
"Kami baru membuka toko dan masih belum memiliki banyak persediaan, jadi hanya ini yang kami miliki saat ini." Anita menjelaskan sambil tersenyum lembut.
Asrul memeriksa pil tersebut satu per satu dan dia bisa mengenali semuanya. Senyum Anita memudar ketika Asrul tidak bertanya tentang pil-pil yang ditunjukkannya.
"Tuan Muda, Apa anda tidak tertarik dengan pil-pil ini?"
"Tentu tertarik, pil-pil ini sangat bagus, aku hanya bisa membeli beberapa jadi sedang mempertimbangkannya."
"Oh, Maaf tetapi Tuan Muda mengenali pil-pil ini?"
Asrul mengangguk pelan sebelum mulai menyebutkan nama pil tersebut satu per satu dan kegunaannya, "Tentu saja, Ini Pil Bunga Krisan yang berguna mempercepat latihan tenaga dalam sampai sepuluh kali lipat selama 48 jam. Sementara ini Pil Energi Kecil, bisa meningkatkan latihan tenaga dalam sebanyak dua kali lipat selama tujuh hari, ini..."
Tubuh Anita bergetar saat mendengarnya, pil-pil ini dia bawa dari kota Sekayu yang sulit ditemui di kota Mallorca. Belum lagi diantara semua yang Asrul jelaskan ada dua pil yang dibuat oleh asosiasi mereka dan merupakan produk baru yang belum pernah dipasarkan sebelumnya jadi seharusnya tidak ada yang mengetahuinya.
Anita menjadi waspada karena Asrul terlihat semakin misterius, "Pengetahuan Tuan Muda begitu luas, Anita terbuka matanya hari ini."
Asrul menggaruk pipinya sambil tersenyum canggung, dia merasa biasa saja karena pil-pil ini sangat umum dia temui di kehidupan sebelumnya.
"Nona Anita, aku akan terang-terangan denganmu, aku hanya memiliki ini." Asrul mengeluarkan sekantong koin emas, di dalamnya ada sekitar lima sampai enam ratus koin emas.
Semua koin emas ini didapatkan dari menghancurkan markas-markas kelompok Aliran Keras, Asrul memang tidak menyerahkan semua uang yang dia temukan pada Gus Mukhlas karena ingin mendatangi Asosiasi Kitab Suci.
Bagi orang biasa jumlah ini cukup untuk hidup mewah selama sepuluh tahun tetapi untuk membeli sumber daya pesilat, uang ini hanya cukup membeli sekitar sepuluh sampai dua belas pil yang ada di hadapannya.
Anita merasa jumlah uang itu tidak ada artinya bagi Asosiasi Kitab Suci tetapi melihat pemuda seusia Asrul memiliki uang sebanyak ini tentu bukan pemandangan biasa.
"Tuan Muda Asrul, jika aku tidak salah anda berusia sekitar 20 atau 25 tahun bukan?"
"Hm... Aku berusia 23 tahun sekarang, apakah toko kalian membutuhkan umur tertentu untuk membeli barang?"
Anita terbatuk-batuk setelah mendengar jawaban Asrul. Alasan Anita menanyakan tentang usia Asrul karena gadis itu merasa meskipun pemuda di hadapannya terlihat berusia 20 sampai 25 tahun tetapi Anita seolah berbicara dengan orang yang jauh lebih senior daripada dirinya.
Anita mengira Asrul terlihat jauh lebih muda dari usia aslinya, tidak disangka Asrul justru terlihat lebih dewasa dari usia sebenarnya.
"Tuan Muda Asrul, Maaf jika pertanyaanku lancang. Aku bertanya karena penasaran saja." Anita tersenyum canggung, dia sulit percaya bahwa Asrul sungguh berusia 23 tahun. Anita berpikir mungkin mempermainkannya.
Anita menahan nafasnya, dia bisa melihat pandangan Asrul ke sudut ruangan bukan tanpa alasan. Ada seorang pesilat ahli yang sedang bersembunyi di sana, melindungi Anita dan akan bergerak jika dibutuhkan.
"Tuan Muda Asrul mohon tidak tersinggung, gadis muda sepertiku membutuhkan perlindungan ketika bertemu dengan orang luar." Anita menundukkan kepalanya.
