
Enzo duduk di samping liona sambil menatap wajah keponakan nya itu. Wajah liona sangat mirip dengan kakak Enzo. Makanya Enzo selalu melindungi liona. Enzo tidak ingin kejadian itu terulang lagi.
Kedua mata lio perlahan terbuka. "Uncle!" Panggil lio. Ya lio yang sedari kecil sudah terbiasa memanggil uncle. Sangat sulit sekali bagi lio untuk mengubah panggilan dari uncle menjadi daddy. "lio uncle di sini." Ucap enzo sambil menggenggam tangan liona. Syila yang melihat itu ikut mendekat pada liona.
"Liona" Syila segera memeluk liona yang baru saja sadar dari pingsan nya. Sementara brian yang melihat nya merasa jengah. Brian tidak tau kapan drama menyebalkan ini akan berakhir. Pada akhirnya brian memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.
Namun baru beberapa langkah, brian mendengar suara seseorang menghentikan nya. "Brian tunggu!, ada yang mau dad bicarakan pada mu." Ucap enzo tanpa mengalihkan tatapan nya dari liona.
Brian menghela nafas dalam. Entah apa lagi yang di inginkan dad nya itu. "Ada apa dad?." Tanya Brian to the poin saat sudah berdiri tepat di sebelah daddy nya. Bahkan Brian sama sekali tidak tertarik untuk sekedar melirik lio ataupun bertanya keadaan nya saat ini. Brian tidak bodoh untuk tau apa penyebab lio menyayat pergelangan tangan nya. Namun, apapun alasan nya Brian menganggap orang yang mencoba untuk bunuh diri sebagai orang bodoh.
"Brian dad sudah membiarkan hal ini dengan mommy mu. Kami sepakat untuk menikahkan mu dengan liona." Ucap Enzo, namun kali ini Enzo memberanikan diri menatap pada keponakan dari syila tersebut.
Deg...
Deg...
Namun karena kejadian malam itu, kejadian di mana mom dan dad datang ke apartemen liona dan mengetahui apa yang terjadi, ben merasa sangat sedih. Namun ben bertekad untuk menikahi liona apa pun yang terjadi. Walaupun ben tau kalau ia akan menerima bekas kakak nya. Namun ben tidak peduli karena ia benar benar mencintai lio dan akan menerima liona apa adanya.
"Aku tidak mau!." Tolak Brian dengan tatapan dingin nya. "Ini bukan pilihan Brian, ini sudah jadi kesepakatan. Kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya . Bagaimana jika lio hamil?." Ucap dad Enzo yang mampu membuat seorang Brian mati kutu.
"Baiklah, aku akan menerima pernikahan ini. Namun sebelum itu, aku ingin kamu berdua melakukan visum. Setelah hasil nya jelas aku akan menikahi liona." Ucap Brian.
Hikss.. hikss..
Lio kembali menangis dengan kencang. "Lio malu, lio malu jika orang tau kalau lio sudah tidak gadis lagi. Lio tidak mau melakukan visum ini." Ucap liona sambil terisak.
Setelah menangis histeris, kini lio terdiam. Namun lio tiba tiba saja kejang dan kembali pingsan. "Lio, lio!." Panggil Enzo dan syila dengan perasaan khawatir nya. Syila bahkan melempar tatapan tajam nya pada Brian.
Syila menarik Brian keluar dari ruangan nya.