
Alden keluar dari restoran mengikuti kekasihnya yang berlari menjauh darinya.
"Haura!" pekik Alden mencoba menghentikan sang kekasih. Namun, tampaknya Haura tidak berniat untuk berhenti hingga Alden harus repot-repot meraih tangan Haura, kemudian menariknya. "Ada apa? Apakah kau tidak ingin menikah denganku?" tanya pria itu, Alden tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Dia menyiapkan ini semua hanya untuk melamar Haura—wanita yang amat sangat dia cintai.
Air mata Haura menguar, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan untukku menutupi kesedihannya.
"Maafkan aku, Alden." Haura menarik napas. "Ini terlalu cepat, jika kau memang mencintaiku, tunggulah aku hingga aku siap untuk ini semua," lanjut Haura, ia hanya ingin lebih mengenal Alden sebelum memutuskan untuk menikah. Karena jujur, rasa trauma yang Haura miliki tidaklah mudah untuk dirinya melupakan begitu saja.
Pun dengan Alden, meski dia kecewa—dia harus mengerti perasaan trauma Haura yang ditimbulkan oleh mantan suaminya. Dia hanya butuh waktu lebih lama lagi untuk menunggu Haura, itu saja.
Alden memeluk kekasihnya itu, mengelus lembut surai Haura, dan mengecup keningnya. "Baiklah... aku akan menunggumu sebentar lagi—hingga kau benar-benar siap menjadi istriku, Haura."
◦•●◉✿Kala Bos Menggoda✿◉●•◦
Edward dan Callie sudah berada di ruangan Alden, ditemani oleh Angeline dan Josep. Sepasang suami istri yang sudah renta itu begitu kecewa ketika mendengar pengakuan dari Angeline perihal status hubungan Alden dan Haura yang memang berpura-pura menjalin kasih hanya agar Alden terhindar dari pernikahan dengan Iris.
Alden yang baru saja sampai setelah pergi sarapan dengan Haura nampak melirik ke arah Josep, memberi isyarat mengapa kakek dan neneknya ke mari. Bahkan wajah keduanya nampak tidak bersahabat membuat Alden sedikit kurang nyaman. Sementara Angeline hanya memasang wajah polos saja.
"Kau telah membohongi kami tentang hubunganmu dengan Haura?!" celetuk Callie, membuat Alden tersiap. Pasti di antara dua sahabatnya ini satu diantaranya mengkhianati Alden, mengungkap hubungan Alden dan Haura. Namun, Alden bisa membaca dengan baik pikiran kedua sahabatnya—tidak mungkin Josep yang melakukannya, meski Josep belum tahu hubungan resmi Haura dan Alden, tapi pria itu tidak seperti itu—jadi Alden bisa menarik kesimpulan jika tersangka utama dalam kasus ini adalah Angeline..
"Kakek... Nenek. Tenanglah! Aku bisa menjelaskan." Alden mengulurkan tangan ke depan berupaya menenangkan kakek dan neneknya.
"Apakah kau pikir kami ini mainan, Alden? Berani-beraninya kau mmembohongi kami entang hubunganmu dan Haura." Edward menimpali dengan nada ketus.
Mata Alden menatap nyalang ke arah Angeline yang seolah memasang wajah tidak berdosa. Padahal dia telah mengingatkan wanita itu untuk menutup mulutnya.
"Tapi apa?!" Callie memotong kalimat Alden, wanita itu benar-benar marah pada sang cucu.
"Tapi sebenarnya aku telah mencintai Haura sejak masa Sekolah Menengah Atas, dan aku melakukan pura-pura itu hanya ingin mengikat Haura saja," ungkap Alden, ia hanya ingin Kakek dan Neneknya percaya jika hubungan Alden dan Haura kali ini benar adanya.
"Omong kosong. Kami tahu jika Haura hanyalah seorang janda," Sungut Callie.
Alden terdiam sesaat, ia menunduk sembari merapikan jasnya kemudian pria itu melangkah mendekat ke arah kedua kakek dan neneknya.
"Dengarkan aku, Haura kini telah resmi menjadi kekasihku, Nek, Kek. Kali ini kalian harus percaya—penantianku selama tujuh tahun terbayar sudah." Alden menjelaskan, dengan perlahan dan sabar.
"Ya, benar, Kakek—Nenek. Alden telah lama memendam perasaan kepada Haura, dan kini mereka benar-benar saling mencintai," bela Josep, meski belum tahu kebenaran hubungan sesungguhnya bos dan karyawannya itu.
"Tidak bisa!" Callie tersulut emosi kembali. "Kau pasti berbohong! Mulai sekarang hanya ada dua pilihan untukmu, Alden. Satu menikahi Iris, atau lebih baik kami menjodohkan kau dengan Angeline!" ucap wanita tua itu sekali lagi.
Mendengar namanya disebut membuat ekspresi Angeline nampak terlihat senang.
"Kami tidak ingin menerima Haura!" tolak Callie sekali lagi.
To be Continue~