Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Kedatangan Enzo


Keesokan harinya,..


Hari ini Enzo hanya tinggal sendiri, karena semalam Enzo menyuruh axel pulang untuk mengurus perusahaan nya dan juga lio.. Setelah bersiap dengan pakaian tapi nya, kini Enzo bergegas menuju perusahaan di mana syila bekerja..


Sebenar nya Enzo bisa saja mendapat maaf dari syila lewat jalan pintas.. Enzo bisa saja mengancam syila untuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan tempat nya bekerja.. Tapi Enzo ingin mendengar syila memaafkan nya secara ikhlas...


Enzo bergegas menuju mobil nya.. Enzo mulai menjalankan mobil nya meninggalkan hotel di mana ia tinggal.. "Semoga kali ini bisa berhasil".. Ucap enzo sambil tersenyum..


*


*


Mobil Enzo berhenti di sebuah perusahaan yang tidak terlalu besar.. Ya kalau di bandingkan dengan perusahaan Enzo masih besar perusahaan Enzo.. Pria itu mulai melangkah masuk ke dalam perusahaan di mana syila berada..


Pada karyawan yang melihat Enzo segera menundukkan kepala nya.. Mereka tau betul siapa pria itu.. Enzo terlihat tapi peduli, pria itu terus berjalan menuju ruangan Sang pemilik perusahaan itu..


Tepat nya di lantai lima, lantai dimana ruang Sang pemilik perusahaan berada..


Tok... tok.. Enzo mengetuk pintu ruangan itu.. Setelah mendengar perintah masuk dari Sang pemilik ruangan, Enzo pun perlahan membuka pintu ruangan itu..


Dan sepertinya kali ini keberuntungan sedang berpihak pada Enzo.. Karena di dalam ruangan itu Enzo melihat dengan jelas kalau syila sedang berbincang dengan aris Sang pemilik perusahaan..


" Tuan Enzo ".. Aris segera berdiri dari duduk nya dan menghampiri Enzo.. Bahkan aris sampai lupa dengan pembicaraan penting antara dirinya dan juga syila..Aris membawa Enzo duduk di sofa yang ada di ruangan itu..


" Ada apa tuan Enzo??".. Tanya Aris..


Sementara syila hanya bisa mendengus kesal saat pembicaraan penting nya di lupakan begitu saja.. "Dasar Enzo brengsek ".. Umpat syila dengan suara pelan.. Syila pun beranjak keluar dari ruangan itu..


Namun langkah syila terhenti saat mendengar seseorang memanggil nama nya, ya siapa lagi kalau buka aris " Syila kau mau kemana?? ".. Tanya Aris sambil tersenyum menatap syila.. " Mau balik kerja pak".. Jawab syila.. Padahal ada hal yang benar benar penting ingin syila sampaikan pada Aris, tapi saat melihat Enzo semua yang ingin syiap sampaikan hilang seketika..


*


*


Syila sedang sibuk dengan pekerjaan nya, bahkan syila tidak sadar saat seorang pria masuk ke dalam ruangan nya..


Enzo berjalan dengan perlahan mendekat ke arah syila..Enzo duduk tepat di depan syila..


" Mau ngambil dokumen??.. bentar ya ".. Syila masih sibuk pada laptop di tangan nya.. Ia tidak sadar pada orang di depan nya..


" Iya, lama lagi kah?? ".. Tanya Enzo berlagak menjadi seorang staf..


Syila tau betul siapa pemilik suara itu..


" Kau!!, Mau apa lagi kau ha??".. Bentak syila..


"Mau kamu " Jawab Enzo..


"Mending kau pergi sekarang, sebelum aku panggil keamanan ".. Ucap syila dengan tangan yang sudah memegang telepon..


" Telpon saja, mereka tidak akan berani mengusir ku ".. Ucap enzo dengan senyuman menantang..


" Kau!!! ".. Syila yang berada geram segera melemparkan sekotak pena kepala Enzo.. Dan pena pena itu bertaburan di atas lantai saat Enzo mengelak..


" Sebenar nya apa mau mu ha???.. Apa kau hidup hanya untuk menganggu ku.. Aku sudah pergi kau malah datang dan kembali menganggu ku.. Kau tau aku tidak suka, AKU TIDAK SUKA PADA MU, AKU BENCI SANGAT SANGAT BENCI PADA MU ".. Ucap syila sambil menekankan setiap kalimat yang kekuatan dari mulut nya..