
Tok.. tok.. tok..
"Kak bri, ini Ze. Boleh Ze masuk?." Tanya zevana dari arah luar kamar brian. Brian segera berdiri dari duduk nya. Brian kemudian berjalan menuju pintu kamar nya dan membuka nya untuk gadis kecil itu.
Cek.. lek..
Bri melihat zevana berdiri di depan pintu kamar nya dengan senyuman yang mengembang."Kak bri gendong!"Ze mengangkat kedua tangan nya minta gendong pada Brian.
Brian segera menggendong Ze sambil tersenyum lebar. Bri benar benar gemas melihat zevana. "Kak lio"Guman Ze saat melihat liona duduk di sofa yang terdapat di pojok kamar brian. " Kak bri kenapa kak lio bisa di sini?"Tanya Ze dengan tatapan penuh intimidasi.
Lio segera menghampiri Ze. "Maaf ya kakak tidak bermaksud berada di sini. Kakak hanya butuh kak bri sebentar." Ucap lio sambil mengacak pelan rambut Ze. "Dad bilang kak lio nggak boleh dekat dengan laki laki sembarangan." Ucap Ze masih dengan wajah intimidasi nya.
"Ya ampun Ze. Kak bri ini kakak kita jadi apa salah nya kakak dekat dengan kak bri?." Kali ini lio mencubit pipi Ze karena terlalu gemas dengan perkataan gadis kecil itu. "Tetap aja nggak boleh"Ucap Ze sambil memeluk bri dengan posesif.
" Ya udah kalau gitu, kakak keluar deh".Ucap lio sambil tersenyum."Kak bri sekali lagi makasih banyak ya. Lio cuma datang di saat sedang sedih. Maaf ya kalau lio sudah membebani pikiran kak bri".Ucap lio sambil tersenyum tipis menatap Brian.
"Kak bri mommy menyuruh Ze untuk manggil kak bri. Mommy bilang ada hal penting yang mau di bicarakan dengan kak bri" Ucap Ze sambil menatap bri dengan wajah polos nya.
" Tapi mommy bilang dia cuma mau bicara berdua dengan kak bri.Ze tunggu kak bri di kamar kak ben aja".Ucap Ze.
Bri pun mengantar Ze ke kamar ben. Ze benar benar putri kecil yang sangat di sayang di mansion itu.Dari mulai wajah sampai cara bicara nya yang imut membuat penghuni mansion itu merasa gemas pada Ze.
Setelah mengantar Ze ke kamar ben, kini bri beranjak menuruni tangga menuju lantai 1di mana ruang keluarga berada.
Bri segera menghampiri mommy nya yang sedang menonton di ruang keluarga. "Mommy!" Panggil Brian sambil mendekat pada mommy nya. Bri duduk di sebelah mommy nya. "My, Ze bilang mommy manggil bri. Ada apa??"Tanya Brian sambil menatap mommy nya.
" Nggak ada yang serius. Mommy cuma mau tanya tanya aja."Guman syila sambil tersenyum. Senyuman wanita itu tidak pernah berubah."Bagaimana hubungan kamu dengan aurora?."Tanya syila sambil tersenyum menggoda.
"Ya baik, Rencana nya minggu depan bri mau melamar aurora." Ucap bri sambil tersenyum tipis. Bri sedang membayangkan bagaimana cantik nya aurora saat tersenyum."Mommy mendukung kamu. Mommy lihat kalian berdua itu benar benar cocok. Mommy juga suka dengan aurora. Dia itu cantik ramah dan juga baik."Ucap syila.
"Iya my"Ucap Brian.
Tanpa mereka sadari dari balik tembok seorang mendengar pembicaraan mereka. Ia meremas baju nya dengan kuat. Air mata jatuh di pipi nya saat mendengar pembicaraan dua orang itu.