JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Cacar


Biarpun cacar adalah penyakit menular, mereka hanya bisa menular pada manusia yang fisiknya sedang lemah karena itu selama tubuh seseorang sehat maka tidak masalah berhubungan dengan penderita cacar.


"Nona Anita, bisakah kau membawaku menemui keponakanmu?"


Anita terkejut mendengar permintaan Asrul, "Apa yang Tuan Muda inginkan dari menemuinya? Kondisinya serius dan penyakitnya juga menular..."


"Aku tidak berani berjanji namun mungkin aku bisa membantu."


"Tuan Muda Asrul memiliki ilmu pengobatan?!"


Anita tidak bisa percaya jika Asrul mengatakan dirinya menguasai ilmu pengobatan, alasannya sederhana karena usianya yang begitu muda. Andaikan Asrul mulai belajar ilmu pengobatan dari dalam kandungan sekalipun dirinya tidak akan memiliki pemahaman ilmu pengobatan yang mendalam. Berbeda dengan masalah informasi, Asrul mungkin memiliki begitu banyak informasi penting karena mendapatkannya dari orang lain namun ilmu pengobatan adalah sebuah keahlian yang perlu diasah bertahun-tahun.


"Aku mengerti satu dua hal soal pengobatan, mungkin aku bisa membantu."


"Tuan Muda Asrul... Cacar bukan sesuatu yang bisa disembuhkan oleh seseorang yang mengetahui satu dua hal tentang pengobatan..."


Memang salah satu keahlian baru yang didalami oleh Asrul dikehidupan ini adalah ilmu pengobatan, dia membaca banyak buku tentang pengobatan di Kun Billah. Mungkin karena kembali muda atau mempelajari Kitab Al Hikam, Asrul memiliki daya ingat serta pemahaman yang tinggi dibandingkan sebelumnya.


Ketika mendengar penjelasan Asrul, Anita berpikir Asrul tidak mengetahui apa-apa tentang penyakit cacar. Tabib terbaik Mallorca pun tidak berdaya menghadapi penyakit ini apalagi seorang pemuda yang mengetahui satu dua hal saja tentang pengobatan.


Asrul tersenyum hangat, "Nona Anita, saat ini keponakan anda membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapatkan, aku sungguh mungkin bisa membantunya."


Anita penuh keraguan, dia memandangi Asrul yang terus tersenyum, "Baik, kuharap Tuan Muda bisa menolong keponakanku. Keluarga kami akan sangat berhutang padamu."


Asrul mengibaskan tangannya, "Hal itu perkara nanti setelah aku berhasil menyembuhkan keponakan Nona Anita."


Anita mengangguk pelan kemudian mengajak Asrul untuk ikut bersamanya, mereka naik ke lantai tertinggi Asosiasi kitab suci.


Di depan sebuah ruangan terlihat seorang pria tampan yang berusia sekitar 28 sampai 30 tahun dengan wajah lesu serta pucat. Bersamanya dua orang bocah kembar yang berusia 12 tahun sedang memeluknya sambil menangis.


"Yanti..." Anita kembali terisak melihat kondisi saudara tertuanya, Yanti.


"Anita... Anak ini?"


Yanti masih sangat terpukul karena musibah yang menimpa putri bungsunya, dia keheranan ketika melihat Anita membawa seorang pemuda kemari.


Anita mengenalkan Asrul pada Yanti kemudian menjelaskan maksud Asrul yang ingin membantu.


"Maafkan aku, Anita kemari." Yanti menarik Anita untuk bicara dengannya setelah berpamitan dengan Asrul.


Asrul kagum pada Yanti, meskipun dirinya hanya seorang pemuda berusia 23 tahun namun Yanti tetap menjaga sopan santunnya padahal Yanti sedang dilanda masalah yang serius.


"Anita, aku mengerti kau mengkhawatirkan Kayla tetapi apa kau kehilangan akalmu?" meskipun Yanti berkata dengan lembut namun Anita bisa merasakan amarah dalam nada bicara Yanti.


Yanti memandangi Asrul yang sekarang sedang berbicara dengan kedua putranya. Mata Yanti mampu melihat bakat seseorang dan dia bisa merasakan Asrul memang bukan anak biasa.


"Apa kau sungguh bisa menyembuhkan Kayla?"


