Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Memutuskan hubungan


Tuk.. tuk..


Suara dua buah heels terdengar bersahut sahutan.. Terlihat dua orang wanita berjalan masuk ke dalam perusahaan Xavier..


Wanita paru baya itu segera masuk ke dalam lift di ikuti oleh wanita cantik yang ikut di belakang nya..Mereka segera menuju ruangan Enzo.. Wanita paru baya itu membuka pintu ruangan Enzo dengan kasar..


Menyadari seseorang masuk ke ruangan nya Enzo segera menegakkan kepala nya.. "Mommy".. Enzo tersenyum menatap wanita paru baya itu.. Jarang jarang mommy nya datang untuk berkunjung..


Enzo segera berjalan menghampiri mommy nya..


Plakk.... Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Enzo.. " Mommy —


"Diam kau!! ".. Bentak wanita paru baya itu..


" Apa yang sudah kau lakukan ha!! ".. Suara wanita itu semakin meninggi..


" Apa yang terjadi??.. Kenapa mommy tiba tiba menampar ku?? ".. Tanya Enzo dengan raut wajah bingung..


Plakk.. Satu tamparan kembali mendarat di pipi kiri Enzo.. " Kau masih bertanya apa kesalahan mu??.. Kau pikir sendiri kira kira kesalahan apa yang sudah kau lakukan!! ".. Bentak wanita itu..


Lengkap sudah kebingungan Enzo ia benar benar tidak tau dengan apa yang sudah terjadi.. Kenapa mommy nya tiba tiba menampar nya bahkan sampai dua kali.. Kesalahan fatal apa yang sudah ia lakukan??..


Enzo beralih menatap bella.. Wajah bella terlihat sendu mata juga terlihat merah sepertinya bella habis menangis..


Wanita itu melempar sebuah amplop coklat pada Enzo.. " Buka dan lihat pakai mata mu!! ".. Bentak wanita paru baya itu.. Nafas nya sudah memburu rasanya ia benar benar geram pada anak nya.. Namun sebisa mungkin ia menahan amarah nya..


Enzo segera mengambil amplop coklat yang tergeletak di atas lantai..Enzo segera membuka dan melihat isi amplop itu.. Ia begitu terkejut saat melihat isi amplop tersebut.. Amplop itu berisikan foto foto dirinya dan juga syila..


" Kau kak tau kau sudah memiliki calon istri. Tapi kenapa kau berdekatan dengan wanita lain!! ".Bentak nyonya xavier..


" Mommy ini tidak seperti yang mommy lihat —


"Aku sudah melihat jelas foto foto itu.. Berani nya kau selingkuh dengan seorang janda ".. Geram nyonya xavier .. " Tidak mom aku dan syila tidak ada hubungan apa pun ".. Jelas Enzo..


" Ohh jadi nama janda itu syila"..Nyonya xavier tersenyum sini menatap anak nya..


"Mom syila itu mommy dari teman lio.. Kami bertemu saat lio bermain bersama anak nya.. Kalau mommy tidak percaya mommy bisa tanyakan sendiri pada lio ".. Ucap Enzo panjang lebar..


" Tidak aunty Enzo bohong.. Jangan percaya dengan ucapan nya.. Aunty tau janda itu sendiri yang sudah memberi tau bella kalau mereka berdua pacaran ".. Ucap bella dengan air mata yang sudah mengalir dari sudut mata nya..


" Bella apa maksud mu.. Jangan menuduh syila yang tidak tidak.. Dia itu wanita baik, jadi mana mungkin dia berkata bohong ".. Bantah Enzo..


" Aunty lihat sendiri kan.. Enzo selalu membela janda itu.. Hiks.. hiks.. Bella sudah tidak tahan lagi aunty.. Bella rasa tidak ada gunanya juga melanjutkan pertunangan ini ".. Ucap bella sambil terisak..


" Apa maksud mu!! ".. Enzo tidak percaya kalau wanita itu memutuskan hubungan hanya karena berita yang tidak penting itu.. Bagaimana bisa ia di tuduh selingkuh dengan syila..


" Ini semua karena kau!!.. Karena kau bella memutuskan pertunangan dengan mu.. Mau tarok di mana muka mommy Enzo.. Semua teman mommy sudah tau kalau kau sudah tunangan dan sebentar lagi akan menikah.. Apa yang harus mommy jelaskan pada mereka "..Suara wanita itu tertahan..


" Tapi mommy semua tuduhan itu tidak benar, ini hanya sebuah kesalahpahaman .. Aku tidak mungkin selingkuh dari bella.. Mommy kan tau kalau aku sangat mencintai bella ".. Enzo mencoba menjelaskan pada mommy nya kalau semua tuduhan itu tidak benar..


" Kau tidak bisa mengelak lagi Enzo.. Semua nya sudah jelas .. Atau kau ingin bukti yang lebih jelas ".. Bella segera mengambil ponsel dari dalam tas nya..


" Kau lihat ini ".. Bella memberikan ponsel nya pada Enzo..


~Unknown~


"Hai ".. Pesan pertama ..


" Kau bella kan calon istrinya Enzo kan??"..Pesan kedua..


"Perkenalkan aku Syila pacar nya Enzo.. Aku peringatkan pada kau lebih baik kau menjauhi Enzo.. Karena sekarang Enzo itu pacar ku".. Pesan ke tiga..


