
Syila menarik Brian keluar dari ruangan nya.
"mommy, kak bri!" Panggil Ze saat melihat dua orang itu keluar dari ruangan liona. Ya Ze tinggal di luar ruangan bersama pengasuh nya karena Ze tidak suka pada bau obat di dalam ruangan. Bahkan saat ini, Ze sampai memakai masker.
Syila hanya tersenyum sekilas pada putri kecil nya itu. Kini syila hanya fokus untuk membawa bri ke lorong sepi, di mana ia bisa berbicara hanya berdua dengan Brian.
Dan di sinilah mereka berada, di sebuah lorong yang begitu sepi. Hanya ada beberapa perawat yang lewat. "Bri sayang mommy??, Bri sayang Ze??." Dua buah pertanyaan terlontar dari bibir syila. "Tentu saja, bri selalu menyayangi mommy, apalagi Ze." Jawab Brian . "Bagaimana perasaan kamu, jika Ze berada di posisi liona??." Tanya Syila tampa mengalihkan pandangan nya dari Brian.
Brian hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari mommy nya. "Jawab Brian Gerald!." Sentak syila dengan tatapan tajam nya. "Mom tau kau itu sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan mu sendiri. Tapi ini bukan lagi tentang pilihan Brian. Ini tentang tanggung jawab. Kamu sudah merusak masa depan liona, dan kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah kamu perbuat." Ucap syila panjang lebar.
"Tapi mom Bri tidak mau menikah dengan liona. Bri cuma cinta sama rora mommy." Ucap Brian yang masih saja berusaha menolak permintaan mommy nya.
Di detik berikutnya, Brian di buat terkejut karena syila tiba tiba saja bertekuk lutut di hadapan Brian. Syila bahkan mengatup kedua tangan nya. "Apa yang mommy lakukan??." Brian membantu mommy nya untuk segera berdiri, Namun syila menepis tangan Brian.
"Mommy tidak tau bagaimana lagi cara agar kamu mau bertanggung jawab. Mommy tidak mau kamu di cap sebagai seorang yang tidak bertanggung jawab brian. Apalagi rora sudah tau semua nya. Hikss.. hiks.." Ucap syila memohon sambil terisak.
Salah satu hal yang paling di benci lio adalah tangisan mommy nya. Brian mensejajarkan tubuh nya dengan syila. Lalu tangan Brian terulur untuk menghapus air mata yang mengalir di pipi mommy nya. "Mommy jangan nangis, Bri mohon jangan lakukan hal ini hanya demi perempuan penjebak itu." Ucap Brian dengan suara bergetar.
Brian menarik nafas dalam. "Jika memang ini kemauan mommy, dan jika memang ini yang terbaik untuk kami berdua—
Brian kembali menarik nafas dalam.
" Bri akan menyetujui permintaan mom dan dad." Ucap Brian dengan rasa ragu yang terus mengganjal di hati nya. Dari hati yang paling dalam bri merasa bersalah.
...****...
Kini syila dan bri sudah berada di dalam ruang rawat liona. Lio belum sadar juga setelah mengalami kejang tadi. Dan seperti biasa Enzo lah satu satu nya orang yang setia menemani keponakan nya itu.
Syila mendekat pada Enzo, Syila kemudian menepuk pelan pundak Enzo dan langsung membisikkan sesuatu di telinga Enzo. Sesuatu yang membuat Enzo dapat bernafas dengan lega.
Sementara bri terus saja melempar tatapan datar nya, bahkan tatapan tajam pada liona yang masih tidak sadarkan diri.
"Aku tidak tau apa tujuanmu, tapi kau sudah berhasil menghancurkan hidup ku." Batin Brian sambil mengepalkan tangan nya dengan erat.