
"Perempuan ini kehilangan akalnya! Dia ingin menghancurkan Istana?!" Albert terkejut bukan main mendengar rencana gadis berjubah merah tersebut.
"Kami tentu tidak akan membiarkan Silver Hawk melakukannya sendirian. Aku akan membawa dua puluh pendekar bergelar bersamaku serta seratus pendekar ahli Markas Mentari Senja untuk membantu operasi ini." Gadis itu menawarkan.
"Ketua Albert, Bagaimana menurut anda?" Bruno memandang Albert.
Albert mengeluarkan keringat dingin, dia sama sekali tidak memiliki pilihan. Andaikan dia menolak keinginan Bruno dan operasi ini berhasil dilakukan oleh Markas Mentari Senja, Albert tidak bisa menebak sikap Bruno pada organisasinya nanti.
"Organisasi Silver Hawk akan menuruti Pangeran, Jika dibutuhkan aku bersama sepuluh pendekar bergelar dan tiga ratus pendekar ahli akan bergerak menghabisi semua musuh pangeran." Nada bicara Albert sama sekali tidak memiliki emosi.
Gadis Markas Mentari Senja tertawa lepas mendengarnya, jelas dia mempermainkan Silver Hawk di telapak tangannya.
"Jika demikian mari lakukan sesuai saran ketua Asosiasi Intelijen Mafia." Bruno mengangguk puas.
Albert menahan nafasnya, tidak ada lagi jalan mundur baginya. Albert menjelaskan dia membutuhkan waktu beberapa hari untuk memanggil seluruh pembunuh bertopeng ungu dalam organisasinya. Operasi sebesar ini tidak boleh sampai gagal jadi Albert berniat menggunakan seluruh kekuatan yang dimiliki Silver Hawk.
"Ketua Albert, kau punya waktu tiga hari. Aku juga akan memanggil pendekar yang ku janjikan. Dengan kekuatan kita berdua, Ketua Kun Billah tidak akan mampu bertahan." Ketua Asosiasi Intelijen Mafia kembali mengeluarkan tawa liciknya yang khas.
Albert menundukkan kepalanya sedikit lalu menghela nafas pelan, dia sadar operasi ini tidak semudah yang dikatakan oleh ketua Asosiasi Intelijen Mafia.
Para penjaga istana Mallorca setidaknya merupakan pendekar kelas tiga, sebagian besar merupakan pendekar kelas dua dan tidak sedikit juga yang merupakan pendekar kelas satu. Beberapa komandan pasukan ini merupakan pendekar ahli.
Selain Mbah Jena dan Zeni, ada beberapa pangeran lain dan mereka semua memiliki beberapa pendekar ahli sebagai pelindung kediamannya. gubernur Mallorca tentu mendapatkan perlindungan ketat dan memiliki tiga pendekar bergelar yang tidak pernah meninggalkan di sisinya.
Kediaman Mbah Jena sendiri sekarang dipenuhi oleh pendekar ahli berkat aliansinya dengan dua puluh Padepokan aliran putih serta empat keluarga bangsawan. Perkiraan Albert, ada sekitar dua ratus pendekar ahli di kediaman Mbah Jena dan puluhan pendekar bergelar.
Satu hal yang membuat Albert merasa lebih baik hanya Taimiyah seorang di seluruh Istana yang mampu mengimbanginya, Ketua Asosiasi Intelijen Mafia memiliki kemampuan yang lebih kuat dari Taimiyah jadi jika Albert dan ketua Asosiasi Intelijen Mafia bekerja sama maka Taimiyah harusnya tidak berdaya menghadapi mereka.
Albert hanya khawatir ketiga kelompok mengirim Pendekar ahli lainnya untuk melindungi Mbah Jena, jika benar maka akan sulit menyelesaikan operasi ini.
"Tuan Muda Asrul, kami menemukan bahwa tiba-tiba banyak pendekar ahli bermunculan di Mallorca dan kami merasa ini bukan kabar yang baik."
Asrul kembali mendatangi Asosiasi kitab suci untuk membeli sumber daya yang diminta oleh ketiga kelompok besar aliran putih. Informasi yang Anita berikan membuat Asrul mengerutkan dahinya.
"Nona Anita bisa menemukan latar belakang para pendekar ahli ini?"
