Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
S2 Permintaan ben


Sesampainya di kamar, lio langsung masuk dan mengunci pintu kamar nya dari dalam. Lio bahkan mengabaikan suara ketukan pintu dan panggilan dari ben. "lio, ini ben lio. Buka pintu nya lio." Ucap ben dengan perasaan khawatir. Ben takut kalau sampai liona nekat melakukan sesuatu pada dirinya sendiri.


"Ben pergilah!, lio mau nenangin diri dulu." Ucap liona sambil menahan tangis nya. Mendengar hal itu, ben bertambah sedih. Hati ben rasa nya sakit, ben seperti merasakan apa yang di rasakan lio saat ini.


Lio benar benar harus menenangkan diri nya terlebih dahulu. Rasa nya sangat sakit, saat brian lebih memilih Rora dari pada dirinya. Bahkan brian sambil bertekuk lutut memohon pada Rora. "Kenapa kak bri lebih memilih Rora?. Aku melakukan semua ini karena aku ingin menyelamatkan kak bri. Selain itu aku juga mencintai kak bri.. hiks.. hiks." Ucap liona sambil terisak.


Liona duduk di tepi ranjang nya. Sekarang tidak akan ada lagi orang yang membela nya. Mungkin bri saat ini membenci nya karena liona menjadi penyebab gagal nya pernikahan bri dan Rora. Namun lio tidak menyesal melakukan nya. Lio merasa kalau apa yang ia lakukan semua nya sudah benar.


"Aku ingin memberi tau semua nya pada kak bri, namun aku takut. Aku takut kak bri tidak mempercayai ku. Aku takut menerima kenyataan kalau kak bri lebih percaya pada wanita itu dari pada aku." Guman lio sambil mereka air mata nya.


Di sisi lain..


Ben kembali turun dari tangga menuju ruang keluarga, di mana hanya ada brian sendiri di sana dengan kedua mata yang terlihat sembab. "Kak bri! " Panggil ben dengan wajah dingin. Brian hanya menatap sekilas pada ben .


"Kak ben mau bicara." Ucap ben sambil menarik tangan kakak nya menaiki tangga menuju kamar nya. Sesampainya di kamar, Ben langsung mengunci rapat pintu kamar nya. "Ada apa lagi ben?."Tanya brian.


" Kak bri harus nikahi liona."Ucap ben to the poin. "Apa maksud kamu, kamu kan tau kakak punya tunangan." Ucap brian dengan tatapan tajam nya.


"Itu tidak akan terjadi." Ucap Brian dengan wajah datar.


"Kakak tidak bisa bersikap egois, kakak melanjutkan pertunangan dengan Rora. Lalu bagaimana dengan lio??. Setelah kakak merenggut kesucian nya lalu kakak ingin mengabaikan nya?? kak bri menganggap lio itu apa?, bagaimana jika kejadian itu sampai membuat lio hamil?." Ucap ben dengan suara yang terdengar sangat tegas. Walaupun ben lebih mudah, namun ben cukup dewasa untuk memikirkan kedepan nya.


"Semua itu bukan kehendak kakak ben, liona sudah menjebak kakak. Dia memasukkan obat ke dalam jus yang dia buat." Ucap Brian. Brian ingat betul saat di mana ia merasa pusing sesaat setelah meminum jus buatan liona.


"Tapi semua nya sudah terjadi kak, apa pun kebenaran nya. Kakak harus tetap menikahi liona." Ucap ben. "Kakak tidak akan menikahi lio, dan kakak akan tetap pada pilihan kakak. Kakak akan berusaha mendapatkan Rora kembali." Ucap Brian yang tetap kokoh pada pendirian nya.


"Baiklah kalau memang itu pilihan kak bri, jangan salahkan Ben, jika ben melakukan sesuatu pada wanita itu." Ucap ben dengan penuh ancaman.


Setelah itu ben membuka pintu kamar nya dan keluar dari kamar nya dengan perasaan kesal. Bagaimana tidak kesal, Brian terus saja memojokkan liona.


SEKARANG CERITA BRIAN, BEN DAN LIONA SUDAH ONGOING KEMBALI. SILAHKAN DI TUNGGU KELANJUTAN NYA.