"Nona Anita tidak terlalu jauh dari kemampuan pendekar ahli diusia begitu muda, kurasa tidak perlu terlalu mengandalkan perlindungan orang luar di masa depan." Jawab Asrul sambil tersenyum lebar.
Senyuman menghilang dari wajah Anita, dia bukan gadis yang mudah dikejutkan tetapi selama berkomunikasi dengan Asrul dalam waktu begitu singkat dia tidak hentinya dibuat terkejut oleh pemuda di hadapannya.
"Kemampuan asosiasi kami mengumpulkan informasi sepertinya masih jauh dibawah kekuatan di belakang Tuan Muda Asrul, kami tidak berani memamerkan kemampuan tidak seberapa di depan ahli sesungguhnya." Anita berkata demikian karena tidak ingin Asrul berpikir mereka akan mencari informasi tentangnya.
Asrul tidak memiliki kekuatan yang dimaksud oleh Anita, semua informasi yang dimilikinya berasal dari kehidupan sebelumnya namun Asrul tidak menjawab melainkan tertawa pelan dan membiarkan imajinasi gadis dihadapannya menjadi liar.
Anita mengalihkan pembicaraan kembali ke bisnis demi mencairkan suasana, "Dengan uang ini Tuan Muda bisa mendapatkan delapan sampai dua belas pil. Namun aku memiliki penawaran yang mungkin membuat Tuan Muda tertarik. Tuan Muda bersedia mendengarkan?"
Asrul mengangguk, Anita kemudian menjelaskan dia merasa Asrul merupakan seseorang yang ahli mengumpulkan informasi atau mungkin kelompok di belakang Asrul yang ahli melakukannya. Jika Asrul memiliki informasi yang berharga, Asosiasi Kitab Suci bersedia membelinya dengan harga mahal.
"Nona Anita terlalu memandang tinggi diriku, aku tidak memiliki banyak informasi penting tetapi jika Nona Anita ingin mengetahui sesuatu silahkan bertanya, mungkin aku memiliki jawabannya." Jawab Asrul sambil tersenyum.
Asrul tidak pernah menduga kalau pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh Anita berkaitan dengan Organisasi Silver Hawk. Albert tidak pernah mendengar perselisihan antara dua kelompok ini pada kehidupan sebelumnya tetapi sepertinya hancurnya organisasi pembunuh tersebut tidaklah sederhana.
"Organisasi ini bergerak secara misterius, tidak ada yang memahami cara kerja mereka. Apa mungkin Tuan Muda memiliki informasi tentang mereka?" tanya Anita penuh harap.
"Tidak banyak yang ku ketahui, mungkin tidak banyak berguna bagi Nona Anita..." Asrul mulai menceritakan semua yang diketahui tentang Silver Hawk dan memang tidak begitu banyak.
Mata Anita melebar, dia tidak menduga Asrul menceritakan semuanya tanpa bernegosiasi keuntungan yang didapatkannya. Apalagi informasi yang Asrul berikan bukan sesuatu yang mudah didapatkan bagi Asosiasi sekalipun.
"Topeng Perunggu, Perak, Emas dan Ungu? Ternyata mereka membagi pembunuh mereka dalam kategori seperti ini...” Anita mencatat semua informasi ini di kepalanya, yang paling mengejutkan, Asrul mengetahui jumlah pembunuh bertopeng ungu sebanyak tiga ratus orang.
"Mereka menggunakan senjata rahasia seperti ini karena itu tidak sulit bagi mereka membunuh orang dengan kemampuan bela diri lebih tinggi dari mereka menggunakan formasi serta serangan diam-diam." Asrul mengeluarkan beberapa jenis pisau kecil yang didapatkannya dari pembunuh Silver Hawk.
Raut wajah Anita menjadi serius, dia bangkit dari tempat duduknya dan menjauh dari Asrul. Pendekar ahli yang berada di tepi ruangan juga menampakan diri dan melindungi Anita.
Asrul kaget melihat reaksi tersebut namun dia segera memahami alasannya, Anita pasti berpikir Asrul berasal dari Organisasi Silver Hawk karena bukan hanya mengetahui sistem kerja mereka tetapi juga memiliki senjata rahasia yang dimiliki organisasi tersebut.