Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Sebuah Rencana


Setelah memadamkan api, Jarvis menyusul Lindsey yang sudah menunggu di depan markas. Kemudian ia menutup pintu markas rapat-rapat sebelum keduanya masuk ke dalam mobil dan kembali ke kota.


“Ngomong-ngomong, 2 rekaman CCTV itu kamu dapatkan darimana?” tanya Jarvis di perjalanan.


“Aku juga tidak tahu. Anonim yang mengirimkan ke emailku.” jawab Lindsey.


Apa jangan-jangan paman yang mengirimnya? Dia berusaha menjatuhkan aku melalui Lindsey, orang terdekatku..? Hm. batin Jarvis.


Saat Jarvis terus mengendarai mobilnya, pandangan Lindsey lurus memandang ke luar jendela. Rupanya dia sedang memandangi sebuah ombak yang berkejar-kejaran menghampiri tepi pantai.


“Di masa depan, aku akan membawamu ke sana.” ucap Jarvis.


“Lalu kita akan menikmati senja.” balas Lindsey.


“Dengan sebotol anggur merah.” tambah Jarvis.


“Dan meminumnya langsung dari botol.” tambah Lindsey.


“Sempurna!”


“Tapi aku lebih menyukai sunrise.” ucap Jarvis.


“Aku tahu. Kita sudah memperdebatkannya di ruanganmu.” balas Lindsey.


“Setelah dipikir lagi, masih banyak hal yang belum aku ketahui tentangmu. Umur, tanggal lahir, golongan darah, hobi?” ucap Jarvis.


“Menanyakan hal seperti itu sangatlah kuno.” balas Lindsey.


“Tapi aku ingin mengetahuinya.” ucap Jarvis.


“26 Juli. Tahun 96. Golongan darah AB.” Lindsey memuaskan rasa keingintahuan Jarvis.


Tapi, apa kamu tahu, Jarvis? Kamu sudah membuka luka lamaku. Panti asuhan merayakan ulang tahunku setiap tanggal 26 Juli, tapi aku tidak tahu apakah itu benar tanggal dimana aku lahir ke dunia, atau tanggal dimana ibu di panti asuhan menemukanku... Masa yang tidak ingin aku ingat lagi, baru saja kamu mengoreknya..


Beruntungnya, setelah 15 kali melewati tanggal 26 Juli, om Lexis menjemputku, mengeluarkan aku dari tempat yang menyedihkan itu. Ah, aku jadi merindukan om Lexis.. batin Lindsey.


“Kamu tidak bertanya balik kepadaku? Kamu sungguh tidak tertarik padaku?” tanya Jarvis yang membuyarkan lamunan Lindsey.


“Tanggal berapa kamu lahir?” tanya Lindsey.


“Tahun 89.” jawab Jarvis.


“Tanggal?” tanya Lindsey.


Jarvis terdiam.


“Tanggal berapa?” tanya Lindsey lagi.


Jarvis mengeluarkan dompet dari saku celananya dan menyerahkannya ke Lindsey.


“Buka dan lihat KTP ku.” ucap Jarvis.


Lindsey menerima dompet tersebut dan membukanya. Dilihatnyalah sederet kartu berwarna hitam dan uang yang tebal di balik dompet tersebut. Lindsey memfokuskan matanya ke tujuan awal. Yaitu KTP Jarvis.


“Tidak ada KTP.” ucap Lindsey.


“Oh, benarkah?” Jarvis kemudian membuka storage (penyimpanan) di dalam mobil, mencari-cari sebuah benda. Yang ternyata adalah paspor.


MORRIS


JARVIS


26 JUL/JUL 1989


“Hah?” Sebuah kata lolos dari mulut Lindsey dengan polosnya saat dia menyadari bahwa mereka memiliki tanggal lahir yang sama. Hanya tahunnya aja yang berselisih.


“Pengacara tidak mempercayai perkataan dari mulut, kan? Itu aku langsung kasih buktinya.” ucap Jarvis.


“Apakah ini hanya kebetulan? Atau sebuah takdir?” tanya Jarvis kemudian.


“Yang lahir di tanggal 26 Juli pasti bukan kita berdua saja.” jawab Lindsey.


“Tapi kenapa hanya kita berdua yang bertemu?” tanya Jarvis.


“Soal itu... Entahlah, aku juga tidak tahu.” Lindsey menutup kembali paspor Jarvis dan menyimpannya di storage mobil Jarvis.


“Kalau begitu kita harus merayakan ulang tahun kita bersama. Aku tidak sabar menunggu tanggal 26 Juli. Haruskah kita merayakannya di kapal pesiar? Atau di atas awan dengan jet pribadiku?” tanya Jarvis.


Aku saja tidak tahu di tanggal itu aku masih berada di negara ini atau tidak.. Karena setelah kita mendapatkan seluruh asetmu, kita berencana pergi sejauh mungkin dari negara ini. batin Lindsey.


“Aku lebih suka kapal pesiar.” jawab Lindsey.


“Berarti kamu tidak mabuk laut. Baguslah. Aku tidak pernah naik kapal pesiar dengan tenang. Karena Carlos mabuk laut.” balas Jarvis.


...****************...


...****************...


