
Syila mencoba menghubungi ponsel brian, namun brian tak menerima panggilan dari mommy nya. Syila mengerutkan kening nya, bahkan saat sedang sibuk pun brian akan mengangkat panggilan dari nya.
"Apa kita panggil petugas aja Aunty. Rora takut terjadi sesuatu pada brian dan liona." Ucap Rora. Syila menyetujui lio, syila sangat sangat khawatir pada kedua anak nya itu.
Syila dan Rora berada di depan pintu unit milik lio, sedangkan Enzo pergi menemui petugas apartemen itu. Cukup lama enzo membujuk petugas agar mau meminjamkan kunci cadangan. Enzo sendiri bingung kenapa lio lebih memilih tinggal di sini. Padahal Enzo juga memiliki beberapa unit apartemen yang bisa lio tempati.
Setelah mendapat kunci nya, Enzo bergegas memasuki lift menuju lantai di mana unit apartemen lio berada. "Bagaimana Enzo?." Tanya syila saat melihat suami."Aku sudah mendapatkan kunci cadangan nya."
Tanpa pikir panjang Enzo pun membuka pintu apartemen liona.
BRAK..
Setelah pintu apartemen nya terbuka, Syila Enzo dan Rora segera masuk ke dalam apartemen itu. Di ruang tengah apartemen itu , syila mendapati dia gelas oren jus yang masih tersisa setengah. Namun syila tak mendapati pemilik apartemen itu di sana.
"Lio, Bri!!." Panggil syila. Namun tidak ada sahutan dari sang pemilik nama. "Liona, Brian!! ini mommy." Panggil syila dengan suara sedikit keras.
"Aunty Rora coba cari di kamar ya aunty." Rora meninggalkan syila dan Enzo di ruang tengah.
Dan sekarang Rora sudah berada di depan pintu kamar apartemen lio.
"Pintu nya nggak di kunci." Guman Rora, perasaan Rora jadi tidak enak.
Tok.. tok..
"Akhhh!!." Teriak Rora. Syila dan Enzo segera menghampiri Rora yang tadi berteriak histeris. "Aunty lihat itu." Ucap Rora. Cairan bening mulai menetes dari pelupuk mata Rora. Rasa sakit dan sedih datang bersamaan saat melihat pemandangan di depan nya.
Begitu juga dengan syila dan Enzo mereka langsung naik darah melihat Brian dan Lio yang tidur di atas satu ranjang dengan posisi yang begitu intim. Syila segera mendekat pada dua orang yang berada di atas ranjang itu. "Brian!!, liona!!." Teriak syila dengan hati yang begitu sakit melihat kelakuan dua orang yang merupakan anak nya. Atau lebih tepat nya anak angkat.
Mendengar suara teriakan yang begitu nyaring, Brian dan liona pun akhirnya terbangun. "Mommy." Ucap Brian sambil memegang kepala nya yang terasa pusing.
Saat ingin duduk, Brian merasakan sesuatu yang aneh. Dan benar saja saat Brian membuka selimut nya, ia mendapati diri nya tanpa pakaian. Pandangan Brian beralih pada gadis di samping nya. "Hiks.. hiks.. mommy kak brian sudah merenggut kehormatan lio." Ucap lio sambil menangis dan memeluk selimut berwarna putih itu dengan erat.
plak..
Satu tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Brian. "Apa yang sudah kau lakukan!." Bentak syila dengan penuh amarah. Brian hanya bisa menahan rasa perih akibat tamparan dari mommy nya. Brian sendiri bingung kenapa ia bisa berada di kamar lio.
"Bri apa yang ada di pikiran ku ha!!, kenapa kau tega melakukan nya pada liona." Ucap enzo yang tak kalah emosi.
"Tidak dad, aku tidak melakukan nya." Bantah Brian. Tatapan Brian tertuju pada gadis di depan pintu kamar lio yang tak lain adalah Rora. Brian melihat dengan jelas bulir bulir air mata yang mengalir di pipi Rora.
"Kak bri tadi memaksa ku melakukan nya." Ucap liona yang menangis semakin kencang.
FLAS BACK OFF..
NAH JADI ITU LAH CERITA NYA KENAPA RORA MEMUTUSKAN PERTUNANGAN DENGAN BRIAN.