
"Apa yang sedang kau sembunyikan dari ku ha?? ".. Enzo menatap axel dengan tatapan penuh intimidasi.. " Nanti tuan muda akan mengetahui nya sendiri ".. Jawab axel dengan tatapan datar nya.. Padahal tidak sedang terjadi pertengkaran, tapi udara di dalam ruangan itu terasa dingin dan menenangkan..Axel segera keluar dari ruangan Enzo..
" Ahhhkk".. Enzo Menggebrak meja nya lalu memijat pelan pelipis nya.. Enzo benar benar tidak percaya pada apa yang telah di lakukan oleh Bella.. Ia menyeret syila ke dalam masalah itu tanpa syila ketahui..
Sekarang Enzo merasa dirinya seorang pria yang bodoh.. Pria yang dengan mudah nya mempercayai perkataan wanita ****** itu tanpa mau mencari bukti dan menyelidiki lebih dalam tentang wanita j*lang itu..
Enzo segera mengambil ponsel nya lalu menghubungi nomor seseorang.. "Sial!! "..
Enzo mencoba menghubungi ponsel syila, tapi nomor syila tidak aktif lagi.. Enzo merasa frustasi sekaligus bersalah..
Bagaimana tidak, Rumor tentang syila menyebar dengan cepat itu karena campur tangan Enzo.. Bahkan kumpulan artikel yang bertebaran di media sosial itu murni perbuatan Enzo.. Sekarang Enzo tidak akan bisa tenang sebelum dirinya meminta maaf pada syila..
" Axel aku ingin kau buat j*lang itu menderita.. Aku tidak ingin wanita penghianat itu hidup dengan tenang ".. Tegas Enzo dengan kedua tangan yang terkepal dengan erat..
Tentu saja axel dengan senang hati menjalankan tugas nya.. Sudah lama axel merasa geram pada bella.. Dan kini saat nya untuk membalas kan rasa sakit hati syila selama ini.. Setelah ini axel berjanji pada dirinya sendiri untuk mencari keberadaan syila.. Entah lah entah sejak kapan axel memiliki perasaan spesial pada janda anak dua itu..
" Satu lagi, putuskan kerja sama dengan bajingan itu.. Tarik semua sama perusahaan !! ".. Perintah Enzo
*
*
Kini perusahaan milik selingkuhan bella sudah di ambang kehancuran ..
Di sisi lain..
" Sial".. Umpat seorang pria sambil membanting kasar ponsel di tangan nya.. Hingga ponsel nya hancur karena membentur lantai terlalu keras..
"Ada apa sayang, kenapa kau marah marah tidak jelas ?? ".. Tanya bella pada kekasihnya itu.. Bella sedikit kesal saat kegiatan nya di ranjang terjeda karena seseorang tiba tiba saja menelpon Eric.. Ya kekasih bella bernama Eric, Eric Alvarel..
" Tidak jelas kau bilang??.. Kau tau sekarang perusahaan ku di ambang ke bangkrutan".. Bentak Eric.. Bella tersentak saat mendengar suara Eric yang begitu nyaring..
"Kau tau bajingan itu memutuskan kerja sama nya dengan ku.. Dan dia menarik semua saham nya yang ada di perusahaan ku ".. Eric mengacak rambut nya dengan frustasi.. Seketika hasrat ingin ber cinta nya hilang begitu saja..
" Lalu apa yang harus kita lakukan?? ".. Tanya Bella dengan suara pelan.. " Kau tau ini semua karena kesalahan mu Bella!!.. Karena kau terburu buru sehingga Enzo mengetahui hubungan kita".. Eric menatap tajam kekasihnya itu..
"Eric kenapa kau menyalahkan aku ha!!.. semua ini terjadi atas kesalahan mu sendiri.. Kau yang mendesak ku untuk segera memutuskan hubungan dengan Enzo.. Kau tidak tau siapa Enzo !! ".. Bella tak kalah tegas dalam berbicara.. " Tidak ada cara lain lagi.. Kau harus kembali pada Enzo.. Kau harus bisa membujuk nya untuk kembali menjalin kerja sama dengan perusahaan ku "..
Eric benar benar frustasi di buat nya..
Bagaimana tidak karena empat puluh persen saham di perusahaan Eric adalah milik Enzo.. Jika Enzo menarik saham nya akan di pastikan dalam waktu dekat perusahaan Eric gulung tikar..