Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda
Bagian 57 • Masalah Lain


📣 Harap bijak, baca selagi tidak dalam keadaan sedang berpuasa.


Gerakan lembut, tangan Josep mengulur menyentuh tengkuk Angeline—kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu, mengembuskan napas lembut ke muka Angeline, hingga udara panas dari indera penciuman Josep menyapu iras sahabatnya itu.


"Jangan tinggalkan aku!" desah wanita itu, menarik kaos Josep hingga pria itu semakin tenggelam dalam diri Angeline yang sedang mabuk.


Josep mengarahkan bibirnya ke bibir Angeline yang selalu membuat dia tergoda, dan selalu ingin mencercap manisnya bagian tubuh Angeline tersebut. Saat lidah Josep mulai menjulur untuk menyapu bibir Angeline. Tiba-tiba sekelebat pikiran waras darinya muncul.


'Ah... tidak! Aku tidak bisa menipu gadis yang sedang mabuk'


Josep bergumam dalam hati, ia hendak beranjak dari dekapan Angeline, tapi lagi-lagi wanita itu berhasil mencegahnya, dan kembali mendekatkan Josep pada dirinya, hingga posisi mereka kini—Angeline berbaring, sementara Josep di atasnya dengan posisi tangan memagari sisi kanan dan kiri kepala Angeline.


"Sentuh aku!" desah Angeline lagi.


Josep sangat menginginkan Angeline, akan tetapi nuraninya berkata lain—dia tidak mungkin menggagahi wanita yang sedang tidak berdaya.


Tanpa disangka wanita itu melepas satu kancing kemeja yang sejak tadi ia pakai, lalu membuka separuh kain baju itu hingga memperlihatkan bagian pundaknya yang begitu menggoda di mata semua pria tidak terkecuali Josep. Membangkitkan hasrat dalam diri Josep yang terlahir sebagai laki-laki normal.


"Aku mencintaimu," gumam wanita itu lagi, lalu mengecup bibir Josep.


Mendengar kata cinta dari wanita ini, membuat jantung Josep berdebar, inilah saat paling ditunggu-tunggu olehnya, Angeline menyatakan cintanya pada dirinya yang telah memendam rasa sejak semasa kuliah.


Seperti mendapat lampu merah, jari-jari Josep mulai menyusup masuk ke dalam baju Angeline, menari-nari di dalam sana—hingga membuat wanita itu meliuk seolah seperti penari ular yang sedang bermain-main dengan hewan melata.


Perlahan Josep menanggalkan satu persatu kancing baju Angeline hingga memperlihatkan kain benteng terakhir wanita itu, tak lupa dia juga melepas celana yang membungkus kaki jenjang Angeline hingga menyisakan pakaian berbentuk segitiga yang membungkus area paling indah yang dimiliki wanita yang sangat di sukai semua pria.


Hingga pria itu mulai melepas satu persatu benteng pertahanan Angeline, hingga wanita itu benar-benar polos seperti bayi. Angeline mengalungkan tangannya di leher Josep membuat bibir pria itu turun ke leher Angeline dan menari-nari di sana, meninggalkan jejak kemerahan yang membuat Angeline kembali menggeliang.


Josep menelan ludah dan mulai bersiap. Mungkin ini kali kedua ia melakukan ini, sebelumnya Josep pernah bercinta dengan teman kampus semasa kuliah dulu. Tentu ini bukan hal sulit untuk pria itu.


Perlahan Josep memulai semuanya, dia melakukannya dengan perlahan agar Angeline tidak merasa sakit, benar saja—meskipun ekspresi Angeline nampak meringis tapi hanya ******* yang keluar dari mulutnya.


Saat sekertaris Alden itu telah menekan tubuh Angeline, perlahan Josep mulai memompa diri mengikuti insting dalam alam bawah sadarnya. Dia terus menari di atas tubuh Angeline, hingga wanita itu benar-benar menjerit tidak berdaya. Josep merasa kini hidupnya sempurna, wanita yang ia sukai selama ini—membalas cintanya, semoga saja ini bukan mimpi indah untuk Josep.


"Aku mencintaimu! Sangat mencintaimu, Alden!" erang Angeline dengan mata setengah terpejam.


Mendengar nama Alden disebut, membuat Josep menghentikan aktifitasnya, rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya, pikirannya seketika kacau. Ia melepaskan Angeline, dan mengais celana yang tadi sempat ia lepaskan. Kemudian pergi dengan keadaan hati hancur lebur, meninggalkan Angeline dalam keadaan polos seperti bayi.


~•~


Mata Angeline mengerjap, karena sinar matahari yang menyusup melalui celah gorden kamarnya. Saat ia mulai sadar Angeline merasa sangat pusing, dia beranjak duduk dan bersandar di atas tempat tidur. Namun, ia tersentak saat tidak ada sehelai kain menutupi tubuhnya yang polos.


"Apa yang terjadi!?" teriaknya, menekan kedua rambut dengan tangan, dengan susah payah wanita itu kembali mengais ingatanya. Ia melihat entah Alden atau Josep telah membawanya pulang, dia tidak ingat pasti, dan ketika mengingat sesuatu ia menutup kedua tangan tidak percaya. Benar saja, ada darah yang tertinggal di atas sprei berwarna merah mudah tersebut.


"Si–siapa yang melakukan ini?" gumamnya tidak percaya. Tapi keyakinan dalam dirinya menunjuk jika semua ini adalah perbuatan Alden, karena yang dia lihat semalam di kamar ini adalah Alden.


Terlintas dalam otak Angeline, dia harus meminta pertanggung jawaban kekasih Haura itu sekarang.


To Be Continue~


Dosa kalian menyuruhku membuat part ini 😳 Aku kan polos, Bestie.