Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Memutuskan


Di Sebuah ruangan yang cukup luas, Tampak dua orang wanita yang sedang menundukkan kepala nya. "Hiks.. hiks..Kenapa kalian melakukan nya!!."Bentak Syila dengan penuh amarah. Sekarang di dalam ruangan itu sudah ada keluarga dari calon tunangan bri. Namun kali ini mereka bukan ingin membicarakan tentang kelanjutan pertunangan, melainkan mereka akan membicarakan tentang pembatalan pertunangan.


" Aunty rora mau pertunangan rora dan Brian di batalkan. Rora tidak mau lagi melanjutkan rencana pertunangan ini aunty."Ucap rora sambil terisak. Mommy rora langsung menghampiri putrinya dan menenangkan putri satu satu nya itu.


"Jangan Rora, aku mohon jangan batalkan pertunangan kita. Percayalah, aku tidak melakukan apa pun pada liona." Ucap brian yang kini berlutut di hadapan Rora. Melihat hal itu, Lio hanya bisa diam sambil menundukkan kepala nya semakin dalam.


Plak..


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi brian." Apa semua rekaman CCTV itu tidak cukup untuk membuktikan semua nya. Apa masih belum puas melihat nya. Ohh atau jangan jangan kau ingin mengulang nya??."Ucap rora di sela tangis nya.


"Tidak Rora, Aku mohon beri aku waktu. Aku akan membuktikan pada mu bahwa rekaman itu tidak benar. Aku tidak mungkin melakukan nya pada adik ku sendiri." Ucap brian. Brian menangis sampai terisak di depan Rora. Namun Rora tampak nya tidak peduli dengan keberadaan Brian. "Uncle, Aunty. Rora putuskan untuk membatalkan tunangan ini." Ucap Rora. Setelah itu, Rora pun berdiri dan berlalu pergi dari ruangan itu.


"Tuan Dan nyonya Caroline. Kami minta maaf yang sebesar besar nya atas kejadian ini." Ucap Syila dengan kedua mata yang terlihat bengkak dan sembab karena habis menangis.


Perkataan syila sedikitpun tak di gubris oleh nyonya dan tuan Carolin. Mereka segera keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Orang tua mana yang tidak sakit hati mendapati putri nya di permainkan seperti ini.


"PUAS KALIAN!!, AKU TIDAK MENYANGKA KALIAN BISA MELAKUKAN NYA. APA YANG ADA DI PIKIRAN KALIAN HA!!. LIO!!. BRIAN!!." Bentak Syila dengan suara yang menggema di ruangan itu. Syila bahkan mengatakan 'Aku' Tanya embel mommy.


"Mommy Brian tidak melakukan nya.Itu semua tidak benar. Memang semalam Brian datang ke apartemen lio, tapi Brian hanya ingin menjemput lio pulang karena acara tunangan bri dua hari lagi tapi lio tidak ada." Ucap Brian sambil menyeka air mata nya.


FLAS BACK ON..


Malam itu, seperti janji Brian pada lio. Brian datang ke apartemen lio sendirian. Namun Brian tidak tau kalau Rora melihat nya masuk ke Gedung apartemen itu.


Brian segera menuju unit milik lio. Baru saja pintu apartemen nya terbuka, lio langsung menghambur dan memeluk Brian dengan erat. "Kak lio kangen kak bri." Ucap lio manja.


"Kakak juga kangen sama adik kecil yang manis ini." Ucap brian sambil mengacak rambut lio. Lio membawa bri masuk ke dalam apartemen nya.


Sementara itu, Rora mengerutkan kening nya melihat interaksi antara lio dan bri. Rora tau kalau lio itu adik bri, namun tatapan lio bukan lah tatapan sayang ke pada seorang kakak, namun tatapan lio seperti tatapan cinta pada seorang pria.


Lama Rora menunggu Brian keluar dari apartemen liona, Bahkan Rora juga sudah berusaha menghubungi ponsel Brian. Namun panggilan Rora tidak diangkat.


Setelah Tiga jam menunggu, Roraakhirnya menghubungi Syila dan Enzo. Tak lama Syila dan Enzo datang ke apartemen lio.


"Ada apa Rora??" Tanya Syila pada calon menantunya itu. "Aunty, tadi Rora ngikutin Brian ke apartemen lio, tapi sudah tiga jam Brian belum keluar juga. ponsel nya juga nggak aktif." Ucap Rora.


OKE KELANJUTAN NYA DI NEXT PART KARENA AUTHOR SUDAH NGANTUK 😴