
"Bagaimana?? Apa kau sudah berhasil menemukan bukti yang kuat??. Aku ingin segera memusnahkan bajingan itu. Aku sudah muak melihat wanita ****** ini yang terus menempel pada ku ".. Ucap seorang pria dengan kedua tangan yang terkenal erat.
" Belum tuan, Saya perlu beberapa hari lagi untuk memastikan semua nya. Saya sudah menemukan buktinya, tapi semua nya belum pasti ".Jawab pria yang kini duduk di depan pria yang menatap tajam pada nya.
" Aku ingin secepat nya mendapatkan buktinya. Aku mau bajingan itu segera mendekam di penjara ".. Ucap nya sambil menggebrak meja..
*
*
Siang harinya,
Seorang wanita cantik mengenakan pakaian seksi dengan pede nya berjalan masuk ke dalam perusahaan xavier. Wanita itu membawa rantang dua tingkat di tangan nya. Sementara itu para karyawan di perusahaan xavier menatap tak suka pada wanita seksi yang tak lain adalah Bella.
Bella segera masuk ke dalam ruangan Enzo tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.. " Siang Enzo ".. Sapa bella sambil berjalan mendekat ke arah Enzo.
" Aku bawakan makan siang untuk mu, Ini aku yang masak sendiri loh".. Ucap bella sambil meletakkan rantang itu di hadapan Enzo. Enzo tersenyum melihat nya. Tanpa berpikir panjang Enzo memakan masakan bella..
Saat bella sedang tidak melihat nya, Enzo pun mengeluarkan sebungkus bubuk putih dan menuang nya ke dalam masakan bella..
"Kenapa rasa nya asi?? ".. Guman Enzo sambil mengeluarkan makanan dari dalam mulut nya. Enzo segera berkumur di wastafel. Rasanya Enzo baru saja memakan larutan garam. " Apa??.. asin bagaimana bisa?? ".. Bella segera mengenakan makanan yang tadi ia bawa.
Bella juga berlari menuju wastafel untuk memuntahkan makanan di dalam mulut nya.
" Kenapa bisa seasin ini??. Padahal aku membelinya di restoran bintang lima "..Guman Bella dengan pelan, namun telinga tajam Enzo dapat mendengar perkataan Bella.
" Jadi kau membeli nya??. Tapi tadi kau bilang kau yang memadai semua nya ".Ucap enzo yang berhasil membuat Bella salah tingkah.
...🍁🍁🍁...
Sore hari nya , sebelum pulang Enzo menyempatkan diri untuk menjemput brian.
Kini Enzo sedang menunggu di depan sebuah sekolah menengah atas sambil menatap anak anak yang keluar dari sekolah itu satu persatu..
Setelah menunggu cukup lama akhirnya Enzo melihat seorang anak laki laki tampan dengan kaca mata bening nya. Anak laki laki itu mencari cari mobil milik mommy nya.
" Brian!! ".. Panggil Enzo sambil membuka kaca mobil nya. Mendengar nama nya di panggil Brian pun melihat ke sumber suara. Anak laki laki itu menarik sedikit sudut bibir nya sehingga membentuk senyuman tipis. Brian segera berlari menuju mobil Enzo.
" Uncle, mommy mana??".. Tanya Brian pada Enzo. "Mommy bri lagi sibuk jadi dia minta tolong pada uncle buat jemput bri ".Jawab Enzo.
Tanpa banyak bicara bri pun masuk ke dalam mobil Enzo."Uncle udah lama nunggu ya?? ".Guman bri sambil menatap pada Enzo. " Tidak uncle baru saja sampai ".Jawab Enzo.
" Jam berapa uncle ke sini??. Uncle membawa mobil dengan kecepatan berapa?? ".. Tanya bri sambil mengeluarkan buku kecil dan bolpoin kesayangan nya.
Bri mencatat semua nya lalu ia memperhitungkan nya. Satu lembar buku kecil itu di penuhi oleh rumus. " Selesai, uncle menunggu bri selama tiga puluh menit ".. Ucap bri sambil menarik lembaran itu dan memperlihatkan nya pada Enzo..
Enzo hanya bisa terdiam melihat deretan rumus. Enzo merasa jadi orang bodoh karena tidak mengerti pada rumus yang di tulis bri.
" Bri boleh uncle tau berapa IQ mu?? ".. Tanya Enzo.. "160".. Jawab Brian dengan santai nya. Tahun depan bri akan lulu. Anak laki laki berumur 16 itu akan masuk ke perguruan tinggi di luar negri dengan jalur prestasi..
Seharus nya sekarang bri masih kelas 1 sma, namun karena iq nya yang tinggi bri di loncat kan ke kelas dua belas. Dan beberapa bulan lagi bri akan lulus..