JURU SELAMAT

JURU SELAMAT
Asosiasi Kitab Suci


"Guru akan menulis surat dulu, Jika kau ingin melihat-lihat Mallorca pergilah tetapi pastikan dirimu tidak tersesat jadi jangan pergi terlalu jauh." Gus Mukhlas mengingatkan.


Gus Mukhlas bisa melihat rasa antusias Asrul saat menyaksikan kemegahan Mallorca, mengingat muridnya mampu melindungi dirinya sendiri membuat Gus Mukhlas tidak terlalu membatasinya selama dia berhati-hati.


Asrul mengangguk dengan gembira, dia pergi ke kamar untuk berganti pakaian sebelum meninggalkan penginapan sambil membawa semua koin emas yang dia miliki.


Sebenarnya ada suatu tempat yang ingin Asrul datangi saat berada di Mallorca namun jika tidak memiliki cukup uang maka sia-sia dia mendatangi tempat tersebut karena itu sebelumnya dirinya berpikir tidak bisa mendatanginya tetapi sekarang dengan koin emas yang didapatkan dari markas-markas Kelompok Aliran Keras, Asrul bisa menjalankan rencananya.


Meskipun Mallorca yang sekarang berbeda jauh dengan ingatan Asrul tetapi dia yakin lokasi tempat yang dicarinya masih berdiri di tempat yang sama. Asrul menyusuri Mallorca tanpa keraguan seolah dirinya penduduk lokal.


Beberapa saat setelah meninggalkan penginapan, Asrul tiba disebuah gedung yang memiliki lima lantai dengan papan nama bertuliskan Asosiasi Kitab Suci terukir dengan tinta berwarna perak menghiasi pintu gerbangnya.


"Tidak kusangka dari sekarangpun mereka sudah memiliki pengaruh sebesar ini.." Asrul menggelengkan kepala pelan ketika menyadari para penjaga pintu gedung tersebut adalah pesilat kelas satu.


Para penjaga menaikkan alis mereka saat melihat Asrul memasuki gedung tetapi tidak menghentikan langkahnya.


Pada masa sekarang nama Asosiasi Kitab Suci masih termasuk asing di telinga banyak orang, tetapi Asrul yang memiliki pengalaman dari kehidupan sebelumnya mengetahui benar kekuatan dibalik toko ini.


Sekarang Asosiasi Kitab Suci mungkin hanya memiliki satu toko di seluruh kota Mallorca, namun suatu hari mereka akan memiliki cabang di setiap kota besar. Lebih tepatnya Asosiasi ini memiliki cabang di Tiga kota dan Tujuh desa, membuatnya menjadi organisasi pedagang terbesar di Pulau Andalas.


Jika Keluarga Bangsawan Teratai merupakan kelompok pebisnis terbesar di kota Mallorca, Asosiasi Kitab Suci akan mengalahkan mereka dalam bisnis tertentu karena asosiasi ini bergerak khusus menyediakan barang-barang kebutuhan dunia persilatan.


Asosiasi menyediakan berbagai pil, kitab ilmu, pusaka, bahkan menjual informasi. Pada akhirnya para pesilat akan mencari mereka saat ingin membeli ataupun menjual barang berharga bagi seorang pesilat.


"Seharusnya sekarang mereka baru melebarkan sayapnya di kota Mallorca, kekuatan mereka masih sangat terbatas jadi mereka juga belum banyak menunjukkan pengaruh yang mereka miliki." Asrul bergumam pelan sambil mengamati sekitarnya.


Seorang pria paruh baya berjalan mendekati Asrul setelah melihatnya memasuki Asosiasi Kitab Suci.


"Tuan Muda, Apa yang bisa dibantu oleh Asosiasi Kitab Suci?"


Asrul menemukan hampir tidak ada pengunjung selain dirinya. Tamu yang lain kebanyakan bukan pesilat melainkan para pedagang atau bangsawan kecil yang penasaran dengan Asosiasi Kitab Suci.


"Aku tertarik dengan beberapa jenis pil yang bisa membantu peningkatan tenaga dalam."


Raut wajah pria paruh baya tersebut berubah, dia berpikir Asrul hanya seorang tuan muda dari keluarga bangsawan kecil yang ingin melihat-lihat toko mereka. Asosiasi Kitab Suci baru membuka tempat ini beberapa bulan dan belum banyak orang yang mengetahui bisnis mereka adalah menjual perlengkapan yang diperlukan orang-orang dunia persilatan.


