Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
S2 Pernikahan


Taman belakang mansion xavier kini tampak sudah di dekorasi dengan hiasan serba putih. Beberapa orang duduk sebagai saksi perjanjian sakral antara Brian Gerald dan Liona Xavier.


Liona tampak mengenakan kebaya putih, dengan Sanggul yang di hiasi mutiara dan sebuah mahkota kecil di kepala nya serta make up yang tampak natural. Namun hal itu semakin menambah kecantikan liona. Begitu juga dengan Brian, Dia terlihat tampak dengan jas yang senada dengan kebaya yang di kenalan liona.


Liona duduk di sebelah syila, Sedangkan Brian duduk di hadapan Enzo untuk mengucapkan kalimat yang akan membuat nya menjadi suami dari liona Xavier.


"Brian Gerald saya nikahkan, dan kawinkan engkau dengan keponakan ku yang bernama liona Xavier binti Jinan Xavier dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seratus gram di bayar tunaaaiiii!."


"Saya Terima nikahnya liona Xavier dengan maskawin tersebut, tunaaiii."


SAH!!...


Liona yang berada di samping mommy syila menundukkan kepala nya saat mendengar teriakan sah dari orang orang yang menghadiri pernikahan mereka. Sekarang liona sudah menjadi istri brian Gerald.


"Lio kenapa nangis??." Tanya syila saat menyadari air mata jatuh di atas kebaya yang di liona. "Lio hanya terharu mommy." Jawab liona.


Kini liona di antar duduk di samping brian. Liona perlahan menggapai tangan brian, lalu menggenggam erat tangan itu dan mencium nya. Begitu juga dengan brian, brian menangkup kedua pipi liona dan mencium kening liona.


...****...


Di sinilah mereka berada setelah acara pernikahan singkat tadi..


"Bri Akan membawa liona tinggal di apartemen bri." Ucap brian yang membuat Enzo seketika menatap ke arah nya.


"Bri Mansion dad cukup luas untuk kalian tinggali. Kenapa harus di apartemen?." Tanya Enzo pada brian.


"Bri ingin mandiri dad, sekarang bri sudah memiliki tanggung jawab. Jadi tidak mungkin kan bri tinggal bersama kalian lagi." Ucap brian meyakinkan Enzo.


"Bri juga akan berhenti dari perusahaan dad, karena bri akan mengolah perusahaan keluarga Gerald." Ucap brian yang kembali membuat Enzo terkejut. Padahal bri sangat berpengaruh di perusahaan nya saat ini. Bahkan Enzo sudah berencana untuk menyerahkan perusahaan nya pada brian.


"Kalau memang itu kemauan bri, dad hanya bisa memberi dukungan. Bagaimana pun dad tidak bisa menentang keputusan kamu." Ucap Enzo sambil tersenyum menatap brian. Namun brian sedari tadi mencari seseorang yang tidak muncul, bahkan saat acara ijab kabul nya tadi.


Setelah perbincangan singkat itu, Brian pun menaiki lantai Dua menuju kamar nya. Dan tentunya bersama liona. "Kemasi barang barang mu! Besok pagi pagi kita langsung berangkat." Ucap brian dengan wajah datar nya. Brian segera masuk kedalam kamar nya dan mengunci pintu tanpa membiarkan liona untuk ikut masuk bersama nya. Liona hanya bisa menghela nafas dalam.


Awal perubahan Brian sudah tampak. Liona tidak tau bagaimana kehidupan kedepannya bersama Brian Gerald. Apakah liona sanggup menjalani nya.


Tepukan di pundak nya mampu membuat lamunan liona buyar. Lio segera membalikkan badan nya. "Ben" Liona tersenyum menatap ben. "Lio cantik." Ucap ben sambil tersenyum di paksakan. "Ben kenapa nggak ada saat acara pernikahan lio tadi?." Tanya liona pada ben. "Ben nggak bisa lio, ada clas yang benar benar tidak bisa di tinggal." Jawab ben.


"Ben ke kamar dulu ya lio." Ucap ben. Setelah itu ben pun memasuki kamar nya dan mengunci nya dari dalam. Ben menyandarkan badan nya pada pintu kamar nya. Ben terduduk di atas lantai. Sekarang hati nya benar benar hancur karena wanita yang ia cintai sudah menikah dengan kakak nya sendiri. "Aku mencintai mu liona , kenapa selama ini kamu nggak pernah melihat ku?." Ucap ben dengan suara yang tertahan.