Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
S2 Perubahan lio


D-2 sebelum tunangan ..


Brian dan kelurganya sedang menyiapkan semua keperluan untuk tunangan . Ya beberapa hari yang lalu, Brian bersama mom dan dad nya sudah datang ke rumah rora untuk melamar rora. Dan tentu saja niat baik Brian di Terima dengan sangat baik oleh kedua orang tua rora. Begitu juga dengan rora. Rora sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi istri dari Brian gabriel pria yang sangat Rora cintai.


Mereka menyiapkan semua nya di taman belakang mansion xavier. Dekorasi yang serba putih terlihat sangat indah dan elegan.


Sebuah papan yang sudah di dekor seindah mungkin, bertuliskan nama Brian gabriel & Aurora carolin. Brian tersenyum menatap tempat itu. Rasa nya Brian sudah tidak sabar bertemu dengan Rora dua hari ke depan.


"Cie cie yang bentar lagi mau nikah!." Ben menggoda kakak nya itu. "Iya dong, emang nya kamu.Punya pacar aja nggak." Ucap brian menertawai ben."Nggak pacaran bukan berarti nggak laku ya, Ben tidak pacaran karena menjauhi zina."Ucap ben sambil tersenyum miring.


"Ohh iya, kamu liat lio nggak??. Dari pagi kakak nggak ada liat lio." Guman brian.


Ben juga merasa aneh pada lio. Beberapa hari belakangan lio sering pergi pergian tanpa memberi tahu nya. Padahal jam kuliah tidak terlalu padat, tapi lio sering pulang larut malam."Tidak, ben juga bingung. Setau ben mata kuliah lio tidak terlalu pada."Guman ben.


"Nanti ben cari lio ke apartemen.Tapi tidak mungkin biasa nya jika hanya ada masalah baru lio ke apartemen." Guman Ben.


"Biar kakak aja yang cari lio." Ucap Brian sambil tersenyum. Brian yakin pasti ada masalah dengan percintaan lagi. Namun aneh , biasanya jika ada masalah lio akan datang pada nya. Namun kali ini lio lebih memilih berdiam diri di apartemen. Apa kah masalah lio kali ini sangat rumit sehingga lio tidak mau bercerita pada Brian.


Di sisi lain..


Lio mengambil ponsel di atas ranjang nya. Kemudian lio menelpon seseorang.


Tak lama menunggu panggilan lio pun tersambung.


"Halo lio, lio dimana??."Tanya bri tanpa basa basi lagi.


Namun yang bri dengan hanyalah suara isak tangis saja.


" Kak, hati lio sakit kak."Ucap lio yang masih terisak.


"Kenapa masalah kai lagi?. Kata nya udah move on tapi kok masih di tangisin??." Ucap Brian sambil tersenyum tipis.


"Bukan kak, ini bukan masalah kai. Lio benar benar sudah move on dari kai.Hati lio sakit karena sebentar lagi pria yang lio cintai akan menjadi milik orang lain. Lio tidak bisa menerima nya kak. Bertahun tahun lio menyimpan perasaan pada nya. Bahkan lio sudah berusaha menjalin hubungan dengan banyak cowok. Namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa melunturkan perasaan cinta lio pada pria itu kak." Ucap lio dengan suara lirih nya.


"Siapa pria beruntung yang sudah mencuri hati putri kecil kakak?. Kamu bilang sama kakak siapa dia. Mana tau kakak bisa bantu." Ucap Brian.


"Nanti jam delapan malam kakak datang ke apartemen lio ya.Jangan beritahu siapa pun tentang hal ini. lio cuma mau cerita sama kak bri. Lio percaya sama kak bri, dan lio berharap kak bri tidak menceritakan nya pada mommy ataupun ben." Ucap lio.