"Silahkan Tuan Muda ikut denganku..."


"Tidak heran dulu banyak kelompok yang menginginkan Asosiasi Kitab Suci di bawah kendali mereka, kekayaan yang dimiliki asosiasi ini sungguh tidak main-main." Asrul menggelengkan kepala pelan saat mengamati benda-benda yang ada disekitarnya.


Ketika nama Asosiasi Kitab Suci menjadi umum di kota Mallorca, tidak sedikit kelompok yang tergiur dengan kekayaan yang dimiliki asosiasi ini. Pada saat itulah Asosiasi Kitab Suci menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya.


Sebuah kelompok yang mampu membangun cabangnya di seluruh Tiga kota dan Tujuh desa tentu memiliki kekuatan yang besar untuk mendukung kelancaran bisnis mereka. Asosiasi Kitab Suci mempekerjakan banyak pesilat hebat di bawah mereka.


Tidak lama di masa depan akan ada empat kelompok yang bersifat netral namun memiliki posisi tinggi di dunia persilatan kota Mallorca, mereka adalah Goa Hira, Benteng Lentera Akhirat, Partai Sufi dan Asosiasi Kitab Suci. Diantara keempat kekuatan aliran netral ini, Asosiasi Kitab Suci yang paling kuat.


"Maaf membuat Tuan Muda menunggu lama..."


Asrul tersadar dari lamunannya saat seorang gadis berusia sekitar 25 sampai 28 tahun memasuki ruangan sambil tersenyum lembut. Gadis ini memiliki rambut sebahu dan mengenakan gaun sutera yang biasanya hanya digunakan oleh kaum bangsawan besar ataupun keluarga kerajaan. Parasnya cantik dan mata hitamnya memancarkan cahaya yang hangat.


"Perkenalkan Tuan Muda namaku Anita, aku yang bertanggung jawab atas toko ini." Gadis cantik itu memperkenalkan dirinya.


"Anita?" Asrul mengerutkan dahinya saat mendengar nama tersebut.


Asrul pernah mendengar pada kehidupan sebelumnya bahwa sosok dibalik Asosiasi Kitab Suci adalah keluarga bangsawan besar dari keluarga Al-Hikmah, atau keluarga Tedari. Tidak ada yang bisa memastikan kebenaran tersebut tetapi dilihat dari kondisi sekarang, Asrul bisa menebak kabar itu benar. Anita masih memasang ekspresi tenang tetapi hatinya sedikit bergetar, seolah Asrul bisa membaca sesuatu dari namanya, "Mungkin aku hanya terlalu memikirkannya." Anita segera menepis pikiran tersebut.


"Aku hanya ingin membeli beberapa pil, sepertinya jumlah belanjaku tidak akan terlalu banyak sampai harus berhadapan dengan orang sepenting Nona Anita." Asrul memberi salamnya, "Namaku Asrul."


Anita terlihat semakin kebingungan ketika mendengar nama Asrul, selain terdengar begitu asing, tidak ada keluarga bangsawan bermarga Asrul di kota Mallorca.


"Tuan Muda Asrul, boleh kutahu darimana anda mengetahui toko kami menjual pil-pil yang dibutuhkan oleh pesilat?" Anita tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Asrul menaikkan alisnya, dia mulai menangkap alasan Anita sampai menemui dirinya. Sepertinya Asrul datang terlalu awal sampai Asosiasi Kitab Suci belum mulai menunjukkan diri mereka sebagai pemasar perlengkapan pesilat.


"Nona Anita, apakah semua itu penting?" Asrul tersenyum penuh makna.


Anita mencoba membaca pemuda dihadapannya, namun dia sungguh tidak menemukan sesuatu yang berguna baginya. Menurutnya Asrul terlalu muda untuk mengetahui banyak hal, sehingga Anita curiga Asrul hanyalah perwakilan dari seseorang yang menolak berhubungan langsung dengan asosiasi mereka.


"Tidak bijak menyinggung seseorang yang tidak diketahui latar belakangnya, Ayah selalu mengingatkanku tentang hal ini.." batin Anita.


Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Anita tidak menekan Asrul lebih jauh melainkan memanggil seorang pelayan untuk membawakan beberapa kotak berisi pil yang berguna bagi peningkatan tenaga dalam.