JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Menyatakan Cinta


"Saudari Wenny menjalani hidup yang tidak mudah, ini semua karena diriku..." Gus Mukhlas merasa menyesal dan bersalah.


Ternyata kisahnya tidak berakhir di sana, kedekatan Wenny dan Gus Mukhlas tidak hanya mengundang Khairul untuk mencelakai Wenny tetapi gadis-gadis lain di padepokan yang menaruh hati pada Gus Mukhlas juga mempersulit .


Memang hubungan Gus Mukhlas dan Wenny berbeda dengan kehidupan Asrul sebelumnya. Jika pada kehidupan sebelumnya, Gus Mukhlas lebih banyak menghabiskan waktu di luar padepokan menjalankan misi saat Asrul bekerja dan belajar di administrasi padepokan dibawah bimbingan Wenny, pada kehidupan ini Gus Mukhlas tinggal lebih lama di sekte untuk mendidik Asrul.


Gus Mukhlas bahkan sempat menetap selama satu tahun di padepokan untuk melatih Asrul, pada periode inilah Gus Mukhlas menjadi sering bertemu Wenny dan hubungan keduanya menjadi dekat.


"Guru, bukankah kau memiliki perasaan pada Tante Wenny?" celetuk Asrul tiba-tiba.


"Kenapa kau mendadak membahas hal tersebut?" Gus Mukhlas menaikkan alisnya.


Asrul tersenyum lebar ketika melihat Gus Mukhlas tidak membantah perasaannya terhadap Wenny.


"Guru, jika anda merasa bersalah terhadap Tante Wenny, murid punya solusi."


"Apa itu Asrul?"


"Guru pasti sadar bahwa Tante Wenny memiliki perasaan yang sama dengan Guru, untuk menebus penderitaannya, mengapa guru tidak meresmikan hubungan kalian? Jika Tante Wenny menjadi pasangan resmi guru, gadis-gadis di padepokan tidak akan mengganggunya lagi, paling mereka hanya patah hati."


Gus Mukhlas terdiam mendengar saran Asrul.


"Guru, aku memahami alasan guru menahan diri menyatakan perasaan sebelumnya karena luka dalam yang guru miliki, tetapi sekarang guru telah pulih sepenuhnya dan bisa hidup untuk waktu yang lama. Bukankah ini saatnya membahagiakan Tante Wenny yang telah menunggumu begitu lama? Aku yakin guru juga akan bahagia bersamanya."


Gus Mukhlas tersenyum canggung, dia tidak menduga muridnya bisa membacanya seperti sebuah buku. Memang benar dia memiliki perasaan pada Wenny dan alasan dirinya tidak mengungkapkan perasaan tersebut karena menyadari luka dalam yang dimilikinya membuat Gus Mukhlas tidak bisa hidup untuk waktu yang lama, belum lagi di masa-masa terakhir hidupnya ada kemungkinan harus dihabiskan dengan berbaring di atas tempat tidur, sebab itulah dia tidak ingin menyulitkan Wenny.


Sekarang luka dalamnya telah sembuh sepenuhnya, kemampuannya meningkat pesat sehingga Gus Mukhlas yakin bisa membahagiakan Wenny.


"Asrul kau benar, Guru akan mengikuti saranmu."


"Guru, jangan gegabah. Selangkah demi selangkah, jika guru tiba-tiba mengajak Tante Wenny menikah maka dia akan berpikir guru mengasihani dirinya, jadi biarkan perasaan kalian tumbuh lebih kuat sebelum guru melamarnya."


Gus Mukhlas terbatuk pelan, dia tidak bisa percaya diajari oleh pemuda berusia 23 tahun soal cinta dan pernikahan tetapi Gus Mukhlas merasa perkataan Asrul ada benarnya. Gus Mukhlas kemudian menyuruh Asrul kembali ke kamarnya, sementara dia mulai menyusun rencana asmaranya. Asrul menahan tawa ketika melihat Gus Mukhlas begitu serius memikirkan langkah-langkah yang harus diambil dalam hubungan cintanya.


Taimiyah bersama Asrul pergi ke Sungai Seribu Mil agar Taimiyah bisa melihat jumlah ginseng yang tumbuh di dasar sungai tersebut. Taimiyah lalu mengatur rencana untuk memanen ginseng tersebut. Asrul mengingatkan agar Taimiyah membatasi keterlibatan Khairul karena dia tidak ingin Khairul memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi.


