Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda
Bagian 33 • Aku Merindukanmu


Alden melangkah lebar dengan cepat menuju ke pintu. Napasnya sedikit memburu jemarinya membuka pintu kaca hingga terbuka dan hilang di balik pintu tersebut.


Ia merogoh saku jasnya mengambil ponsel, dia menghubungi Josep untuk menunggunya di parkiran mobil. Pria itu menuju pintu lift, dia benar-benar sangat kecewa dengan perkataan Haura yang seolah tengah mempermalukan dirinya—bahkan dia beranggapan jika Haura tidak berniat menerima cintanya.


Josep berdiri di depan pintu mobil hitam milik Alden, saat melihat bosnya datang dengan ekspresi yang muram. Lelaki itu membuka pintu mempersilakan bosnya masuk, kemudian dia membuka pintu depan kemudi, tak lama Josep mulai menyalakan mesin mobil tersebut kemudian memutar kemudi menjalankan mobil itu membelah jalanan kota Tadpole.


"Aku tidak ingin kembali ke apartemen, Josep!" geram pria itu, meskipun suara Alden terlihat santai, tapi ada nada yang menyiratkan ia sedang marah.


"Lalu kau mau ke mana?"


"Kelap malam, aku ingin menghabiskan malam di sana," jawabnya, tatapan matanya menghadap keluar menembus kaca.


Tidak ada yang Josep bisa lakukan selain menuruti perintah bos sekaligus sahabatnya itu. Ia yakin jika Alden tengah kecewa akan sesuatu yang entah apa itu.


Mobil yang dikendarai Josep berbelok menuju sebuah bar yang biasa mereka kunjungi untuk sekadar menghabiskan waktu. Alden mulai duduk di sudut tempat itu, dan memesan beberapa botol sampaye untuk mereka berdua.


"Apakah kau sedang ada masalah?" tanya Josep melihat Alden yang seperti orang kesetanan memesan minuman beralkohol tersebut.


"Aku hanya ingin mabuk," jawabnya singkat.


Josep tidak bisa berkata apa pun lagi selain menuruti ucapan Alden. Saat botol minuman keras itu datang, Alden tidak henti-hentinya menuangkan minuman itu ke dalam gelasnya, dan menenggak dalam satu tenggakkan saja.


Setelah beberapa saat barulah Alden mulai mabuk, biasanya saat Alden mabuk dia hanya diam saja, tapi kali ini dia seperti meracau tak tahu apa yang dia katakan. Sementara Josep hanya meminum beberapa gelas agar dirinya tetap sadar dan bisa membawa bosnya pulang ke rumah.


"Kau tahu, Josep?" Alden bergumam dengan suara parau. "Dia sama sekali tidak menyukaiku."


"Dia... dia siapa?" Josep mengernyitkan kening saat mendengar kata dia, tapi Josep bisa menebak jika yang dimaksud adalah Haura.


"Siapa lagi kalau bukan Haura!" lanjutnya lagi dengan suara mendengus.


"Ya, kenapa lagi dia?"


"Kau tahu, aku telah menunggunya beberapa tahun—aku mencarinya, dan akhirnya aku menemukan dia. Setelah semua yang aku lakukan, hanya ada rasa sakit yang aku rasakan, dia mencampakkanku, dan memintaku mengencani Angeline." Napas Alden begitu cepat.


"Dia baru saja dikhianati, Alden. Dia butuh waktu." Josep menjelaskan kemungkinan apa saja yang dipikirkan oleh Haura. "Aku yakin Haura sangat trauma dengan cinta, kau tahu itu bukan?"


Alden menyerngit tidak suka. Matanya nyalang menatap Josep yang seolah mengguruinya. "Kau tidak pernah tahu rasanya dicampakkan!" dengusnya, lalu Alden membanting kepalanya ke atas meja menimbulkan sensasi suara yang cukup keras. Alden tidak sadarkan diri karena terlalu tenggelam dalam minuman yang ia tenggak.


