
Semakin hari hubungan syila dan enzo semakin dekat..Hari ini syila kembali bertemu dengan enzo untuk membahas tentang kerja sama mereka..Dan tanpa enzo sadari kini syila mulai memiliki rasa terhadap nya..Entah itu hanya rasa suka.. Atau lebih dari rasa suka.. Namun syila tidak membiarkan perasa an suka nya terus berkembang..
Syila takut kalau sampai ia mencintai enzo..Secara enzo sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi mereka juga akan menikah.. Jika di hitung, Mungkin pernikahan enzo dan bella hanya satu bulan lagi..
"Mommy, hari ini ben mau ke rumah uncle enzo. Boleh kan mommy?? ".. Ben menatap syila dengan raut wajah berbinar..
" Hari ini ben tidak sekolah. Ben bosan kalau seharian hanya bermain sendiri di rumah ".Ucap ben lagi..
" Tapi kan kak bri ada ".. Ucap syila.. Bagaimana bisa syila membatasi perasaan nya pada enzo kalau seperti ini..Semakin sering ben bermain di rumah enzo maka semakin sering pula syila berjumpa dengan enzo..
" Hahh kenapa aku bisa suka pada nya ".. Batin syila.. Menyukai seseorang yang sulit untuk di gapai itu rasanya sangat menyakitkan..
" Mom.. mommy!! ".. Panggil ben..
" Iya ".. Jawab syila saat lamunan nya buyar..
" Iya nanti ben minta tolong antar sama kak bri ya.. Mommy harus berangkat sekarang ".. Syila mencoba mencari alasan supaya ia tidak mengantar ben ke mansion enzo..
" Tapi mommy, Ben tidak mau di antar sama kak bri.. Kak bri bawak motor nya sangat lambat.. Pinggang bri jadi sakit karena naik motor dengan kak bri ".. Ucap ben..
" Lalu?? "..
" Ben mau sama mommy aja".. Ucap ben..
Syila menghela nafas nya..
Mau tidak mau syila harus mengantar ben terlebih dahulu..
*
*
"Mommy kenapa?? ".. Tanya ben..
Sedari tadi mommy nya hanya diam..
" Ha.. Memang nya mommy kenapa?? ".. Bukan nya menjawab pertanyaan syila malah bertanya balik..
" Tidak ada, Tapi mommy kenapa diam terus?? ".. Tanya ben .. " Tidak apa, Mommy lagi nggak pengen bicara ".Jawab syila.. " Mommy marah dengan ben?? ".. Tanya ben..
" Kenapa mommy harus marah ".. Ucap syila..
" Ben takut mommy marah karena sudah menganggu waktu mommy "..Ben menundukkan kepalanya..
" Tidak sayang, Mommy tidak akan marah hanya karena hal sepele seperti ini ".. Syila menatap lembut wajah ben.. " Ben tidak tau kalau mommy diam karena mommy sedang gugup ".. Batin syila..
Mobil syila berhenti telat di depan gerbang mansion Xavier.. " Ben mommy ngantar nya cuma sampai sini aja ya ".. Ucap syila..
Ben menganggu kan kepala nya..
" Siap mommy ".. Ben tersenyum lebar menatap syila.. " Nanti siang kak bri akan datang jemput ben "..
" Baik mommy ".. Ben menganggukkan.
" Ben selalu ingat pesan mommy ya.. Jangan menyusahkan orang.. Kalau di rumah orang harus sopan "..
" Siap mommy ".. Ben segera berjalan masuk meninggalkan syila yang masih mengawasi anak nya..
Setelah ben benar benar menghilang dari balik gerbang itu, Barulah syila kembali menjalan kan mobil nya..
Bertepatan dengan itu, Sebuah mobil Lamborghini aventador berwarna biru juga keluar dari gerbang itu.. Syila sedikit terkejut ketika mobil itu menyalip mobil nya..
" Mengagetkan saja ".. Guman syila.. Jantung syila serasa ingin copot..
*
*
Mobil Lamborghini berwarna biru terparkir rapi di depan sebuah bangunan besar..
Dua orang pria tampan dengan setelah jas berjalan keluar dari mobil itu..