“Jarvis, turunkan aku di minimarket itu saja. Katie menyuruhku membeli pembalut.” ucap Lindsey ketika mobil yang dikendarai Jarvis hampir sampai di perumahan Great Village.


Jarvis menepikan mobilnya di depan minimarket untuk menurunkan Lindsey.


“Kamu yakin tidak mau sarapan bersama?” tanya Jarvis.


“Iya. Orang rumah sudah menungguku. Bye!” Lindsey masuk ke dalam minimarket dan mengambil dua bungkus pembalut. Setelah mobil Jarvis sudah pergi, barulah dia keluar dengan pembalut yang baru dibelinya dan berjalan menuju perumahannya.


“Pembalut???” ucap Piter dengan terheran-heran saat membuka kantong belanjaan Lindsey begitu sampai di rumah.


“Iya. Jarvis yang mengantarku pulang. Jadi aku beralasan Katie menyuruhku membeli pembalut di minimarket agar dia tidak masuk ke perumahan.” balas Lindsey.


“Lindsey, tadi kamu menyuruh Piter melacak dan merekam jejakmu. Untuk apa?” tanya Kapten.


“Oh, ya! Mana? Sudah kamu rekam belum?” tanya Lindsey kepada Piter.


“Sudah, nih.” Piter menunjukkan layar komputernya.


“Namun aku bingung, sebenarnya kamu kemana sih? Setelah memasuki tol, kamu berada di jalur yang tidak bernama. Lalu kamu sempat berhenti sekitar 1 jam di tempat yang juga tidak ada namanya.” ucap Piter kemudian.


“Disini, guys. Disini adalah markas Jarvis. Di markas Jarvis ada sebuah ruang bawah tanah. Dan kalian tahu apa isi ruang bawah tanahnya itu? Emas sebanyak 3 ton, guys!” Lindsey dengan hebohnya mengumumkan sesuatu yang mengejutkan bagi anak gengnya.


Kapten dan Katie yang sedang duduk di sofa pun langsung mendekati Lindsey yang berdiri di dekat meja komputer Piter.


“Apa katamu?” tanya Kapten.


“Emas?! 3 ton?!” tanya Katie.


“Iya! Jika diuangkan, jumlahnya bisa mencapai 200 juta dolar amerika!” jawab Lindsey.


“Jadi, sisa harta Jarvis yang sulit kita temukan itu, adalah berupa emas?!” tanya Piter.


“Bingo! Emas batang! Aku melihatnya sendiri dan bahkan aku menyentuhnya! Aku agak menggosoknya dengan jariku, dan tidak berubah warna. Warnanya tidak pudar atau menempel di tanganku. Itu emas sungguhan!” jawab Lindsey.


“Kamu serius, Lindsey?” tanya Katie seraya merangkum wajah Lindsey dengan kedua tangannya.


“Iya!”


“Kita akan kaya, Lindsey! Guys, kita semua akan kaya!” jawab Katie.


“Yes! Yes! Horeeee!!!” Mereka berempat melompat kegirangan karena akhir dari misi mereka sudah semakin dekat.


“Sumpah aku tidak sabar ingin pergi jauh dari negara ini, berjemur dengan mengenakan bikini di pantai di Hawaii sambil menikmati cocktail,” ucap Katie.


“Sambil melihat laki-laki bule di sana, pasti ganteng-ganteng sekali, kan?” tambah Lindsey.


“Jauh-jauh ke Hawaii hanya untuk memakai bikini dan melihat bule? Kalian harus mencoba surfing atau berselancar di sana.”


“Benar, lalu malamnya berpesta di pantai, lalu keesokan harinya ke Cappadocia untuk naik balon udara,” tambah Kapten.


“Lalu besoknya terbang ke Swiss, bermain salju, perang salju, membuat manusia salju,” tambah Katie.


“Dan menaiki kereta luncur yang ditarik oleh anjing husky,” tambah Piter.


“Lalu malamnya melihat aurora,” tambah Lindsey.


“Setelah itu kita menghadiri pesta Cinco de Mayo di Meksiko,” tambah Kapten.


“Menyeruput tequila,” sahut Lindsey


“Menari salsa dance,”


“Sambil memakai nacho hat!”


“Seperti yang digunakan Gru di film Despicable Me 2!” Lindsey dan Kapten bersahutan.


“Yeahh!!”


“Bagaimana berendam di air yang berwarna tosca di Santorini?” tanya Katie.


“Itu juga wajib! Lalu menaiki jetski di Maldives dan berlomba,” tambah Piter.


“Yang kalah harus menghabisi satu botol wiski. Setuju?” tambah Lindsey.


“Setuju!”


“Kita juga harus menaiki kapal pesiar Wonder of the Seas, kapal pesiar terbesar di dunia.” ucap Kapten.


“Ah, tentu saja!” ucap Lindsey.


“Lindsey, jangan lupa kita harus mampir ke Paris. Kita harus ke pusat perbelanjaan barang bermerek kelas atas.” ucap Katie.


“Benar. Kita bisa melakukan dan membeli semua yang kita inginkan dengan harta Jarvis.” balas Lindsey.


“Oh, ya. Sebelum itu, aku akan memberikan sebuah ‘penyemangat’ untuk kalian.” ucap Lindsey lalu mengambil tasnya.


“Apa?”


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih