
"Lio lio ".Panggil ben sambil menghampiri gadis kecil yang kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. " Apa lagi ben?? ".Tanya lio dengan raut wajah sedih nya. " Lio siapa yang sudah berani nyakitin lio?? ".Tanya ben pada lio. Salah satu teman lio memberi tau ben kalau lio menangis di kelas nya. Maka nya ben segera datang menghampiri lio saat pulang. " Nggak ada ben, lio nggak papa".Jawab lio sambil menyandang tas nya.
Lio segera berlalu dari hadapan ben. Sementara itu ben mengepalkan tangan nya dengan erat. "Tidak ada seorang pun yang boleh menyakiti lio".Guman ben dengan kedua tangan yang terkepal dengan erat.
Ben segera mengejar lio. Lio sudah menunggu ben di samping mobil.
Ben dan lio segera masuk ke dalam mobil.
" Apa kai yang sudah menyakiti lio?? ".Tanya ben sambil menjalankan mobil nya. Lio hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan dari ben. " Jawab ben lio!!.atau benar Kai yang menyakiti lio,ben akan beri dia pelajaran".Ucap ben sambil sesekali menatap lio.
"Nggak perlu ben, jangan kotori tangan ben untuk pria brengsek itu".Ucap lio. Lio kembali menangis saat mengingat bagaimana Kai dengan terang terangan mengatakan kepala lio kalau dia memiliki pacar lain. Padahal dulu dia lah yang mengejar lio hingga lio membuka hati nya untuk Kai. Tapi setelah lio mencintai nya, kai malah mengkhianatinya.
Ben menghentikan mobil nya di pinggir jalan. Kemudian ben membawa lio ke dalam pelukan nya. "Lio sabar ya. Ben udah tau kalau Kai itu bukan lelaki yang baik.Ben berharap kalau dia benar benar tulus mencintai lio. Tapi semua nya tidak sesuatu dengan harapan ben".Ucap ben sambil mengusap lembut kepala Liona.
Lio terus menangis di pelukan ben." Ben makasih ya karena selalu ada di saat lio seperti ini".Ucap lio sambil mengurai pelukan nya.Ben menghapus air mata yang mengalir di pipi lio. "Jangan buang buang air mata untuk laki laki bejat itu lio".Ucap ben. Setelah itu ben kembali menjalankan mobil nya.
Tiga puluh menit berlalu, Akhirnya mereka sampai di depan gerbang Mansion Xavier. Seorang penjaga membuka pintu gerbang itu. Setelah pintu gerbang nya terbuka, Ben kembali menjalankan mobil nya Melewati halaman Mansion yang cukup luas. Hingga mobil nya berhenti tepat di depan Mansion.
" Ben!! ".Panggil Enzo saat melihat ben berjalan melewati ruang keluarga.
" Ya dad".Jawab ben. "Lio kenapa?? ".Tanya Enzo pada ben." Masalah percintaan dad".Jawab ben.Enzo menghela nafas nya kalau sudah seperti ini hanya ada satu orang yang akan lio datangi.
Setelah sampai di lantai dua, Lio segera memutar gagang pintu kamar brian. Lio segera masuk ke dalam kamar brian. Lalu lio menutup pintu kamar nya supaya tidak ada yang menganggu nya.
Brian yang baru keluar dari bathroom terkejut melihat lio yang tiba tiba berada di kamar nya.
"Kak bri".Lio segera menghambur ke dalam pelukan brian yang hanya mengenakan handuk.
" Lio duduk dulu di sana. Kakak mau pakai baju dulu".Brian membawa lio duduk di sofa yang berada di pojok dekat jendela.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA..