
Syila meninggalkan ruang tengah di mana enzo berada.. Syila segera masuk ke dalam kamar nya, lalu mengunci pintu kamar nya.. Wanita itu menangis sejadi jadinya di dalam kamar.. Rasa sesak menghampiri syila, dada nya seperti tertancap sebuah belati tajam.. Benar benar sakit..
"Uncle sekarang uncle pulang saja, bri rasa mommy sedang tidak ingin berbicara dengan uncle.. Dan kalau bisa uncle jangan datang lagi.. Karena semakin uncle menampakkan wajah uncle, maka mommy semakin sering menangis ".. Ucap brian dengan wajah datar nya..
Tanpa pikir panjang enzo segera berdiri dari duduk nya , " Bri sampaikan maaf uncle pada mommy ya ".. Enzo mengelus pelan kepala Brian.. " Ya uncle ".. Jawab brian.. Anak laki laki itu mengantar enzo hingga ke depan pintu rumah nya.." Uncle bri minta uncle jangan datang lagi jika niat uncle ingin membuat mommy menangis, karena sampai kapan pun bri tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mommy termasuk uncle enzo.. Jadi mulai sekarang jauhi mommy, hanya itu cara satu satu supaya mommy tidak sedih lagi ".. Ucap bri panjang lebar sebelum anak laki laki itu kembali masuk ke dalam rumah..
Setelah mobil milik enzo meninggalkan pekarangan rumah nya bri pun kembali masuk dan mengunci pintu rumah nya.. Sekarang tujuan brian adalah menemui mommy nya..
Tok.. Tok.. Bri mengetuk pelan pintu kamar syila.. " Mom ini bri ".. Ucap bri yang masih mengetuk pintu kamar mommy nya karena wanita itu tak kunjung membuka pintu kamar nya..
Cek.. lek.. Pintu kamar itu terbuka , menampakkan seorang wanita dengan kedua mata yang terlihat sembab.. Bri segera masuk ke dalam kamar mommy nya.. " Mommy jangan nangis lagi ".. Brian menghapus jejak air mata syila.. " Mommy mulai sekarang bri pastikan kalau uncle enzo tidak akan datang dan membuat mommy menangis lagi ".. Brian menatap lekat wajah mommy nya..
" makasih ya nak ".. Suara syila terdengar serak.. Syila mengelus kepala Brian.. Brian segera memeluk erat mommy nya..
" Mommy jangan sedih lagi.Bri tidak suka melihat mommy menangis seperti ini ".. Anak laki laki itu masih enggan untuk melepaskan pelukan nya .. " Mommy nggak akan nangis lagi ".. Syila kali ini tersenyum menatap putra tertua nya itu..
*
*
" Tuan muda yakin ingin meninggalkan nona lio?? ".. Tanya axel..Selama ini jarang sekali Enzo pergi kemanapun tanpa adanya lio..
" Ya, aku percaya pada ayla.. Aku yakin ayla bisa menjaga lio ".. Jawab Enzo..
Mobil axel berhenti di salah satu hotel bintang lima yang ada di kuningan.. Sekarang Enzo sudah berada di dalam kamar hotel nya..
Enzo menatap kosong pada langit langit kamar nya.. " Andai aku lebih cepat mengetahui kebenaran nya.. Mungkin sekarang semua nya tidak akan serumit ini ".. Guman Enzo dengan tatapan kosong nya..
......Uncle sebaiknya uncle jangan datang lagi, jika uncle hanya ingin menyakiti mommy ......
Ucapan anak laki laki itu selalu berputar di benak Enzo.. " Tapi bagaimana pun cara nya, aku akan menemui syila dan meminta maaf pada nya ".. Guman Enzo..
"Aku akan tetap di sini, sampai aku bisa mendapatkan mu syila "..