Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
S2 masakan liona


Setelah melontarkan kata pedas nya, kini brian meninggalkan liona sendirian. Liona menghela nafas sambil memejamkan mata nya. Liona menahan, agar air mata nya tak keluar. Hati nya benar benar sakit saat brian mengubah panggilan dan mengeluarkan kata kata kasar. "Kau harus bertahan liona, kau harus menemukan bukti dan memberikan nya pada kak brian. Kau pasti bisa! " Liona menyemangati dirinya sendiri.


Liona membereskan semua baju baju nya dan memindahkan ke dalam lemari. Saat semua baju nya sudah di susun rapi, barulah liona mengambil barang barang untuk hiasan meja. Terakhir lio mengambil dua buah bingkai foto berukuran kecil. Yang pertama adalah foto liona berada kedua orang tua nya dan juga uncle enzo. Dan yang kedua foto Lio bersama brian. "Waktu ini kak bri adalah orang yang paling lio sayang setelah uncle enzo. Kak bri orang yang lembut, baik. Bahkan kak bri selalu menjadi tempat keluh kesah yang selalu lio datangi. Kak bri selalu menanti cerita cerita lio di sekolah. Kak bri selalu marah saat ada anak laki laki yang nakal pada lio. Semenjak ada kak bri, lio semakin bersemangat untuk menjalani hari hari lio. Karena saat lio pulang ada orang yang selalu menanti cerita lio." Ucap lio sambil mengusap wajah brian di dalam foto itu.


"Tapi sekarang semua itu tidak mungkin terjadi lagi, karena lio hanyalah seorang wanita murahan di mata kak bri. Lio tidak peduli kak bri mau anggap lio apa, yang jelas semua ini lio lakukan karena lio sayang kak bri." Ucap lio sambil menyeka air mata yang jatuh di pipi nya.


Lio segera meletakkan Bingkai foto itu di atas nakas.


*


*


Malam harinya, Lio sedang sibuk berada di dapur untuk masak makan malam. Untunglah lio sempat belajar memasak dari beberapa pelayan di mansion xavier. Ya walaupun hanya masakan simple, tapi lio yakin rasanya pasti enak.


"Kak bri ayo makan!" Panggil lio dari arah dapur. Bri saat ini sedang berada di ruang tengah, makanya lio langsung memanggil nya .Jarak antara dapur dan ruang tengah tidak terlalu jauh, sehingga brian masih bisa mendengar suara Liona.


Brian berjalan memasuki dapur dengan wajah datar nya. Brian hanya menatap sekilas pada liona, setelah itu dia kembali menatap pada makanan yang sudah tersaji di atas meja.


Brian perlahan menyendok kan masakan liona kedalam mulut nya. Brian mulai mengunyah makanan di dalam mulut nya.


Prang..


Suara piring menghantam lantai terdengar begitu keras. Lio begitu terkejut, sampai membelalakkan kedua mata nya melihat nasi dan berserakan di lantai, dengan kaca piring yang berserakan.


"Masakan apa ini?, Kau mau meracuni ku ya!. Kalau kau tidak bisa masak jangan masak!" Bentak Brian yang segera meneguk air putih di dalam gelas.


Liona segera merasa masakan nya, dan benar saja masakan liona terasa sangat sangat asin. "Bahkan masakan rora jauh lebih enak, tidak ada tandingan nya." Guman brian sambil berdiri dari duduk nya. "Kak bri biar lio buatkan yang baru. Kak bri tunggu sebentar." Lio segera berdiri dari duduk nya.


"Sudah lah, wanita manja seperti mu tidak akan bisa membuat masakan seenak masakan rora!" Sentak brian sambil berlalu dari ruangan itu.


SEE YOU NEXT PART GUYS