Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Arti Kebahagiaan


halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa kasih like di akhir episode yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻


sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻


...****************...


“Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.” kata Lindsey.


“Masuklah.” ucap Jarvis.


“Tapi aku belum selesai bicara denganmu, Jarvis.” ucap istri Jarvis.


“Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Jika pun ada, sampaikan kepada Carlos.” balas Jarvis.


“Tidak, aku akan sampaikan ke ayahku!” ucap istri Jarvis lalu berjalan pergi, melewati Carlos dan Lindsey.


“Lindsey, masuklah.” ajak Jarvis.


Lindsey masuk ke ruangan Jarvis.


Lindsey akhirnya mengakui bahwa Noah adalah anak kandung Jarvis karena terpaksa untuk transplantasi sumsum tulang.


“Tapi dengan satu syarat. Kemasi barang-barangmu dan Noah lalu pindah ke sini, tinggal bersamaku selamanya. Keluarga harus tinggal bersama, kan?” ucap Jarvis.


“Jarvis, bahkan untuk anakmu sendiri saja kamu memakai syarat?” balas Lindsey.


“Dia memang anak kandungku, darah dagingku, tapi bukan aku yang dia anggap sebagai ayah, aku tidak pernah menggendongnya, melihatnya saja, hanya dari jauh.” ucap Jarvis.


“Kamu memang kejam, Jarvis.” Lindsey mulai menitikkan air mata.


“Kita sudah memiliki keluarga kita masing-masing. Kamu sudah memiliki istri. Tapi kenap—” Kalimat Lindsey terpotong.


“Diam! Tutup mulutmu! Apa kamu lupa karena siapa aku menikahinya?! Siapa yang menyerahkan sertifikat JM Buildings ke pamanku! Untuk mendapatkan JM Buildings, hasil perjuangan dan keringatku sendiri, aku harus menikahi seseorang! Dan bahkan sertifkat itu belum dikembalikan padaku. Tidakkah kalian sangat kejam padaku?” ucap Jarvis.


“Apa? Sertifikat itu belum dikembalikan padamu?” tanya Lindsey terkejut.


“Dan kamu adalah penyebabnya.” jawab Jarvis.


“Aku sudah menyerahkan sertifikat perusahaanmu ke pamanmu.” balas Lindsey.


“Apa kalian senang telah bermain-main dengan sertifikat perusahaanku?” tanya Jarvis.


“Jarvis.. akan aku dapatkan sertifikat perusahaanmu kembali dan memberikannya padamu. Namun aku mohon...” Lindsey bergerak turun ke lantai dan melipat lutut sebagai tumpuan di lantai. Ya, dia berlutut di hadapan Jarvis. Mengesampingkan harga diri dan egonya demi kesembuhan sang anak.


“Oh, ****. Berdiri, Lindsey.” pinta Jarvis.


Lindsey tetap diam dan tidak bergerak. Dia tetap berlutut, menyatukan kedua tangannya, dan memohon di hadapan Jarvis.


“Maafkan aku, Jarvis. Aku memang kejam, aku tidak memiliki hati, aku egois, aku pantas menerima hukuman, aku rela mendapatkan hukuman apapun, tapi tidak dengan Noah sakit, ak—”


“Berdiri!”


Lindsey masih setia dalam posisinya. “Jarvis. Aku mohon, Jarvis. Ini semua memang salahku. Aku tidak becus merawat Noah sampai dia jatuh sakit seperti ini karena aku hiks.. hiks.. tapi aku mohon—”


“Berdiri, kubilang!”


Jarvis menghampiri Lindsey yang sedang menangis dan menarik lengannya agar Lindsey berdiri. Lindsey menutupi wajahnya yang sedang menangis dengan kedua tangan. Tidak tega, Jarvis memeluk Lindsey. Tangan kanannya mengusap punggung Lindsey dan mengelusnya.


“Hanya kamu yang bisa menghentikan penderitaan Noah.. hikss.. hiks..” ucap Lindsey.


“Salahmu hanyalah memisahkan kita. Hanya itu.” balas Jarvis.


Lindsey menghapus air matanya. “Kalau kamu bersikeras memakai syarat itu, Aku dan Fabio tidak punya pilihan lain selain membawa Noah ke luar negeri untuk mencari pengobatan dan transplantasi sumsum tulang belakang. Fabio tidak berniat dan bersikeras tidak kembali ke negara ini lagi. Jika itu terjadi, pertemuan kali ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, maka aku ingin pamit padamu di perjumpaan kita kali ini. Aku merasa bersalah saat kepergianku sebelumnya karena tidak pamit padamu.”


“Kamu memang tahu kelemahanku, Lindsey. Dan bodohnya lagi, aku tidak bisa membedakan kalimatmu mana yang sungguhan dan mana yang pura-pura. Sudah, jangan menangis lagi.” Jarvis berjalan ke meja kerjanya.


“Ambil ini. Ini hasil pemeriksaan tes darah yang asli.” ucap Jarvis.