"Maaf Tuan Asrul, aku menduga mereka semua berasal dari kelompok yang sama, dengan kemampuan asosiasi sekarang aku tidak berani mengambil resiko yang bisa membahayakan asosiasi."
"Nona Anita, andaikan asosiasi membutuhkan bantuan karena situasi ini maka nona tahu dimana harus mencari diriku." Asrul sekarang salah satu pemegang saham Asosiasi Kitab Suci, dia merasa perlu menjaga keamanan asosiasi juga.
Andai Asosiasi Kitab Suci membutuhkan bantuan, Asrul bisa meminta Taimiyah membantunya, mengingat hubungan keduanya sekarang lebih dekat serta saling percaya.
"Berkat Tuan Muda Asrul kita berhasil merekrut lima pendekar bergelar, ini akan membantu meningkatkan keamanan, jika memang aku membutuhkan bantuan, maka aku tidak akan sungkan memintanya pada Tuan Muda, kuharap Tuan Muda juga tidak sungkan saat membutuhkan kami." Asrul tersenyum lembut.
Posisi Asrul di Asosiasi Kitab Suci sangat penting, tidak hanya Anita tetapi semua anggota asosiasi menunjukan rasa hormat padanya. Asrul bahkan dijuluki Malaikat Mikail oleh banyak anggota asosiasi karena dirinya telah mendatangkan lebih dari satu juta keping emas untuk asosiasi selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Tidak hanya itu, kebanyakan pendekar ahli maupun pendekar bergelar yang berhasil direkrut oleh Asosiasi Kitab Suci memandang Asrul sebagai penolong. Memang mereka bersedia direkrut karena asosiasi mengulurkan bantuan yang mereka butuhkan, setelah mendengar Asrul yang memberikan informasi tentang kebutuhan mereka, para pendekar ini menjadi merasa berhutang budi padanya.
"Nona Anita, Jika demikian anda bisa meningkatkan kekuatan asosiasi sekali lagi dengan ini." Asrul mengeluarkan beberapa kertas yang berisi informasi, kali ini bukan hanya informasi tentang cara merekrut beberapa pendekar ahli tetapi juga beberapa pedagang yang memiliki kekuasaan serta jalur bisnis yang kuat.
Dalam kertas tersebut tertulis cara agar asosiasi dapat membuat para pedagang ini bekerja sama dengan mereka.
Jika para pedagang ini bekerja sama dengan asosiasi, mereka bisa menjadi sumber informasi untuk mendapatkan pendekar-pendekar pengelana yang membutuhkan pekerjaan." Asrul menjelaskan.
Biarpun Asrul tidak menjelaskannya, Anita sudah memahami kegunaan dari para pedagang ini. Anita sudah lama ingin menarik para pedagang ini bekerja sama dengannya tetapi belum menemukan cara yang efektif, tidak disangka olehnya informasi seperti ini juga termasuk dalam kemampuan Asrul.
"Tuan Muda Asrul, lagi-lagi saudari ini berhutang budi padamu."
"Nona Anita jangan bersikap seperti orang luar." Asrul tertawa kecil.
Selesai bertransaksi, Asrul kembali ke Istana membawa sumber daya. Saat bertemu Taimiyah, Asrul mengabarkan informasi yang didapatnya dari Anita.
"Banyak pendekar ahli di Mallorca?" Taimiyah mengerutkan dahinya, "Baik, aku akan meminta peningkatan keamanan di Istana."
Taimiyah merasakan hal yang sama seperti Anita bahwa ini bukan kabar baik. Taimiyah berencana berkeliling Mallorca untuk memeriksa keamanan.
Keesokan harinya perwakilan dari Markas Cahaya Kebenaran, Padepokan Tedari dan Bukit Siguntang mendatangi kediaman Mbah Jena, masing-masing dari mereka merupakan pendekar bergelar yang akan tinggal untuk melindungi Mbah Jena.
Ketiga kelompok menunjukkan kepuasan terhadap sumber daya yang berhasil Mbah Jena sediakan untuk mereka.
Asrul lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya jika Siti Adawiyah tidak mencarinya, setelah berhasil mengubah seluruh aura pembunuhnya menjadi aura tasawuf, Asrul kembali mendalami Pembentukan kultivasi. Asrul berharap dia bisa mencapai tahap great grand master tingkat 5 sebelum usia 25 tahun sesuai harapannya.