Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda
Bagian 56 • Kekacauan


Angeline frustasi, dia pergi ke sebuah bar seorang diri—menghabiskan beberapa gelas wisky hingga benar-benar teler, dia meletakkan kepalanya di atas meja bar. Sambil sesekali meracau apa pun yang dia katakan, paling banyak dia mengumpat Haura, wanita yang dia anggap telah merebut perhatian Alden untuk dirinya.


"Nona?" Karyawan bar tersebut menyapa Angeline memastikan apakah wanita itu masih sadar atau sudah benar mabuk. Tapi kenyataannya kini Angeline diam tidak berkutik setelah menghabiskan tenaganya untuk mengutuk Haura.


Si karyawan bar merogoh tas Angeline untuk mencari ponselnya. Beruntung sekali ponsel wanita itu tidak memiliki pola password hingga memudahkan si karyawan untuk menghubungi siapa pun yang bisa menolong Angeline dan membawa dia pulang.


Panggilan terakhir di ponsel itu bertuliskan nama Josep, hingga si karyawan pria itu memutuskan untuk menelepon Josep yang sudah berada di rumahnya.


"Halo Tuan Josep?"


"Siapa ini, mengapa kau memakai ponsel Angeline?!" Josep yang tengah duduk langsung beranjak berdiri.


"Maaf atas kelancangan saya. Saya hanya ingin memberi tahukan jika pemilik ponsel ini sedang mabuk berat, dan membutuhkan bantuan untuk dibawa pulang," jelas karyawan berjenis kelamin laki-laki itu.


"Di mana?" Josep nampak khawatir, ia langsung menyambar kunci mobilnya dan keluar dari rumahnya.


"De Clubbing," jawab si karyawan, langsung menutup panggilannya saat Josep sudah berkata jika dalam waktu sepuluh menit pria itu akan sampai di sana.


Josep menyetir dengan serampangan, bahkan beberapa kali dia akan menabrak mobil lain karena cara mengendarainya yang salah—dipikirannya hanya ada Angeline yang tengah mabuk, bagaimana jika ada pria hidung belang yang membawa wanita itu pergi. Kurang dari sepuluh menit Josep benar-benar sampai di mana tempat Angeline menghabiskan waktu untuk melepas penatnya. Pria itu berlari tunggang langgang masuk ke dalam kelap malam tersebut, tidak peduli dia hanya mengenakan celana pendek dan kaos biasa.


"Terima kasih telah menjaganya," ucap Josep pada karyawan yang telah menghubungi dan menjaga Angeline sejak tadi.


Josep membopong tubuh Angeline, dan mengalungkan tas wanita itu ke lehernya. Membawa sahabatnya itu keluar dari tempat itu, membawa ke dalam mobil.


Setelah sampai di mobil, Josep membetulkan sabuk pengaman untuk Angeline. Namun, di luar dugaan tiba-tiba wanita itu menjambak rambut Josep dengan sangat kuat hingga pria itu mengadu kesakitan.


"Wanita jahat! Kau telah merebut lelaki yang telah lama kucintai!" umpatnya, dengan mata terpejam Angeline kembali meracau. Sabar, Josep melepaskan cengkeraman tangan Angeline di rambutnya, dengan susah payah akhirnya terlepas juga.


Josep membelah jalanan kota Tadpole di kegelapan malam, menuju ke Waltham street dimana Angeline tinggal seorang diri.


Tidak butuh waktu lama mereka sampai di sebuah hunian dengan gaya industrial milik Angeline, dan karena Josep dan Alden sering ke rumah ini, membuat Josep tahu apa kode kunci rumah Angeline, dengan mudah Josep membawa wanita itu masuk ke dalam rumah, pria itu membaringkan tubuh Angeline di atas tempat tidur di dalam kamarnya.


Josep menyelimuti wanita itu dengan bedcover berwarna merah muda milik Angeline. Saat pria itu akan berjalan menjauh, Tiba-tiba tangan Angeline meraih tangan Josep hingga pria itu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah wanita itu lagi.


"Jangan tinggalkan aku... jangan tinggalkan aku!" erang Angeline, wanita itu memejamkan mata, tapi air matanya keluar membasahi kedua pipinya membuat Josep tidak berdaya dan kembali menatap raut wajah Angeline. Sebelum Josep melangkah mendekat wanita itu, dengan sigap Angeline menarik Josep hingga membuat pria itu hanya berjarak beberapa hasta dari Angeline. Tentu saja Josep sebagai lelaki normal langsung menelan ludah, geleyar aneh menyusup ke tubuh Josep menciptakan sensasi panas yang menggelora di dalam diri pria itu.


To be continue ~