
Tiga hari sudah berlalu, hari ini senyuman manis kembali terpancar di wajah syila. Kehidupan syila kembali seperti semua, seperti saat syila belum mengenal enzo.
Pagi itu sebelum berangkat kerja, syila mengantar brian dan ben ke sekolah terlebih dahulu. "Mommy nanti bri pulang sama teman, jadi mommy nggak perlu jemput bri ".. Ucap bri sambil mencium tangan mommy nya. Setelah itu brian pun keluar dari mobil.
" Tugas ben bagaimana??".Tanya syila sambil menatap putra kecil nya yang sangat tampan itu. "Udah ben kumpul ".Jawab ben sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi nya yang rapi. " Anak mommy memang hebat ".. Guman syila sambil mengelus lembut kepala ben.
" Mommy ben masuk ye. Hati hati mommy ".Ben mencium tangan mommy nya. Kemudian ben mencium pipi syila, setelah itu ben pun keluar dari mobil.
*
*
Sore harinya.Hari ini syila mengajak ke pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di kuningan. Syila sudah berjanji kalau uang gaji nya bukan ini untuk ben dan bri. Sisa nya baru untuk syila..
" Mommy mau belanja bahan dapur lagi?? ".. Tanya ben sambil mengerutkan kening nya. Seingat ben mommy nya sudah belanja bahan dapur dua hari yang lalu..
" Nggak, mommy mau ngajak ben belanja. Ben mau jajan apa ambil aja ".. Ucap syila sambil tersenyum. " Benarkah?? "..Kedua mata ben terlihat berbinar.
" Ben mau jajan apa ambil aja ya ".. Syila mengusap lembut kepala anak nya. Syila membiarkan ben mengelilingi tempat itu. Sementara syila mengambil beberapa snack kesukaan nya.
Hanya butuh waktu kurang lebih dua puluh menit untuk ben memilih beberapa snack dan susu kotak ke sukaan nya..
Syila belum puas dengan isi keranjang nya. Wanita itu kembali berkeliling untuk membeli snack kesukaan brian. Dan akhirnya syila menemukan kerupuk emping dan kerupuk jengkol ke sukaan brian. Syila mengambil lima bungkus keripik emping dan lima bungkus keripik jengkol.
" Untuk kak bri ya my?? ".. Tanya ben sambil menatap pada bungkusan yang berisi kerupuk jengkol itu. Ben sendiri heran pada kakak nya kenapa kakak nya begitu menyukai jengkol, apa yang enak dari jengkol. Bau nya juga, mencium bau jengkol saja sudah membuat kepala ben pusing.
" Iya, kak bri kan suka jengkol ".Ucap syila sambil terkekeh pelan.
" Mommy kenapa kak bri suka pada jengkol??. Apa yang istimewa dari jengkol??. Bau nya juga nggak enak ".. Guman ben sambil mengikuti langkah mommy nya menuju kasir.
" Ben suka ayam goreng kan?? ".. Tanya syila dengan lembut. Ben menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan mommy nya." Kepala ben suka ayam goreng?? Dan apa yang istimewa dari ayam goreng?? ".. Tanya syila.
" Karena rasanya enak ".. Jawab ben.
" Ya karena itu juga kak bri suka jengkol. Ben kan belum pernah coba makan jengkol makanya ben tidak tau bagaimana enak nya jengkol "..Ucap syila.
Ben pun tersenyum menatap mommy nya." Berarti jengkol itu enak ya my?? ".. Tanya ben lagi. " Ya enak. Cuma ya bau nya aja yang nggak enak ".. Jawab syila.
Sekarang syila sedang dalam kerjakan kembali ke rumah nya.
Syila sedikit terkejut saat melihat sebuah mobil sport terparkir di depan rumah nya. Syila tau betul siapa pemilik mobil sport itu..