“Apa?!”


Lindsey mengambil sebuah amplop yang diberikan Jarvis lalu mengeluarkan isinya.


“Aku menyuruh Carlos menukarnya. Yang diserahkan ke kamu itu adalah yang palsu. Aku sudah mengonfirmasi ke dokter pribadiku di Singapura, hasil pemeriksaan darah itu bagus, tidak ada masalah. Noah hanya demam biasa saja hari itu.” jawab Jarvis.


“Jarvis!”


“Ah, sulit sekali membuatmu jujur soal anakku sampai aku harus merekayasa penyakitnya.” ucap Jarvis.


“Tolong.. kamu sedang tidak bercanda, ’kan?” tanya Lindsey.


“Untuk apa aku bercanda lagi di saat hidupku saja sudah mempercandakan aku.” jawab Jarvis.


“Jangan menangis di depanku. Karena itu membuatku ingin memelukmu.” ucap Jarvis kemudian.


Lindsey terdiam. Matanya menatap Jarvis yang berdiri agak berjarak dengannya. Jarvis juga menatap Lindsey. Sekian detik berlalu, Jarvis berlari ke arah Lindsey dan memeluknya.


“Aku merindukanmu, Lindsey.”


“Meski aku kesal dan membencimu.. tapi aku merindukanmu.”


“Dan kerinduanku lebih besar dari kebencianku padamu.”


“Jarvis..” Lindsey berusaha menjauhkan tubuh Jarvis. Namun Jarvis semakin mempererat pelukannya.


“Biarkan aku tetap seperti ini. Tidak ada yang melihat, Lindsey..” ucap Jarvis.


“Jangan pergi lagi..” ucap Jarvis kemudian melepaskan pelukannya.


“Atau aku tidak akan memaafkanmu selamanya.” tambah Jarvis.


“Soal itu.. aku tidak yakin. Noah merengek ingin kembali.” balas Lindsey.


“Jangan menjadikan Noah sebagai alasan. Jika kamu tidak ingin pergi dariku, maka kamu tidak akan pergi dariku.” ucap Jarvis.


“Jarvis.. kita sudah memiliki keluarga masing-masing..” balas Lindsey.


“Aku akan bercerai.” Jarvis berjalan ke meja kerjanya dan menunjukkan surat gugatan perceraiannya.


“Aku sudah memiliki keluargaku sendiri.” ucap Lindsey kemudian.


“Apa kamu bahagia dengan keluarga kecilmu?” tanya Jarvis.


Lindsey mengangguk. “Tentu saja.”


“Terlihatnya tidak seperti itu. Kamu bahagia karena hidup bersama Noah. Bukan bersama Noah dan Fabio. Itu sangat berbeda.” balas Jarvis.


“Jarvis..”


“Tidak adil sekali. Kamu hidup dengan bahagia setelah apa yang kamu lakukan padaku.” ucap Jarvis kemudian.


“Aku akan mengembalikan kebahagiaanmu. Sertifikat JM Buildings, aku akan mendapatkannya lagi untukmu.” balas Lindsey.


“Bagaimana jika aku katakan bahwa kebahagiaanku adalah kamu? Apakah kamu akan kembali padaku?” tanya Jarvis.


“Kalau begitu, katakan saja dan lihat aku akan kembali padamu atau tidak.” jawab Lindsey.


“Kebahagiaanku adalah kamu.” ucap Jarvis.


Lindsey melangkah maju dan mencium bibir Jarvis.


Jarvis membalas. Tanpa sadar, bibirnya juga telah merindukan bibir Lindsey. Kedua tangannya meraih pinggang Lindsey yang membuat ciuman mereka semakin dalam.


Saling menghiisap dengan kuat, ciuman yang dalam itu diakhiri oleh Lindsey.


“Aku harus pergi.” ucap Lindsey.


“Tinggalkan Fabio. Aku ingin menebus 5 tahun yang terlewat dan ingin menjadi ayah yang sesungguhnya untuk Noah. Aku ingin mendengar Noah memanggilku dengan sebutan ‘papa’.” ucap Jarvis.


Lindsey menatap mata Jarvis dalam-dalam. Hatinya bertanya-tanya, mengapa kalimatnya mirip sekali seperti yang dituliskan Lexis di sebuah surat yang ditujukan kepadanya.


“Jarvis..”


“Ya, ya baiklah. Kalau kamu tidak bisa, aku akan melakukan dengan caraku sendiri.” ucap Jarvis.


“Aku pergi.” ucap Lindsey lalu keluar dari ruangan Jarvis.


Lindsey turun menuruni tangga dan menuju lift, Jarvis mengikutinya dari belakang, memastikan sampai Lindsey benar-benar pergi.


“Berhasil sesuai rencana?” tanya Carlos.


“Ya. Bersiap rencana berikutnya. Pantau penerbangan menuju LA, kabari aku kalau mereka memesan tiket ke sana.” ucap Jarvis.


“Baiklah.” balas Carlos.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih