Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Gagal menemui syila


Malam harinya, Enzo datang ke kamar lio.. Enzo melihat keponakan nya itu sedang memainkan mobil remote kesayangan nya..


"Uncle ".. Ucap lio saat melihat Enzo yang sudah berdiri di depan kamar nya..


Enzo segera mendekat ke arah lio, kemudian Enzo menggendong lio dan mendudukkan nya di atas ranjang.. " Lio uncle boleh bertanya sesuatu pada lio?? "..Ucap enzo sambil mengelus pelan rambut panjang lio..


" Tentu saja boleh ".. Jawab lio..


" Lio bagaimana pendapat lio tentang aunty syila?? ".. Tanya Enzo..


" Pendapat lio tentang aunty syila?? ".. Lio mengulangi pertanyaan Enzo.. Enzo dengan cepat menganggukkan kepala nya..


" Aunty syila itu wanita terbaik yang pernah lio temui.. Aunty selalu berbicara lembut, ngelus kepala lio.. Menasehati lio, pokok nya aunty syila tu baik banget ".. Ucap lio.. Lio tidak bisa mengucapkan satu persatu kebaikan syila pada nya..


" Lalu bagaimana dengan aunty bella?? ".. Tanya Enzo.. Sebenar nya Enzo sudah tau jawaban nya, tapi Enzo ingin mendengar lio mengungkapkan langsung pada nya..


Lio menggelengkan kepala nya..


" Kenapa??".. Tanya Enzo..


"Lio nggak suka pada untuk bella uncle, Aunty bella tidak pernah bersikap baik pada lio.. Aunty bella selalu menatap tajam lio.. Di saat uncle tidak ada aunty bella pernah membentak lio.. Dan dia juga mengancam lio, dia bilang lio tidak boleh mengadukan perbuatan nya pada uncle ".. Ucap lio..


" Lalu apa lagi yang dia katakan pada lio?? ".. Tanya Enzo.. Hati Enzo benar benar panas mendengar perkataan lio.. Jujur Enzo sangat menyesal pernah mengenal wanita licik seperti bella.. Enzo juga menyesal membenci wanita sebaik syila demi wanita seperti bella..


"Aunty bilang lio —L.. lio menyusahkan uncle, lio cuma beban di dalam kehidupan uncle.. Jika lio tidak ada makan uncle bisa hidup bahagia bersama aunty bella ".. Lio menundukkan kepala nya.. Bahkan gadis itu sampai menangis saat mengucapkan hal itu.


" Apa benar semua yang dikatakan aunty bella uncle?? ".. Tanya gadis kecil itu sambil sesegukkan..


" Tidak, tidak sama sekali.. Uncle sangat sangat sayang pada lio ".. Enzo segera memeluk lio.. Bahkan pria itu ikut menangis bersama lio.. Entah kenapa kalau sudah bersama lio Enzo menjadi seorang pria lemah.. Enzo selalu teringat pada kakak nya..


" Lio uncle minta maaf ya nak ".. Enzo menggenggam kedua tangan mungil lio..


Gadis kecil itu menganggukkan kepala nya..


" Lio mau tidak kalau aunty jadi aunty lio?? ".. Tanya Enzo pada lio..


" Maksud uncle?? ".. Tanya lio dengan suara sedikit serak..


" Mau uncle".. Lio mengangguk penuh semangat.. "Uncle serius kan?? ".. Tanya lio..


Enzo menganggukkan kepala nya sebagai jawaban dari pertanyaan lili..


" Ya sudah sekarang lio siap siap ya, kita ke rumah aunty syila ".. Ucap Enzo..


" Baik uncle ".. Lio segera turun dari ranjang nya, kemudian lio berlari menuju lemari untuk mengganti pakaian nya..


Tak lama gadis kecil itu sudah siap dengan pakaian yang sudah rapi.. Lio begitu bahagia karena sebentar lagi syila akan menjadi aunty nya.. Dan mereka akan tinggal serumah..


*


*


Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju perumahan tempat syila tinggal..


" Ye sebentar lagi aunty akan tinggal bersama kita.. Ben juga, kak bri juga "..


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya mereka sampai di perumahan xxx.. Mobil Enzo berhenti tepat di depan rumah syila.. Aneh nya rumah itu terlihat gelap dan sepi..


Enzo dan lio segera keluar dari mobil nya..


Tok.. Tok.. Enzo mengetuk pintu rumah itu..


Namun pintu nya tidak di buka.. Beberapa kali Enzo mencoba mengetuk pintu nya, tapi tetap saja tidak ada yang membuka nya..


" Selama malam!! ".. Sapa seseorang dari arah belakang Enzo..Enzo dan lio segera membalikkan badan nya..


" Maaf menganggu tuan, saya lihat anda sedari tadi mengetuk pintu rumah ini.. Saya ingin memberi tahu kalau pemilik rumah ini sudah pindah sekitar seminggu yang lalu ".. Ucap sang penjaga perumahan itu..


" Pindah?? ".. Tanya Enzo..


" Kalau saya boleh tau, mereka pindah ke mana ya pak?? ".. Tanya Enzo..


" Ohh kalau itu saya tidak tau tuan ".. Jawab nya..