Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Kejutan spesial


Selama satu minggu ini syila bolak balik ke Jakarta untuk menemani Enzo terapi. Namun hasil nya tidak ada, Enzo benar benar tidak mengingat nya sama sekali.Setelah mengantar Enzo ke ruang rawat nya, kini syila duduk di kursi tunggu yang ada di lorong rumah sakit itu.Syila terdiam, ia masih memikirkan rencana ke depan nya.Apakah syila harus melepas Enzo.


"Syila ".. Panggil mommy Enzo. Wanita paru baya itu pun duduk di samping nya.Syila menatap pada mommy Enzo dengan senyuman manis nya." Aunty baru datang, makasih ya. Aunty nggak sempat nemenin Enzo terapi ".Ucap aunty.


" Iya nggak papa aunty "..


" Aunty, mulai besok dan seterusnya mungkin syila nggak bisa nemenin Enzo terapi lagi aunty "..Ucap syila sambil mengalihkan pandangan nya menatap kosong pada dinding berwarna putih di depan nya.


" Kenapa?? ".Raut wajah wanita paru baya itu berubah menjadi sedih.


" Syila akan pindah tugas lagi aunty. Dan tempat nya lebih jauh. Jadi syila nggak bisa bolak balik buat nemenin Enzo terapi ".Ucap syila berbohong. Nyatanya syila ingin menyerah mempertahankan Enzo. Syila merasa kalau Tuhan Tuhan memberi peringatan pada nya, kalau ia dan Enzo tidak akan bisa bersama.


" Kalau memang begitu tidak apa, tapi aunty berharap kamu bisa datang sesekali untuk melihat Enzo. Nanti aunty akan menyuruh axel menjemput kamu ".. Ucap mommy Enzo yang kembali tersenyum menatap syila..


*


*


Siang itu syila berjalan dengan langkah berat nya meninggalkan rumah sakit itu. Mulai sekarang syila tidak akan memikirkan tentang Enzo. Tapi syila berharap Enzo bisa bahagia bersama wanita lain nantinya.Dan syila ingatan Enzo tidak pernah kembali karena kalau sampai itu terjadi syila yakin Enzo akan mencari nya..


Sekarang syila tinggal fokus pada kedua anak dan juga pekerjaan nya..


Syila mengendarai mobil nya menuju kuningan.Sekitar tiga jam kemudian, syila pun sampai di kuningan..


" Mommy lihat" ben menunjuk pada kakak nya yang kedua tangan nya di sembunyikan di belakang.


"Bri nyembunyiin apa dari mommy ha?? ".. Tanya syila sambil mendekat ke arah brian..


Brian segera memperlihatkan pada mommy nya sebuah mendali emas dan juga sertifikat.


" Bri menang OSN mommy ".. Ucap bri sambil tersenyum bahagia..


Syila segera menghambur memeluk putra sulung nya itu dengan erat.Syila benar benar bangga pada anak nya yang jenius itu."Nak kamu hebat sekali. Mommy benar benar bangga sama kamu ".Ucap syila sambil mengelus pelan kepala brian.Sementara ben tersenyum melihat interaksi mommy dan kakak nya. Ben tidak berniat untuk menggangu mereka yang sedang berpelukan..


" Semua ini karena mommy , karena dukungan dan doa mommy. Bri benar benar beruntung memiliki mommy".. Bri semakin mengeratkan pelukan nya pada syila.


"Anak mommy benar benar hebat ".. Syila mencium kening brian.


" Ini untuk mommy ".. Bri mengalungkan mendali emas itu pada syila.


" Ohh iya nanti uang nya juga untuk mommy. Dan beberapa bulan ke depan, mungkin bri akan sibuk. Bri terpilih untuk melanjutkan OSN tingkat nasional mommy ".Ucap brian.


Syila benar benar tidak bisa berkata kata lagi. Sulit untuk syila mengungkapkan nya. Syila hanya bisa menangis haru.Syila bangga karena sudah berhasil mendidik anak nya dengan baik.


" Mommy akan mendukung bri. Apa pun hasil nanti nya, jangan pernah menyerah ya nak. Menang atau kalau itu sudah biasa. Yang terpenting adalah tekat yang kuat ".Ucap syila sambil tersenyum menatap anak nya itu ..