JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Kehadiran Zeus


Raut wajah Asrul dan pengawal keluarga Teratai yang bersamanya menjadi buruk ketika melihat tubuh pelayan serta para penjaga kediaman ini tergeletak di tanah bersimbah darah, beberapa bahkan dalam kondisi yang mengenaskan.


"Para pembunuh Silver Hawk ini lebih kejam dari kabarnya, tidak hanya membunuh sasaran mereka tetapi juga semua orang yang mungkin menjadi saksi mata." Kata Asrul kesal.


Asrul bisa menebak alasan Silver Hawk bertindak seperti ini karena ingin menaikkan ketenaran mereka serta membuat organisasi pembunuh tersebut semakin ditakuti.


Tidak heran suatu hari organisasi ini hancur karena terlalu besar kepala.


"Jika ada kesempatan dan kemampuanku mencukupi, tidak ada salahnya menghancurkan organisasi ini lebih cepat dari waktunya." Batin Asrul yang semakin tidak tahan melihat begitu banyak mayat orang tidak bersalah.


Kediaman yang sebelumnya rapi dan mewah kini beraroma amis serta bersimbah darah. Satu hal yang membuat Asrul sedikit kagum adalah para pembunuh Silver Hawk bisa membunuh dengan cepat dan teratur.


Kebanyakan korbannya tidak sempat berteriak minta tolong, sebagian besar tewas karena pendarahan hebat dari luka di leher.


Ketika menemukan beberapa pembunuh bertopeng perunggu sedang berkeliling memastikan tidak ada yang berhasil selamat, Asrul menggunakan senjata rahasia yang dia dapatkan dari tubuh para pembunuh yang mencoba menyanderanya untuk menghabisi para pembunuh tersebut.


Para pembunuh bertopeng perunggu hanya memiliki kemampuan pendekar kelas tiga, dibandingkan manusia biasa tentu mereka kuat namun dihadapan Asrul mereka tidak berdaya. Sebelum sempat melakukan sesuatu, beberapa dari pembunuh tersebut tewas karena pisau yang menembus kepala mereka.


Pengawal keluarga Teratai semakin ketakutan pada Asrul walaupun keduanya berada di pihak yang sama. Pengawal itu merasa Asrul yang mampu membunuh tanpa berpikir dua kali, seolah tidak memiliki perasaan. Pengawal itu ingat pada saat dia masih berusia 20 tahun, melihat darah ayam pun membuatnya mengerutkan dahi.


Ketika seseorang membunuh makhluk lainnya, akan muncul aura pembunuh dari tubuh mereka. Semakin banyak Asrul membunuh, semakin tebal pula aura itu menyelimuti tubuhnya. Terlebih lagi orang-orang yang tewas di tangan Asrul juga memiliki aura pembunuh, ini menyebabkan aura pembunuh ditubuh Asrul terbentuk lebih cepat.


"Jika pada usia semuda ini dia sudah memiliki aura pembunuh, Bagaimana ketika dia sudah dewasa nanti?" Pengawal keluarga Teratai bergumam sambil menelan ludahnya.


Tindakan Asrul membuat para pembunuh Silver Hawk lain menyadari sepak terjangnya. Asrul mengerutkan dahi ketika melihat banyaknya pembunuh yang datang untuk mengambil nyawa Faisal.


"Tidak murah menggerakkan pembunuh sebanyak ini, siapa yang begitu ingin menghabisi Tuan Muda Faisal?" Asrul merasa kebingungan, menurutnya jika bukan karena kehadiran Gus Mukhlas dan dirinya, sudah bisa dipastikan Faisal terbunuh dalam serangan ini.


Para pembunuh Silver Hawk mulai berkumpul di lokasi Asrul berada, sekarang tidak hanya pembunuh topeng perunggu tetapi ada juga beberapa pembunuh bertopeng perak dan dua pembunuh bertopeng emas. Asrul melihat sekelilingnya dan menemukan setidaknya ada tiga puluh pembunuh yang mengepungnya.


"Pemuda ini yang membunuh rekan-rekan kita?!" komentar salah satu pembunuh bertopeng emas, jika bukan karena aura pembunuh yang keluar dari tubuh Asrul, dia juga tidak akan bisa percaya dengan semua yang ada di hadapannya.


"Jangan remehkan pemuda ini! Serang dia dalam formasi!" perintah pembunuh bertopeng emas lainnya.


