Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Membohongi lio


"Nona ayo makan dulu, sedikit saja ".Pujuk Ayla.. Lio menggelengkan kepalanya.. " Tidak mau, lio cuma mau ketemu sama aunty Syila ".Ucap lio..


" nona makan dulu, nanti bibi akan bawa nona bertemu dengan aunty ".. Tidak ada cara lain..Ayla harus membohongi lio demi kebaikan lio .


Lio membalikkan badan nya menatap pada ayla.. "Benarkah??.. Bibi tidak membohongi lio kan?? "..Lio ingin mastikan apa yang di katakan ayla tidak bohong.. Selama ini ayla tidak pernah berbohong pada lio, itulah mengapa lio selalu mempercayai ayla..


Ayla menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan lio.. Lio segera mendudukkan badan nya lalu ia menyandarkan kepala nya pada headboard .


Ayla tersenyum menatap lio.. " Nona maaf kali ini bibi harus berbohong".Batin ayla.. Ayla menyuapi lio makan sedikit demi sedikit..


"Bibi sudah!!, Lio sudah kenyang ".. Ucap lio..


Ayla segera memberikan lio minum..


"Sekarang minum obat lagi, setelah itu nona kembali istirahat ".. Ucap ayla.. Tanpa sadar ayla mengucapkan sesuatu yang membuat lio ragu dengan perkataan ayla yang tadi..


" Istirahat??.. Tapi tadi bibi bilang bibi akan membawa lio bertemu aunty setelah lio makan dan minum obat ".. Ucap lio..


" Ohh i..ya bibi hampir lupa ".. Ucap ayla dengan sedikit gugup..


Lio segera meminum obat yang di berikan ayo pada nya.. Lio memicingkan mata nya.. " Bi obat nya pahit sekali ".. Lio segera meminum air putih sebanyak banyak nya..


" lio sudah makan dan minum obat. sekarang ayo kita ke rumah aunty bibi ".. Wajah lio terlihat bersemangat.. Ayla merasa bersalah karena sudah membohongi lio..


" Nona tunggu di sini sebentar bibi mau keluar dulu".. Ayla segera berjalan keluar dari kamar lio..


Ayla mencari cari keberadaan enzo.. Dan akhirnya ayla menemukan enzo di ruang tengah.. "Tuan muda ".. Panggil ayla..


Enzo segera mengarahkan pandangan nya pada ayla.. " Tuan muda nona sudah makan dan meminum obat nya ".. Ucap ayla..


Sebuah senyuman muncul di balik wajah dingin enzo.. " Tapi —.. Ayla tidak melanjutkan ucapan nya..


" Tapi tuan muda saya berbohong pada nona tuan.. Saya bilang saya akan mengajak nya bertemu nona syila kalau nona mau makan dan meminum obat nya.. Dan sekarang nona sedang menunggu saya".. Ucap ayla..


Enzo menghela nafas kasar.."Bisa kah tuan muda membantu saya.. Saya takut nona marah pada saya ".. Ucap ayla..


" Baiklah.. Terima kasih ayla ".. Ucap enzo..


*


*


Lama lio menunggu ayla kembali..


Cek lek..


Lio tersenyum lebar saat mendengar pintu kamar nya terbuka.. Tapi dengan segera senyuman itu hilang saat ia melihat siapa yang datang.. Bukan ayla melainkan enzo..


Lio memasang wajah datar saat melihat uncle nya.. " Di mana bibi ayla?? ".. Tanya lio..


" Bibi ayla sedang membereskan dapur ".. Jawab enzo.. " Pasti uncle yang menyuruhnya kan?? ".lirih lio..


" Tidak".. Ucap enzo..


"Uncle tadi bibi sudah janji untuk bawa lio ke rumah aunty ".Ucap lio..


" Bibi ayla tidak pernah berbohong pada lio.. pasti bibi ayla akan bawa lio ke rumah aunty ".. Ucap lio..


" Iya tapi sepertinya bibi tidak bisa menepati janji nya kali ini.. Motor bi ayla rusak jadi dia tidak bisa bawa lio ke rumah aunty ".. Enzo berusaha untuk berbicara tenang.. ia berusaha mengendalikan emosinya..


" Sudahlah.. Lio sudah tidak percaya lagi pada uncle ataupun bibi.. Uncle dan bibi sama saja,kalian hanya bisa membohongi lio ".. Lirih lio.. Lio menarik selimut hingga menutupi leher nya, kemudian lio membalikkan badan nya membelakangi enzo..