
Ruang keluarga..
Tampak Brian, Ben Dan Ze yang sudah berada di ruangan itu. Dan tentunya ada syila dan Enzo juga di sana. Namun ada satu orang yang belum datang sampai sekarang. Ya dia adalah Liona. Karena Liona tidak datang juga, akhirnya Enzo sendiri yang turun tangan untuk membawa keponakan nya itu turun ke lantai satu dan berkumpul di ruang keluarga.
Tok.. tok..
"Liona, ini Daddy." Ucap enzo sambil mengetuk pintu kamar Liona. Namun sayang nya tidak ada sahutan dari dalam kamar itu. Enzo kembali mencoba mengetuk pintu kamar Liona. Namun tetap saja tidak ada tanggapan dari sang pemilik kamar. Akhirnya Enzo menggunakan kunci cadangan untuk membuka pintu kamar Liona. "Lio dad masuk ya." Ucap enzo sebelum membuka pintu kamar lio.
Setelah mengucapkan itu, barulah Enzo membuka pintu kamar Liona.
Saat pintu kamar itu sudah terbuka, Enzo tidak mendapati keberadaan lio di sana. Enzo semakin mendekat ke arah ranjang Liona. Enzo mengerutkan kening nya saat melihat jemari dari balik ranjang Liona. Enzo semakin mendekat dan perlahan melihat lio tergeletak di atas lantai. Dan juga darah segar yang berceceran di lantai. Dan darah itu bersumber dari lengan kiri Liona.
"Liona ! " Enzo begitu terkejut pada apa yang di lihat nya. Enzo segera menggendong lio dan membawa nya keluar dari kamar itu. "lio apa yang lio lakukan??." Ucap enzo dengan perasaan yang sangat sangat khawatir.
Enzo segera masuk ke dalam lift menuju lantai satu. "Bertahan lah, Kita akan segera ke rumah sakit." Ucap Enzo. Perasaan khawatir terus saja menghampiri Enzo. Enzo merasa bersalah, karena beberapa hari kemarin ia bersikap cuek pada liona. "Liona maafkan dad dad tidak bermaksud bersikap seperti itu." Ucap enzo lagi.
"Axel siapkan mobil!." Teriak Enzo saat sudah berada di lantai dasar mansion nya. Enzo segera berlari keluar mansion nya sambil menggendong lio. Enzo bahkan tak memperdulikan yang lain nya.
"Lio!." Ucap ben saat melihat lio dalam gendongan Dad Enzo. Ben segera berlari mengikuti Dad Enzo. Begitu juga syila dan Ze. Namun berbeda dengan brian, brian tampak tak peduli pada kejadian itu.
Setelah Enzo masuk ke dalam mobil, Axel segera menjalankan mobil nya menuju rumah sakit. Sementara ben Syila dan Ze menyusul menggunakan mobil milik ben. "Mommy kak lio kenapa?." Tanya Ze pada mommy nya.
"Mommy juga nggak tau nak." Jawab syila dengan perasaan yang sama khawatir nya dengan Enzo.
*
*
Kini liona sedang di tangani di dalam ruang UGD. Sementara ben, syila dan Ze baru saja sampai karena mereka sempat terjebak macet.
"Hubby! " Panggil syila sambil menghampiri suami nya yang sedang terduduk di depan ruang UGD sambil menundukkan kepala nya.
"Hubby apa yang terjadi pada lio?." Tanya syila. "liona mencoba bunuh diri dengan menyayat lengan kiri nya." Jawab Enzo dengan suara bergetar. Rasa khawatir, sedih dan takut datang secara bersamaan. Bertahun tahun lamanya Enzo tinggal dengan lio, ini kali pertama nya Enzo merasa gagal merawat liona.
Syila membawa Enzo ke dalam pelukan nya.
Dari lorong UGD, tampak brian yang baru saja datang sambil berjalan dengan santai. Bahkan wajah brian tak menunjukkan ke khawatiran sana sekali.
"Kak bri!." Panggil Ze sambil menghampiri kakak nya itu.
OKE SAMPAI SINI DULU YA..
KALAU ADA TYPO TOLONG INGATKAN AUTHOR YA.