Pengawal keluarga Teratai menjadi panik sementara Asrul juga menjadi sedikit ragu. Biarpun Asrul memiliki kekuatan di atas ksatria kelas satu namun diserang oleh pembunuh sebanyak ini, dia pun tidak akan berhasil lolos. Asrul menggenggam erat pisau yang ada di masing-masing tangannya, dia tidak menduga jumlah musuh akan sebanyak ini.


Di atas dinding yang tidak jauh dari lokasi Asrul dikepung, berdiri seseorang berjubah hitam dengan topeng berbentuk kepala elang. Di tangan kanan sosok tersebut, sebuah pedang telah ditarik dari sarungnya dan siap menelan korban.


Meskipun sosok itu terlihat tenang dan suaranya terdengar sepuh, Asrul bisa merasakan kekuatan yang begitu besar terpancar dari sosok tersebut.


"Imam Zeus! Kita selamat!" Pengawal keluarga Teratai bisa mengenali sosok tersebut, baginya sosok tersebut adalah harapan.


Asrul berusaha mengukur kekuatan sosok bertopeng elang itu, kekuatannya setidaknya sama atau bahkan lebih kuat dari Gus Mukhlas.


"Pengawal keluarga Teratai memanggilnya Imam Zeus, mungkinkah dia adalah Zeus yang terkenal?" batin Asrul saat berusaha mengingat nama yang tidak asing tersebut.


Pada kehidupan sebelumnya, Asrul juga berurusan dengan kelima keluarga bangsawan Bukit Siguntang meskipun tidak mendalam. Asrul mengetahui bahwa keluarga Teratai memiliki tiga sosok yang menjadi pelindung, salah satunya seseorang bernama Zeus yang dijuluki Elang Besi.


"Para pembunuh Silver Hawk, beraninya kalian mencoba mengambil nyawa keturunan keluarga Teratai!" Zeus tidak mau banyak basa-basi, dia bergerak secepat angin dan mulai menyerang para pembunuh Silver Hawk.


Asrul juga tidak tinggal diam, perhatian para pembunuh sekarang terbagi menjadi dua dan Asrul tidak akan melewatkan kesempatan emas ini.


Para pembunuh Silver Hawk mencoba melakukan perlawanan tetapi kekuatan Zeus terlalu jauh di atas mereka, hanya para pembunuh bertopeng ungu yang bisa berhadapan dengan Zeus. Mereka mencoba mundur namun Zeus menyerang mereka di satu sisi sementara Asrul berada di sisi yang lain.


Dalam beberapa tarikan nafas, beberapa pembunuh Silver Hawk tumbang ke tanah.


Zeus memang terus menyerang tanpa henti namun dia sebenarnya sangat terkejut dalam hatinya ketika melihat Asrul menyerang para pembunuh bersamanya. Zeus tidak pernah bertemu pemuda yang memiliki kemampuan bela diri setinggi itu.


Selain itu setiap serangan Asrul sangat mematikan, hampir semua lawannya kehilangan nyawa dalam satu serangan. Cara bertarung seperti ini biasanya hanya bisa dimiliki seseorang yang telah melewati seribu pertarungan atau membunuh lebih dari sepuluh ribu orang.


"Siapa anak ini? Mengapa dia bisa memiliki kemampuan membunuh seperti ini?" Zeus sungguh kebingungan tetapi dia tetap menyadari prioritasnya.


Pengawal keluarga Teratai akhirnya juga mengambil tindakan, meskipun dia tidak yakin bisa menghadapi pembunuh bertopeng emas tetapi dengan kemampuannya dia yakin bisa menghabisi pembunuh bertopeng perunggu dan perak.


Kerja sama ketiganya membuat para pembunuh Silver Hawk kewalahan, apalagi setelah Zeus menghabisi dua pembunuh bertopeng emas, pembunuh yang lain tidak bisa bertahan lebih lama. Pada akhirnya semua pembunuh tersebut terbaring di tanah tidak bernyawa seperti para korban mereka sebelumnya.


"Imam, kita masih harus menyelamatkan yang lainnya...


Ketika Zeus membersihkan darah pada pedangnya, Asrul menghampirinya. Saat mengetahui Faisal dan Kawamatsu kemungkinan masih hidup, Zeus meminta Asrul menunjukkan jalan.