
Sudah dua hari lio demam.. Dan sampai sekarang suhu tubuh lio belum berkurang sedikit pun..
Enzo sudah beberapa kali membawa lio ke rumah sakit.. Namun tetap saja demam nya tidak turun..Lio juga tidak mau makan..
"Tuan muda saya rasa kita harus mempertemukan nona lio dan nona syila ".. Ucap axel.. Enzo menggelengkan kepala nya..
" Tuan muda ini bukan waktu nya untuk bersikap egois.. Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari ".. Tegas axel..
Enzo terdiam..Enzo bingung dengan dirinya sekarang.. Pikiran dan hatinya bertolak belakang.. Dari hati Enzo yang paling dalam, ia ingin mempertemukan lio dengan syila..
" Kau panggil wanita itu, suruh dia menemui lio.. Tapi hanya sebentar.. Aku tidak ingin lio sampai terpengaruh oleh wanita itu ".. Ucap enzo..
Axel menarik sedikit sudut bibir nya.. Axel berlari menuruni tangga dan langsung menuju pintu keluar mansion xavier..
Axel mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju perumahan tempat syila tinggal.. Tak berapa lama, akhirnya mobil axel berhenti tepat di depan rumah milik syila..
" Permisi “..Ucap axel sambil mengetuk pintu rumah syila..
Cek.. lek.. Pintu rumah itu terbuka menampakkan seorang anak kecil.. Ia menatap lekat wajah axel.. "Uncle, Mau cari siapa?? ".. Tanya anak kecil yang tidak lain adalah ben..
" Ben, mommy nya ada?? ".. Tanya axel dengan lembut.. Ben menganggukkan kepala nya.. " Tunggu sebentar ya uncle ".. Ucap ben..
Axel menganggukkan kepala nya.. Ben segera berlari masuk dan menghampiri syila yang sedang asyik menonton TV..
" Mommy!! ".Panggil ben..
" Ya ".. Jawab syila tanpa mengalihkan pandangan nya..
" Mommy di depan ada uncle, dia mau bertemu dengan mommy ". Ucap ben..
" Uncle?? ".. Syila mengerutkan kening nya..Tidak mungkin kan Enzo datang ke rumah nya..
Ben menggelengkan kepala nya.. " Bukan".. Jawab lio..
Syila segera berjalan mengikuti langkah ben menuju pintu keluar.. Syila melihat seorang pria dengan setelan jas.. Pria itu segera membalikkan badan nya saat mendengar suara langkah kaki..
"Axel ".. Ucap syila..
" Selamat siang nona, maaf saya menganggu waktu anda ".. Ucap axel..
Syila mempersilahkan axel duduk di kursi yang ada di teras rumah nya..
" Ada apa?? ".. Tanya syila..
" Ada hal penting yang ingin saya bicarakan"..
"Nona, nona lio mengalami demam tinggi.. Dan sudah tiga hari demam nya tidak turun.. Tuan Enzo sudah beberapa kali membawa nona ke rumah sakit, tapi sampai sekarang suhu badan nona belum juga turun ".. Ucap axel..
" Nona lio terus menyebut nama anda.. Dan tujuan saya kesini ingin menjemput anda.. Karena nona lio benar benar ingin bertemu dengan anda.. Dan saya harap nona bersedia ikut dengan saya ".. Ucap axel..
Syila menggelengkan kepala nya dengan cepat.. " Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan menginjakkan kaki ku di mansion xavier "..Tegas syila..
" Nona saya mohon!!, Hanya kali ini saja.. Saya tau anda dan tuan muda bermasalah.. Tapi tolong ini semua untuk nona lio.. Bukan untuk tuan Enzo.. Nona lio benar benar merindukan anda "..
" Tidak!! ".. Syila bersikeras dengan keinginan nya.. Walaupun hati syila menginginkan agar ia pergi melihat lio..
" Saya takut terjadi sesuatu pada nona lio.. Sudah dua hari ia tidak mau makan..Ia akan makan kalau nona syila yang menyuapi nya ".. Ucap axel berbohong.. Tidak ada jalan lain selain berbohong..
Hati syila tersentuh mendengar ucapan axel.. Dan pada akhirnya syila pun ikut bersama axel..