Bukan Janda Biasa

Bukan Janda Biasa
Rencana Bella


"Kau itu sudah gila ya!!.. Mana mungkin aku kembali pada Enzo.. Jelas jelas Enzo mengetahui apa yang sudah kita perbuatan.. Kau tau siapa Enzo kan??.. Dia memiliki banyak kaki tangan ".. Tegas Bella..


" Aku tidak peduli Bella.. Jika kau mencintai ku aku mohon turuti permintaan ku.. Kali ini saja.. Aku tidak bisa melihat perusahaan yang di didirikan kakek ku susah kaya bangkrut begitu saja.. Kau pun pasti tidak ingin hidup melarat bersama ku kan?? ".. Eric menatap Bella dengan tatapan memohon.. Berharap wanita itu mengikuti keinginan nya..


" Aku tidak yakin Eric, tapi aku akan berusaha.. Aku akan mendekati mommy Enzo.. Karena kelemahan Enzo terletak pada mommy nya dan juga anak kecil yang bernama liona itu".. Ucap Bella.. Bella sedang membayangkan bagaimana bodoh nya mommy Enzo..


"Aku percaya pada mu sayang.. Aku harap semua nya berjalan dengan lancar ".. Eric memeluk Bella .. Mereka berpelukan dengan tubuh yang sama sama polos tanpa sehelai benang pun.. Mereka kembali melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda..


*


*


Di sisi lain, Enzo tersenyum bahagia saat Axel memberitahu pada nya kalau semua nya sudah beres.. Mereka tinggal membereskan Wanita ****** dan pria tidak tau diri itu..


" Kita harus bertindak secepatnya tuan".. Ucap axel.. "Tidak perlu axel, kita lihat dulu permainan mereka.. Aku yakin wanita ****** itu akan kembali kepada ku.. Dia akan mengemis untuk bajingan itu.. Sekarang tugas mu, Bawa mommy ku keluar negri.. Aku tidak ingin ****** itu menemui mommy ku dan menghasut nya ".. Ucap Enzo sambil melihat bingkai di depan nya di mana di sana tersemat foto Bella..


Enzo mengambil bingkai itu lalu melempar nya dengan kasar, hingga pecahan kaca berserakan di lantai.. Wajah Enzo terlihat datar dan tenang ..


" Baik tuan muda.. Saya harap anda tidak akan tergoda lagi oleh wanita itu ".. Ucap axel sebelum meninggalkan ruangan Enzo..


Axel tidak tau pasti apa rencana Enzo selanjutnya.. Tapi ia percaya kalau tuan muda nya itu pintar..


Di sisi lain, Tepat nya di sebuah perumahan yang tidak terlalu mewah.. Sebuah keluarga kecil sedang berkumpul di meja makan..


" Iya..Mommy masak sesuai permintaan ben dan bri ".. Syila mengelus kepala Enzo dan Brian bergantian.. " Makasih mommy, Mommy yang terbaik.. The best pokok nya ".. Brian tersenyum lebar menatap mommy nya..


Tanpa banyak bicara ben dan brian pun menyantap makan di atas meja itu.. Semenjak pindah kini kehidupan mereka terasa lebih damai.. Syila berharap tidak akan ada lagi pengganggu dalam hidup nya.. Syila sudah nyaman hidup dengan keluarga kecil nya.. Tanpa suami.. Tapi syila sudah memiliki dua orang jagoan yang kelak akan melindungi nya..


" Mommy!! ".? panggil ben..Lamunan syila buyar saat mendengar suara ben yang sedikit nyaring.. " Iya "..


" Kenapa mommy melamun??.. Ayo kita makan sama sama.. Atau mommy mau ben suapi?? ".. Ucap ben dengan wajah polos nya..


" Mau dong.. Mommy kan udah capek masak, sekarang giliran bri dan ben yang menyuapi mommy makan "..


" Sini mommy, biar bri suapi semur jengkol ".. Brian mengambil satu keping jengkol lalu masukkan nya ke dalam mulut syila..


" Enak kan mom?? ".. Brian tersenyum lebar menatap syila.. " Enak "..


" Sekarang giliran ben.. Sini mommy ben suapi ayam goreng.. Ayang goreng nya enak banget ".. Ben menyuapi sepotong paha ayam ke dalam mulut syila..


" Enak kak mommy?? "..


" Enak ".. Syila menganggukkan kepala nya..


" Masakan mommy kan emang yang paling enak ".. Ucap Brian..