Kala Bos Menggoda

Kala Bos Menggoda
Bagian 50 • Intervensi Josep


Haura memilih kembali ke apartemen untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya, dan ia meminta Alden untuk kembali bekerja--ia hanya ingin menenangkan diri sendiri. Bergelut dengan suasana hatinya sendiri.


"Kau bisa kembali bekerja, aku ingin sendiri untuk sementara waktu."


Alden menolak berkomentar dan hanya menuruti apa pun yang dikatakan wanita itu. Dia benar-benar meninggalkan Haura sendiri di dalam apartemennya, mungkin memang benar, jika Haura memang harus menenangkan pikirannya, dan tidak ingin diganggu oleh siapa pun, termasuk dirinya.


Setelah Alden pergi, Haura masuk ke kamar—dia berdiri di depan cermin menatap lekat bayang dirinya di kaca berukuran besar tersebut, Haura memerhatikan perban yang menempel di keningnya, tanpa sadar wanita itu meremasnya dan melepaskan benda berwarna putih itu dari sana, setelah itu emosinya kembali memuncak tatkala dia mengingat semua orang yang telah berbuat jahat pada dirinya, Haura mengingat mantan ibu mertuanya dan suaminya yang membuang dia seperti rongsokan, Alila yang merebut semua kebahagiaannya, dan hingga sekarang masih ingin mengusik hidupnya. Angeline, wanita itu yang sejak awal juga tidak suka kepada dirinya, membuat Haura murka, dia terlalu menerima segala apa pun yang orang lain lakukan padanya, bahkan cenderung diam dan memaafkan. Tiba-tiba senyum ironi yang penuh kelicikan keluar dari bibir yang dihiasi dengan lipstik berwarna peach tersebut, tangan Haura mengulur mengambil kapas dalam kotak, menghapus pewarna bibirnya yang sebelumnya, dan menggantinya dengan warna merah menyala yang menggambarkan keberanian.


Haura berjalan menyambar tas yang sempat ia lempar sebelumnya di atas tempat tidur, dan pergi dari apartemennya menuju suatu tempat.


~•~


Setelah sampai di kantor, Alden langsung duduk dengan bersandar di kursi ruangannya, pria itu memutar kursi hingga seratus delapan puluh derajat, hingga ia bisa melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit lain di kota Tadpole. Ia nampak menghela napas panjang, dia hanya ingin hidup tenang, menikah dengan orang yang dia cintai, dan mulai dengan hidup yang baru. Namun, ia merasa orang-orang di masa lalu Haura sangat mengganggu ketenangan batin Alden dan Haura sendiri tentunya.


"Alden... aku ingin bicara!"


Josep tiba-tiba berdiri di belakang Alden dengan suara tinggi dan aksen dingin.


Alden memutar kursi kembali ke semula dengan santai, ia menatap sahabatnya dengan wajah datar.


"Ingat, kau berbicara dengan siapa sekarang! Ini di kantor, kau adalah bawahanku!"


"Mengapa kau berbuat jauh pada Angeline? Hanya untuk orang baru seperti Haura?!"


Alden beranjak dari tempat duduk, dan berjalan memutar ke arah Josep. Kedua pria itu benar-benar berdiri sejajar. Tatapan Alden benar-benar seolah membuat Josep membeku tidak berdaya, dan sepertinya Josep merasa jika dirinya salah bicara.


Alden menepuk pundak Josep dengan lembut, lalu semakin mendekat ke arah sahabatnya itu hingga wajah keduanya hanya berjarak beberapa hasta saja.


Josep mengangguk ragu, sepertinya ucapan dia salah menyatakan jika Haura orang baru di dalam hidup Alden.


"Justru kau dan Angeline adalah orang baru?! Aku mengenal Haura sejak aku Sekolah Menengah Atas, dan aku yakin jika kalian melihatku ketika masa-masa itu, kau dan Angeline pasti tidak akan mau berteman denganku. Tapi tidak dengan Haura!" balas Alden tegas, ia benar-benar ingin membuat Josep membuka mata dengan lebar. "Kau tahu? Hanya Haura lah gadis populer masa itu yang mau menyapaku dan berteman denganku! Hingga benar-benar membuatku jatuh cinta padanya!" imbuh Alden dengan nada tinggi.


"Tapi bagaimanapun juga An adalah sahabat kita," sahut Josep dengan nada rendah seolah ia tengah takut menghadapi kemarahan Alden.


"Kau mencintainya?! Kejar dia! Jangan biarkan dia lolos!" Ucapan Alden membuat Josep terkesiap. Bagaimana dia tahu jika Josep memendam rasa untuk Angeline, lidah Josep benar-benar kelu dihajar habis-habisan oleh bosnya.


"Kau pikir aku tidak tahu?!" Alden terkekeh. "Aku tahu sejak awal, Josep! Kau sudah menyukai dia sejak masa kuliah!"


"Ba–bagaimana kau tahu?"


"Sekarang kejar dia! Jangan sampai dia lepas, dan malah mengejarku seperti orang tidak waras!"


to be continue~


cek instagram dan Facebook untuk pengumuman GA, Bestie. Aku sudah buat pengumuman di sini, tapi sampai sekarang belum lolos-lolos juga.


Atau kalian bisa cek di sini, Bestie.



Terima kasih atas semua dukungan kalian.