Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Kedatangan syila


"Ben, Brian ".. Panggil syila..


" Iya mommy ".. Jawab ben.. " Ben sayang mommy mau pergi bersama uncle axel.. Ben dan kak bri tunggu di rumah ya.. Mommy hanya sebentar ".. Ucap syila sambil mengelus lembut kepala ben..


Axel terdiam melihat perlakuan lembut syila pada anak nya.. Axel merasa tidak yakin jika syila yang menjadi perusak hubungan antara enzo dan bella.. " Sepertinya ada yang tidak beres, aku akan menyelidiki semua nya. Aku yakin tidak mungkin nona syila berbuat seperti itu ".. Batin axel..


" Mommy mau ke rumah uncle?? ".. Tanya ben. Syila menganggukkan kepala nya..


" Ben mau ikut mommy ".. Lirih ben..


" Ben mommy cuma sebentar, ben di rumah saja ya sama kak bri".. Pujuk syila..


Ben pun menganggukkan kepala nya..


"Mommy pergi dulu ya ".. Syila segera mengikuti axel masuk ke dalam mobil..


Jujur syila masih sakit hati dengan perkataan enzo tempo hari.. Dan berat bagi syila untuk datang ke mansion enzo..


Tapi bagaimana pun lio membutuhkan dirinya, dan syila tidak bisa bersikap se egois itu.. Sebagai seorang ibu ia sangat memahami posisi lio saat ini..


Di sepanjang perjalanan syila hanya diam sambil menatap kearah jalanan.. Tanpa sadar kini mobil axel sudah memasuki gerbang besar mansion xavier..Lamunan syila buyar saat axel memanggil nya..


" Nona ".. panggil axel..


" Ya ".. Jawab syila..


Syila baru tersadar kalau sekarang mereka sudah ada di depan mansion xavier.. Namun kaki syila rasanya sangat berat untuk melangkah..


Syila mengikuti axel masuk ke dalam mansion Xavier.. Baru saja melangkah masuk syila langsung saja mendapat tatapan tajam dari enzo.. Syila berusaha untuk tidak peduli pada tatapan itu.


Syila mengikuti axel memasuki lift untuk naik ke lantai dua..


Setelah sampai di lantai dua, mereka pun masuk ke dalam kamar lio..


Mendengar suara yang sangat familiar lio pun membalikkan badan nya melihat ke arah pintu kamar nya..


Gadis kecil itu tersenyum lebar melihat siapa yang kini berdiri di depan nya.. " Aunty!! ".. Lio segera turun dari ranjang nya.. Lio berlari ke arah syila..


Melihat hal itu, syila langsung berjongkok sambil merentangkan kedua tangan nya.. Gadis kecil itu memeluk syila dengan erat.


" Aunty lio kangen banget sama aunty ".. Lio memeluk syila dengan erat..


Syila dapat merasakan badan lio yang panas..


" Aunty juga".. Ucap syila sambil mengelus lembut kepala lio..


Syila menggendong lio, lalu mendudukkan gadis kecil itu di atas ranjang."Uncle axel bilang lio sakit dan tidak mau makan ".. Ucap syila.. Lio menganggukkan kepala nya.. " Lio tidak mau makan, uncle jahat. Uncle marah pada lio karena lio meminta aunty datang ke sini ".. Ucap lio sambil menangis di hadapan syila..


" Gadis kecil aunty nggak boleh nangis, kalau lio nangis nanti aunty nggak mau lagi ke sini ".. Ucap syila.. Lio langsung menghentikan tangis nya..


" Jangan nangis lagi ya".. Syila mengisap bekas air mata di pipi chubby lio..


"Uncle itu nggak jahat, apa yang uncle bilang memang benar. Aunty nggak bisa datang karena aunty sedang kerja ".. Ucap syila berbohong..


" Sekarang lio makan ya, biar aunty yang


suapi".. Syila mengambil piring yang berisi nasi dan lauk dari atas nakas.


Dengan bersemangat lio membuka mulut nya lebar lebar..


"Harus makan yang banyak biar cepat sembuh ".. Ucap syila..


Axel yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum.. Andai dirinya bisa mendapatkan istri seperti syila.. Wanita yang begitu lembut dan penyayang.. Jujur axel tidak pernah melihat keterpaksaan dalam diri syila saat melakukan sesuatu.. Sangat berbanding jauh dari bella mantan tunangan enzo..