Salah satu Putra kembar Yanti bertanya pada Asrul, dia berusaha berhenti menangis karena ada orang selain keluarganya berada diantara mereka sekarang.


"Mungkin aku bisa membantu."


Asrul akhirnya bisa mengingat darimana dia mendengar nama Yanti sebelumnya setelah mengetahui nama kedua putranya.


Putra kembar Yanti berusia 12 tahun. Yang satu bernama Arkha. Dia memiliki rambut panjang sepinggang serta memiliki wajah yang tampan, Arkha terlihat terpelajar serta berpakaian layaknya seorang bangsawan. Andaikan matanya tidak sembab karena menangis, Arkha memiliki pandangan yang memancarkan ketenangan, Asrul bisa melihat mata Arkha menunjukan dirinya haus pengetahuan.


Putra kembar Yanti yang satu lagi bernama Akhdan, berbeda dengan Arkha, Akhdan memiliki rambut yang lebih pendek dan terlihat energik. Tubuh Akhdan juga lebih terlatih serta berotot meskipun usianya lebih muda, Akhdan terlihat seperti anak yang nakal namun periang, karakternya sedikit kasar namun saat dewasa nanti dia akan lebih terlihat gagah dan pemberani karena sikapnya.


Asrul memandangi Anita sambil tersenyum, dia memang menebak Anita memiliki pengaruh sebagai bagian dari keluarga Yanti yang memiliki Asosiasi kitab suci di belakang layar tetapi dia tidak menduga Anita memiliki posisi yang penting.


Asrul memang tidak pernah bertemu dengan Yanti maupun anak-anaknya pada kehidupan sebelumnya, namun hampir tidak ada orang di dunia persilatan yang tidak mengenal mereka.


Dalam beberapa puluh tahun lagi, Yanti akan menjadi pemimpin tertinggi Asosiasi kitab suci secara keseluruhan, memegang kuasa atas semua asosiasi yang tersebar di Tiga kota dan Tujuh desa. Ketiga anaknya pun tidak kalah terkenal daripada Yanti.


Arkha misalnya, di masa depan akan dikenal sebagai Raja Pedagang Emas karena keahliannya di bidang bisnis dan politik. Mengandalkan kemampuannya tersebut, Arkha menguasai arus ekonomi kota Sekayu dan memiliki pengaruh besar di seluruh pemerintahan.


Akhdan mengambil jalur yang berbeda dengan saudaranya, dia dikenal memiliki bakat yang tinggi dalam ilmu bela diri. Akhdan yang didukung sumber daya melimpah milik asosiasi berhasil menjadi salah satu pendekar terhebat pada masanya dan membuat Asosiasi kitab suci disegani di kota Sekayu sekalipun.


Tidak banyak yang Asrul dengar tentang Akhdan selain putri bungsu Yanti yang sekarang berusia 5 tahun akan menjadi gadis yang anggun dan cantik sampai menarik perhatian putra gubernur Sekayu dan akhirnya menjadi istrinya. Ketika putra gubernur tersebut menjadi gubernur Sekayu, Kayla resmi menjadi Permaisurinya.


"Putri Kayla seharusnya tidak terkena cacar, semua berubah karena mereka mengunjungi kota Mallorca. Bisa dibilang ini salahku jadi memang sebaiknya aku ikut campur." Batin Asrul.


"Mungkin bisa membantu? Ini bukan sesuatu yang main-main!"


Arkha menaikkan nada suaranya ketika mendengar Asrul dengan enteng mengatakan mungkin bisa membantu. Akhdan menenangkan saudara kembarnya tersebut dan meminta maaf pada Asrul atas sikap Arkha.


Biarpun Akhdan tidak bersikap kasar seperti Arkha tetapi Asrul bisa melihat Akhdan memiliki pendapat yang sama dengan adiknya.


Arkha dan Akhdan memiliki kedewasaan yang tidak dimiliki anak seusia mereka, memang anak-anak yang tumbuh sebagai bangsawan akan bersikap demikian. Keduanya merasa Asrul tidak jauh lebih tua dari mereka, sehingga tidak percaya dengan kemampuannya.


"Tuan Muda Asrul, anda mengatakan pada Anita bisa menyembuhkan putriku?" Yanti kembali mendekat bersama Anita.


"Mungkin aku bisa."