" Kalau kau tidak mau menjauhi Enzo juga tidak apa.. Tapi ingat bagaimana pun cara nya aku akan mendapat kan Enzo.. Karena Enzo itu hanya milik ku.. Milik Arsyila savina ".. Pesan terakhir..


Enzo menggenggam ponsel bella dengan erat.. Ia tidak menyangka kalau wanita sebaik syila bisa berbuat hal seperti itu..


" Sekarang kau sudah lihat dengan jelas kan!! ".. Bentak bella..


" Bella percaya lah semua ini hanya kesalahpahaman.. Aku tidak pernah berpacaran dengan syila..


" Aunty Bella ingin memutuskan pertunangan nya". Bella menatap sendu pada wanita paru baya itu.. Air mata masih mengalir dari sudut mata nya..


Dengan perlahan Bella melepaskan cincin di jari manis nya.. "Ini aunty maaf kalau selama dengan Enzo Bella pernah berbuat salah pada aunty ".. Ucap Bella..


" Bella apa tidak ada kesempatan untuk memperbaiki semua nya.. Aku akan membuktikan kalau semua ini hanyalah sebuah kesalahpahaman ".. Enzo menahan langkah Bella..


Bella menghempas tangan Enzo.. lalu wanita itu pun berlalu pergi dari ruangan Enzo..


Tubuh wanita cantik itu menghilang dari balik pintu ruangan Enzo.. " Puas kan??.. Sekarang puas kau mempermalukan mommy ?? ".. Bentak wanita paru baya itu.. " Mommy benar benar kecewa pada mu Enzo ".. Wanita paru baya itu pun ikut pergi dari ruangan Enzo..


Pria itu menjambak rambut nya dengan kasar..


Ia tidak tau kenapa hubungan nya dengan bella bisa berakhir seperti ini.. Padahal pria itu sangat mencintai kekasihnya itu..


" Apa benar syila yang melakukan semua itu??.. Kenapa aku merasa tidak yakin ".. Guman kenzo.. " Tapi tidak mungkin bella berbohong.. Aku sangat mengenal bella dia tidak akan mungkin berbohong pada ku ".. Ucap enzo dengan raut wajah geram nya..


Enzo merasa menyesal mengenal wanita licik seperti syila.. Kenapa ia harus kenal dengan wanita yang menjadi penyebab kerusakan hubungan dirinya dan Bella..


*


*


Sore harinya..


Haris sang direktur perusahaan tempat syila bekerja terlihat begitu syok saat mendapat pesan kalau Enzo memutuskan hubungan kerja sama antara perusahaan xavier dengan perusahaan nya..


" Bagiamana bisa terjadi?? ".. Ucap harus sambil menggebrak meja nya dengan keras..


Ia sudah bersusah paya untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan xavier.. Tapi belum sampai satu bulan kini Enzo secara tiba tiba memutus hubungan kerja sama mereka secara sepihak..


" Permisi pak.. Pak haris ada apa memanggil saya?? ".. Tanya syila..


" Syila atur jadwal pertemuan dengan tuan Enzo secepat nya.. Saya harus mengetahui alasan mengapa tuan Enzo memutuskan kerja sama secara sepihak ".. Jawab haris..


" Apa pak.. Tuan Enzo memutuskan hubungan kerja sama nya.. Tapi kenapa pak?? ".. Tanya syila.. " Saya tidak tau.. Yang saya tau hubungan kerja sama nya baik baik saja".. Jawab haris..


"Baiklah pak.. Saya akan atur jadwal secepat nya ".. Syila kembali keluar dari ruangan haris..


" Kenapa Enzo memutuskan kerja sama nya secara tiba tiba ".. Guman syila.. " Aku akan menanyakan nya nanti".. Syila kembali masuk ke dalam ruangan nya..


Haris tidak Terima dengan semua ini.. Ia syila dan para karyawan lain sudah bersusah paya untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan xavier..


...🍁🍁🍁...


Syila memasuki rumah nya dengan langkah gontai.. Pikiran nya sekarang benar benar tidak tenang..


"Mommy ". Sapa ben dari arah ruang tengah..


" Ya ".. Jawab syila dengan lirih..


" Mommy kenapa?? ".. Tanya ben saat melihat wajah murung mommy nya..


" Capek ".. Jawab syila..


Malam harinya..


Syila mengambil ponsel nya.. Ia berniat ingin menelpon Enzo dan menanyakan langsung alasan kenapa pria itu memutuskan hubungan kerja sama mereka..


Beberapa kali syila mencoba menghubungi Enzo.. Tapi satupun panggilan nya tidak ada yang di Terima oleh Enzo.. " Kenapa di matikan??.. tidak biasanya Enzo mematikan telpon dari ku ".. Guman syila dengan raut wajah heran..


" Mommy sedang apa?? ".. Tanya ben..


" Mommy mau nelpon uncle Enzo.. Tapi telpon mommy nggak di angkat ".. Jawab syila..


" Mungkin uncle Enzo lagi sibuk ".. Ucap ben..


" Benar juga, Mungkin uncle lagi istirahat ".. Ucap syila.. Syila kembali meletakkan ponsel nya.. Ia memutuskan untuk menelpon Enzo besok pagi..