Para karyawan wanita terus menatap enzo hingga pri itu menghilang dari balik pintu lift..
Ketampanan pria itu sulit di ungkap kan dengan kata kata.. Belum lagi kepintaran yang di miliki enzo..
" Axel apa ada jadwal pertemuan hari ini?? ".. Tanya enzo pada axel..
" Tidak ada tuan ".. Jawab axel..
" Baik lah, kau boleh pergi ".. Ucap enzo tanpa melihat asisten nya itu...
Axel segera keluar dari ruangan enzo..
Di sisi lain..
Ben sudah berada di dalam mansion enzo dan tentunya bersama lio.. " Ben kenapa ben baru datang sekarang???.. Dari kemarin lio nunggu ben datang.. Tapi ben nggak datang datang juga ".. Ucap lio sambil me manyun kan bibir nya..
" Ben baru bisa datang sekarang, Kan lio tau kalau ben sekolah, jadi ben hanya bisa datang ke sini saat libur..
"Ben main di kamar lio yuk ".. Lio menarik tangan ben menaiki anak tangga menuju kamar nya..
" Ben tunggu sebentar di sini ya ".. Lio segera masuk ke dalam ruang bermain nya meninggalkan ben yang masih berdiri..
Lio kembali dengan membawa sebuah toples bening.. " Ben lihat ini ".. Lio memperlihatkan toples bening yang berisikan dua ekor ulat..
" Lio juga punya dua ekor ulat".. Ucap gadis kecil itu dengan senyuman yang mengembang..
"Lio ketemu ulat ini di taman belakang.. Sebenar nya ada banyak, tapi lio cuma ambil dua.. Yang satu ben dan yang satunya lio ".. Ucap lio..
"Wah ulat nya cantik sekali ".. Kedua mata ben berbinar menatap dua ekor ulat itu.. " Ben mau?? .. Kalau ben mau ayo kita cari di taman "..
Ben menganggukkan kepalanya.. Lio kembali menarik tangan ben menuju taman belakang..
" Bagaimana dengan ulat ben kemarin??".. Tanya lio..
"Udah jadi kepompong ".. Jawab ben..
" Ben lihat itu ".. Lio menunjuk ke arah salah satu pohon melati mini yang di daun yang terdapat banyak ulat berwarna hijau..
" Ayo kita ambil ".. Lio mengambil seekor ulat berwarna hijau , lalu meletakkan ulat itu di atas telapak tangan nya.. " Lucu sekali ".. Ucap lio..
" Lio lihat ini ".. Ben meletakkan tiga ekor ulat di telapak tangan nya..
" Ini mommy ".. Ben menunjuk pada ulat yang berukuran paling besar..
" Ini kak bri ".. Brian menunjuk ulat kedua yang berukuran agak sedang..
" Dan ini ben ".. Ben menunjuk pada ulat terakhir..
"Nona sedang apa ".. Tanya ayla sang pengasuh lio..
"Bibi Ay lihat ini ".. Ayla memperlihatkan dua ekor ulat berwarna hijau pada ayla..
" Aaaahhkkkkk".. Ayla berteriak dengan keras..
"No.. Nona tolong jangan main ulat..Ulat itu berbahaya nona ".. Ucap ayla..
" Bibi kenapa?? ".. Tanya lio.. Ia begitu terkejut mendengar teriakan ayla..
" Bibi geli dengan ulat nona".. Jawab ayla..
"Benar kah?? ".. Senyuman jahil muncul di wajah gadis kecil itu.. Namun dengan cepat ben menahan langkah lio..
" Lio mau ngapain, Mau nakutin bibi ayla?? ".. Tanya ben.. Lio menganggukkan kepala nya..
" Nggak boleh, kata mommy kita harus sopan kepada orang yang lebih tua dari kita ".. Tegur ben..
Melihat kedua anak sedang berinteraksi itu ayla pun mengambil kesempatan untuk pergi dari tempat itu..
" Hehe, maaf lio nggak akan ngulangin lagi ".. Ucap lio.." Sekarang ayo kita lepaskan ulat ulat ini.. Ben nggak mau ngambil nya, Biar mereka bebas "..Ucap ben..