"Masalah Khairul kau tidak perlu khawatir, aku sudah memeriksa kinerjanya selama menggantikan aku beberapa tahun terakhir dan memang menemukan banyak masalah namun butuh waktu untuk mengurus semuanya. Serahkan masalah ginseng ini padaku, aku akan pastikan kau mendapat sepuluh persen sesuai yang dijanjikan dan tidak ada yang mengambil keuntungan pribadi dari tempat ini."


Taimiyah merasa puas karena menemukan tambang emas yang akan membawa Kun Billah menjadi padepokan besar dalam waktu cepat, satu hal yang membuatnya tersenyum pahit adalah dia baru menyadari sepuluh persen yang Asrul inginkan ternyata tidak sedikit.


"Asrul lebih baik kau mempersiapkan dirimu untuk menghadapi ujian Pagoda Bertingkat, aku juga mendengar soal Khairul melakukan kezaliman terhadap gadis yang memiliki hubungan khusus dengan gurumu. Cara termudah menekan Khairul adalah jika Gus Mukhlas memiliki murid yang menjadi Imam termuda dalam sejarah Kun Billah."


Taimiyah ingin membantu Gus Mukhlas terkait masalahnya dengan Khairul namun dirinya membutuhkan beberapa alasan kuat untuk melakukannya. Lagipula Khairul sudah sedikit lebih diam setelah mengetahui sebagian sepak terjang Gus Mukhlas dan Asrul di Mallorca, apalagi dia baru menyadari luka dalam Gus Mukhlas telah pulih dan Gus Mukhlas memiliki masa depan yang cerah.


Asrul tersenyum lebar, dia memang berencana mengikuti ujian Pagoda Bertingkat namun Asrul masih membutuhkan beberapa persiapan untuk memastikan dirinya berhasil menyelesaikan ujian tersebut sesuai harapannya.


Beberapa hari kemudian kehebohan terjadi di seluruh padepokan Kun Billah akibat kabar tentang Ginseng, Taimiyah mengatur dan memilih orang-orang padepokan yang akan terlibat dalam pemanenan serta penjagaan terkait Ginseng.


Lebih dari seratus orang pendekar dikirim untuk mengamankan Sungai Seribu Mil, tidak lama dikirim juga kelompok yang membangun dinding pembatas sekaligus pertahanan sederhana di sepanjang Sungai Seribu Mil.


Tidak satupun yang menduga, sungai yang dianggap tidak bernilai selama ini kini dijaga layaknya harta paling berharga oleh padepokan Kun Billah.


Khairul begitu bersemangat dan antusias mendengar kabar ini, dia langsung memikirkan beberapa hal yang bisa menguntungkan dirinya sehingga menawarkan diri menjadi pimpinan dari proyek ini namun Taimiyah menolak mentah-mentah dirinya, membuat Khairul terkejut atas sikap tersebut.


Kurang lebih sebulan kembali berlalu, ketika padepokan Kun Billah sedang sibuk memanen Ginseng, Asrul menghabiskan waktunya berlatih tanpa henti di Markas Tapak Suci. Dalam sehari Asrul menelan beberapa Ginseng untuk meningkatkan kualitas kultivasi serta kekuatan fisik yang dimilikinya.


Berkat latihan selama kurang lebih sebulan tersebut, Asrul bisa merasakan kekuatan baru dalam tubuhnya. Dia sekarang yakin mampu mengimbangi pendekar ahli manapun hanya dengan mengandalkan kekuatan fisiknya.


Saatnya Asrul mengikuti ujian Menara Seratus Pedang akhirnya tiba.


Pagoda Bertingkat adalah sebuah bangunan yang terdiri dari empat lantai yang berfungsi sebagai tempat ujian untuk semua anggota padepokan Kun Billah yang ingin meningkatkan posisi mereka dalam padepokan.


Setiap anak yang berusia 12 tahun akan wajib mengikuti ujian Pagoda Bertingkat, jika ada anak yang ingin mengikuti ujian sebelum mencapai usia tersebut maka mereka membutuhkan rekomendasi dari salah satu Imam.


Mereka yang berhasil menyelesaikan ujian lantai pertama akan memperoleh sabuk berwarna hitam, dibutuhkan kemampuan kultivasi tiga lingkaran untuk menyelesaikan ujian lantai pertama.