Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Perasaan berbeda


Tidak menunggu waktu lama, kini semua nasi yang ada di piring itu sudah habis tanpa sisa..


"Habis "..Ucap syila sambil memperlihatkan pada lio piring kosong di tangan nya..


" Tapi aunty, lio masih lapar.. Lio mau nambah lagi "..Ucap lio.. Axel sangat terkejut mendengar permintaan lio.. Dan tanpa berpikir panjang axel segera memanggil ayla dan meminta ayla untuk membawa nasi dan lauk ke sukaan lio..


Ayla awal nya juga tidak percaya, tapi setelah ia melihat sendiri baru lah ia percaya.. Ternyata memang hanya syila yang bisa membujuk lio..


"Lio lapar banget ya?? ".. Tanya syila sambil tersenyum.. " Iya aunty,Kalau bisa setiap hari lio ingin aunty yang menyuapi lio makan. Tapi kalau aunty capek tidak apa lio bisa makan sendiri tapi aunty harus menemani lio ".. Ucap gadis itu.. " Kalau bisa aunty juga ingin seperti itu sayang ".. Jawab syila..


Tak lama ayla datang dengan membawa nampan baru yang berisi nasi dan juga minum untuk lio..


" Senang ya nona, bisa bertemu dengan aunty nya?? ".. Tanya ayla sambil tersenyum menatap lio.. Lio menganggukkan kepala nya dengan bersemangat..


Cek lek.. Tiba tiba saja pintu kamar lio terbuka.. Enzo muncul dari balik pintu dengan raut wajah datar.. Enzo benar benar tidak suka dengan keberadaan syila.. Namun Enzo berusaha menahan emosinya di depan lio..


Syila tidak menghiraukan keberadaan Enzo.. Wanita itu hanya sibuk pada lio, syila kembali menyuapi lio makan.. Begitu juga dengan axel, axel tidak peduli pada Enzo yang kini sudah berdiri di samping nya.. Axel menarik sedikit sudut bibir nya membentuk sebuah senyuman.. Hal yang sangat jarang di lihat.. Seorang axel tersenyum..


" EHemm".. Enzo berdehem sambil melemparkan tatapan datar nya pada axel.. Namun axel tetap saja tidak menggubris Enzo..


Tak lama piring di tangan syila sudah kosong.. Syila pun tersenyum menatap lio.. kemudian syila mengusap pelan kepala lio..


"Udah habis, mau nambah lagi?? ".. Tanya syila..


" Lio mau nambah lagi, tapi perut lio sudah kenyang aunty ".. Ucap lio sambil terkekeh pelan.. " Ya sudah sekarang lio minum obat ya , biar cepat sembuh"..


Ayla memberikan obat nya pada syila..


"Tapi aunty obat nya pahit, lio nggak mau minum obat nya ".. Lio menggelengkan kepala nya..


Dan akhirnya lio pun menuruti permintaan syila.. Lio memicingkan mata nya saat merasakan sensasi obat yang begitu pahit.


" Tidak apa nanti lio akan terbiasa minum obat nya ".. Ucap syila..


" Sekarang lio istirahat ya "..Tatapan lembut syila mampu membuat gadis kecil itu tenang..


Lio segera membaringkan badan nya..


" Aunty jangan pergi ya ".. Lirih lio.. Gadis kecil itu menatap lekat wajah syila.. Ia seakan tidak ingin memutus pandangan nya dari wanita yang ia sayangi itu..


"Iya aunty akan menemani lio sampai lio


tidur ".. Syila mengelus lembut kepala lio.. Tangan nan lembut mampu membuat gadis kecil itu mengantuk dan pada akhirnya lio pun tertidur dengan lelap..


Dari awal sakit ini untuk pertama kalinya lio tidur dalam keadaan tenang..


Sementara itu axel masih saja nyaman menatap wanita cantik di depan nya..


Mereka semua mendengar dengkuran halus yang berasal dari gadis kecil itu.. Syila menarik tangan nya..


Cup.. Syila mencium pipi lio dengan lembut..


" Nona hebat sekali".. Ucap axel dengan pelan..Syila segera menarik axel keluar dari kamar lio.. Dan tanpa sadar wanita itu saat ini memegang tangan axel..


DEG.. jantung axel berdetak dengan kencang saat merasakan jemari lembut syila menggenggam tangan nya..


Axel merasa ada sesuatu yang berbeda saat dirinya berada di dekat syila..Jantung nya berdetak dengan kencang..Axel juga tidak bisa menatap lama manik mata syila .


"Sekarang antar aku pulang ya ".. Ucap syila tanpa melepaskan pegangan tangan nya..