingga tidak bisa menunggu Haura hingga bangun, maklum saja kemarin Haura membuat Alden menghentikan pekerjaannya, hanya karena Haura sempat diseret ke kantor polisi oleh Angeline dan Alila.


Haura bergerak turun menuju kamar mandi membersihkan diri dan berdandan secantik mungkin untuk kekasihnya.


~•~


Berjalan anggun menuju tempat parkir, Haura masuk ke dalam mobil yang dibelikan Alden untuk dirinya. Perlahan ia menjalankan mobil itu menuju kantor De Beauty grup. Selama perjalanan, Haura nampak sesekali melihat ke arah kaca spion hanya untuk mengecek apakah ada riasannya yang kurang, tapi Haura mengingat jika Alden tidak suka dia berdandan tebal, karena akan terlihat aneh untuk dirinya yang sudah cantik meski tanpa memakai riasan sedikitpun. Bahkan kekasihnya itu berkata jika saat tercantik Haura adalah ketika wanita itu bangun dari tidurnya.


Mobil Haura pelan tapi pasti masuk ke dalam kawasan perusahaan kosmetik raksasa di negara ini, banyak karyawan yang masih berlalu lalang dan akan masuk bekerja—tentunya mereka berbeda divisi dengan Haura yang berada dalam naungan divisi marketing.


Saat Haura masuk melangkah masuk ke dalam, Haura di kejutkan dengan video besar yang biasa yang terletak di aula depan setelah pintu masuk, Alden tengah berbicara di depan kamera di ruangannya. Ia mengumumkan jika Alden dan Haura resmi bertunangan, Alden hanya ingin membagi kebahagiaannya kepada karyawannya dan akan merayakannya akhir minggu ini di sebuah gedung mewah di kota Tadpole. Semua karyawan akan diundang tanpa terkecuali. Mendapat perlakuan seperti itu membuat Haura tersipu malu, semua orang yang melihat tunangan Alden itu tersenyum ramah pada Haura, bahkan semua menunduk hormat pada calon istri bosnya, tapi tetap saja tidak sedikit dari mereka mencibir jika Haura tidak pantas untuk Alden.


Meski terlihat malu, Haura berjalan seorang diri menuju lift ia ingin bertemu dengan kekasihnya di ruangannya sebelum kembali menghabiskan harinya untuk bekerja.


~•~


Josep yang melihat kedatangan Angeline masih merasa marah pada gadis itu, padahal malam itu juga ia ingin melamar Angeline memintanya menjadi wanita terakhir dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk hidup dengan wanita itu. Tapi rasa sakit itu timbul—saat wanita itu memanggil nama Alden di sela-sela percintaan mereka berdua, tentunya hal itu membuat hasrat Josep hilang, dan seketika memilih pergi meninggalkan wanita itu tanpa kata.


"Apakah bosmu ada?" Angeline mendekati meja Josep.


Namun, Josep nampak enggan berkomentar, lalu mengangkat intercom untuk menghubungi seseorang.


"Halo... ada Angeline di luar." Rupanya Josep menghubungi Alden dan berkata jika ada Angeline di luar.


Tanpa di suruh masuk oleh Josep, Angeline langsung merangsek membuka pintu besar—melihat Alden tengah sibuk dengan beberapa berkas yang harus ditanda tangani.


"Ada apa?" tanya Alden.


"Kau harus bertanggung jawab terhadapku!"