
Pagi harinya..
Seperti yang dikatakan brian kemarin, hari ini ia membawa lio keluar dari mansion xavier. Walaupun berat bagi enzo untuk melepaskan liona, namun sekarang liona bukan tanggung jawab nya lagi. Liona sudah menjadi tanggung jawab Brian sepenuh nya. Dan enzo yakin seratus persen, kalau bri bisa menjaga liona dengan baik.
Dan di sinilah mereka berada, di sebuah kawasan apartemen elit dimana salah satu dari unit apartemen itu adalah milik Brian.
"Seharus nya dulu dad membeli kan lio apartemen di sini. Tapi tidak karena dad bilang kita semua harus memiliki apartemen dengan letak yang terpisah." Ucap liona untuk membuka percakapan di antara mereka. Tapi sayang nya Brian sepertinya tampak tak peduli sama sekali dengan keberadaan liona di samping nya. Brian terus berjalan menuju lift.
Mereka menunggu beberapa saat, hingga pintu lift nya terbuka. Brian segera masuk ke dalam lift tanpa menghiraukan keberadaan liona. Lio cepat cepat menarik koper nya mengikuti Brian masuk ke dalam lift. Lio hanya memperhatikan jemari Brian yang menekan tombol lift menuju lantai tujuh. Mungkin unit milik Brian telah dapat di lantai tujuh. Seperti perkiraan liona, saat sudah di lantai tujuh lift itu pun terbuka. Brian kembali menarik koper nya keluar dari lift. Sama seperti saat masuk tadi, Brian lagi lagi tak memperdulikan keberadaan Liona.
"Kak bri tunggu!." Teriak liona.
Liona segera berlari mengikuti arah langkah Brian, hingga mereka sampai di sebuah unit yang mungkin adalah milik Brian. Brian segera mengeluarkan kartu milik nya untuk membuka pintu. Setelah pintu unit itu terbuka, Brian segera berjalan masuk tanpa mempersilahkan liona untuk ikut masuk bersama nya. Liona hanya bisa menghela nafas dalam. "Sabar liona, ini baru awal. mungkin kak bri masih kesal pada mu." Batin liona sambil menarik koper nya masuk ke dia apartemen Brian.
Akhirnya lio memutuskan untuk duduk di sofa ruang tengah. Baru saja mau duduk, Lio sudah di kejutkan dengan kedatangan Brian secara tiba tiba. "Ikut aku, aku akan mengantar mu ke kamar." Ucap bri.
"Aku, kamu?." Tanya Liona. Sejak kapan Brian mengganti panggilan nya. Biasa nya Brian menyebut diri nya 'Kakak, atau kak Bri' Dan menyebut liona 'Lio,atau liona '.
"Kenapa? ada masalah?, Kita sekarang bukan kakak adik lagi bukan?. Jadi jangan berharap untuk mendapat panggilan seperti dulu." Ucap Brian. Mungkin ucapan itu terdengar agak kasar di telinga liona, karena bisa nya lio hanya mendengar kata kata lembut yang keluar dari mulut Brian.
Lio hanya menghela nafas nya. Lagi lagi lio di buat terkejut saat tau kalau mereka pisah kamar. "Ini kamar kau, aku tidak ingin tidur dengan mu." Ucap bri to the poin. Bri tidak peduli kalau perkataan nya itu menyakiti liona. Yang penting bri merasa puas dengan perbuatan nya.
Lio hanya menghela nafas dalam. "Baiklah kak bri." Ucap liona sambil tersenyum. "Aku peringatkan pada mu, jangan pernah menginjakkan kaki mu di kamar ku. Karena hanya Rora yang boleh datang dan masuk ke kamar ku! Mengerti?." Tanya Brian dengan suara tinggi nya.