Josep menghela napas panjang, ia tahu jika hari ini akan menjadi hari yang melelahkan untuk dirinya.


"Kau menambah pekerjaanku, Alden! Mengapa orang-orang jika jatuh cinta selalu kehilangan akal sehat!" dengus Josep, pria itu pontang-panting merangkul sahabatnya hingga ke mobil.


~•~


Tiga hari berlalu semenjak Haura mengucapkan hal menyakitkan untuk Alden, bosnya itu seperti lenyap bak ditelan bumi. Alden tidak terlihat di apartemen, bahkan di kantor pun Haura sama sekali tidak melihat kedatangan bosnya itu.


Selama itu pula, ada sesuatu yang hilang, seperti hal penting telah lenyap di hidup Haura, biasanya Alden selalu menelepon Haura sehari mungkin bisa lima kali hanya untuk menanyakan keadaan dirinya, beberapa kali Haura melirik ke arah ponselnya, dan membuka aplikasi pesan, Alden nampak dalam keadaan status online, akan tetapi pria itu sama sekali tidak menghubungi Haura.


Hati Haura benar-benar resah, ia tidak tahu bagaimana caranya ingin meminta maaf atas perkataan yang ia lontarkan mungkin saja menyinggung hati Alden.


Pun saat sore hari, Haura menunggu di dalam mobil di parkiran basemen, dan berharap bisa bertemu Alden di sana. Tapi hasilnya nihil, pria itu benar-benar seperti hilang dari peredaran Haura.


Satu kali Haura menelepon Alden, akan tetap pria itu benar-benar tidak ingin menjawab panggilan Haura, hingga dia harus mencoba beberapa kali hingga pria itu benar-benar mengangkat teleponnya.


"Halo...."


"Ya, ada apa?" Suara Alden dari balik telepon benar-benar sangat ketus membuat Haura tidak nyaman.


"Kau ada di mana?"


"Bukan urusanmu," balasnya.


"Aku ingin bertemu, jadi kau di mana sekarang?"


"Bukankah kau bilang aku harus mengencani Angeline, maka aku ikuti permintaanmu sekarang!"


Dada Haura terasa sesak, hingga tidak terasa air matanya akan menguar.


"Kau di mana?" Suara parau dan lemah dari Haura membuat Alden luluh, ia tahu dan bisa merasakan jika wanita itu akan menangis.


"Aku di restoran Westing, kau bisa ke mari."


"Baiklah." Haura menutup panggilannya, dan mulai menjalankan mobil menuju restoran yang disebutkan oleh bosnya.


Tidak butuh waktu yang lama, Haura telah sampai di restoran yang menyajikan makanan seperti spaghetti, kesukaan Theo. Haura masuk ke dalam mencari-cari keberadaan Alden—tapi dia tidak menemukannya, membuat Haura kembali merogoh tasnya mencari-cari ponselnya.tiba-tiba seorang pelayan restoran menyapa dirinya.


"Nona Haura?"


"Ya, saya."


"Anda telah ditunggu oleh tuan Alden di private room," pungkas si pelayan restoran.


Haura di tuntun menuju ke lantai tiga tempat di mana Alden memesan satu ruangan untuk makan. Saat pintu dibuka oleh si pelayan restoran, Haura melihat Alden duduk sendiri di dalam. Entah mengapa Haura sangat merindukan Alden hingga tanpa sadar wanita itu berlari dan memeluk pria itu, hingga membuat Alden terkejut.


"Aku merindukanmu," gumam Haura lirih.


To be Continue~


Bestie... Untuk Hadiah give away. Mas Alden akan menambah hadiah misterius untuk komen teraktif dan ter the best. Ditunggu bestie, pengumuman tanggal 20 April...


Jangan lupa like, komen, gift/vote. Kalian bisa menumpahkan kekesalan kalian di kolom komentar, ya.


luv,


Novi Wu