Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
THE DAY part 3


halo semuanya 👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻


...****************...


Lindsey berjalan menuju koper yang diletakkan Jarvis di atas meja rias putih yang pendek. Dan ketika dia membukanya, ada banyak pakaian berwarna pink di sana, tapi dia tidak mengenali satu pun pakaian itu. Lindsey mengais-ngais tumpukan pakaian yang terlipat rapi, mencari sesuatu pakaian yang biasa dia pakai, ternyata ada banyak pakaian berenda tipis dan berbahan satin dengan bahan yang minim di sana. Pakaian dalam, lingerie yang sangat minim bahan.


Katie!


Tidak tahu bagaimana atau kapan, tetapi suatu hari nanti, Katie akan membayar untuk ini. Menyerah, Lindsey pergi ke kamar mandi dan mengintip melalui jendela panjang yang menghadap ke pantai yang sama dengan pintu kaca. Namun Lindsey tidak bisa melihat Jarvis.


Lindsey mengira dia ada di dalam air, jadi tidak repot-repot mencari darat. Di langit di atas, bulan miring, hampir penuh, dan pasir putih cerah di bawah sinarnya.


Kemudian Lindsey dihadapkan pada dilema yang tidak bisa dia pertimbangkan. Apa yang harus aku pakai? Bukan baju renang, itu jelas. Tapi sepertinya sangat konyol jika memakai pakaian di koper yang telah disiapkan Katie untukku.


Lindsey memasang handuk di bawah lengan dan berjalan dengan penuh tekad keluar dari kamar mandi. Melewati koper penuh pakaian tipis berenda dan tempat tidur besar tanpa melihat keduanya. Dia keluar dari pintu kaca yang terbuka menuju pasir halus.


Semuanya terlihat berwarna hitam putih, mungkin akan hitam semua jika tidak ada bulan yang menyinari malam itu. Lindsey berjalan perlahan melintasi pasir halus yang hangat, yang menyerupai seperti bubuk. Kemudian berhenti di samping pohon melengkung tempat Jarvis meninggalkan pakaiannya.


Lindsey melihat ke seberang, hitam dalam kegelapan, mencari keberadaan Jarvis. Jarvis tidak sulit ditemukan. Dia berdiri di dalam air sepinggang yang membelakangi Lindsey, menatap bulan. Cahaya bulan yang pucat mengubah kulitnya menjadi putih sempurna, seperti pasir, seperti warna bulan itu sendiri. Dan membuat rambutnya yang basah menjadi hitam seperti lautan.


Dia tidak bergerak, tangannya bertumpu pada telapak tangan di atas air; gelombang rendah pecah di sekelilingnya seolah-olah dia adalah batu. Aku menatap garis-garis halus di punggungnya, bahunya, lengannya, lehernya, bentuk tubuhnya yang sempurna.


Lindsey melepaskan handuknya. Itu dia lakukan tanpa ragu-ragu, meninggalkannya di pohon bersama pakaian Jarvis, dan berjalan di atas pasir yang hangat perlahan memasuki air.


Telapak kakinya langsung merasakan dan mendapati bahwa suhu airnya benar hangat, seperti yang Jarvis katakan. Seperti suhu air mandi yang Lindsey sukai. Lindsey melangkah masuk, berjalan hati-hati melintasi dasar laut yang tak terlihat, pasir halus, landai ke arah Jarvis. Dia mengarungi arus sampai berada di sisi Jarvis, dan kemudian meletakkan tangannya dengan ringan di atas tangan Jarvis yang dingin yang berbaring di atas air.


“Cantik.” ucap Lindsey sambil menatap bulan.


“Tidak dibandingkan dengan kamu yang berdiri di sini.” balas Jarvis.


Lindsey tersenyum, lalu mengangkat tangannya yang bebas dan meletakkannya di dada Jarvis—di jantungnya. Jarvis sedikit bergidik karena sentuhan hangat Lindsey. Nafasnya menjadi lebih kasar sekarang.


“Aku ingin menjalani kehidupan yang bahagia bersamamu.” ucap Jarvis.


Lindsey mengangguk dengan sungguh-sungguh, terus menatap mata Jarvis dan menyandarkan kepalanya di dada Jarvis.


Aku juga ingin.


Tapi tidak bisa.


“Kita saling memiliki.” ucap Jarvis lagi.


Jarvis mendaratkan bibirnya di bibir Lindsey, keduanya pun bertaut. Lindsey mengalungkan tangannya di leher Jarvis sementara Jarvis mengangkat tubuh Lindsey, mensejajarkan tinggi mereka, menggendongnya dan berjalan perlahan keluar dari air dengan saling menautkan bibir.


Jarvis membawanya ke kamar, membaringkan Lindsey dengan lembut di atas ranjang besar yang didominasi warna putih. Menindihnya, menjajal bibir dan seluruh permukaan kulit Lindsey. Kemudian dia kembali mensejajarkan tubuhnya dan perlahan Jarvis mengarahkan miliknya. Tubuh mereka sudah menyatu dengan sekali hentakan. Lindsey memegang erat leher Jarvis. Kini Jarvis mulai menggerakkan pinggulnya perlahan dan bertumpu pada dinding.


Setelah melalui percintaan yang hangat, melampiaskan nafsu dengan perasaan yang dalam keduanya berbaring dengan saling memeluk. Jarvis membelai rambut Lindsey dengan begitu lembutnya hingga Lindsey merasakan kenyamanan. Semakin dieratkannya tangan yang memeluk tubuh Jarvis.


Sungguh aku tidak ingin momen ini berganti. Aku ingin terus seperti ini. batin Lindsey.


“Lindsey..” Jarvis memanggil namanya, membuat Lindsey membuka matanya. Lindsey masih terjaga dan Jarvis tahu itu.


Lindsey menatap mata Jarvis. Begitu juga dengan Jarvis. “Menikahlah denganku. Menjadi Nyonya Morris dan berada di sisiku selamanya.” ucap Jarvis.


Jarvis kemudian bangun, membuat Lindsey terpaksa melepaskan pelukannya terhadap tubuh Jarvis. Lindsey juga terbangun duduk di atas ranjang, dengan mengangkat selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Jarvis berjalan keluar, mengambil celananya yang masih berada di atas pasir dan tampak mengeluarkan sesuatu dari sana. Kemudian dia kembali masuk, namun tidak kembali ke ranjang.


Jarvis berlutut di lantai, berhadapan dengan Lindsey yang berada di ranjang. Membuka sebuah kotak yang berisi cincin. Spontan Lindsey menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca dan di dalam sana jantungnya berdetak sangat kencang. Tanpa pikir panjang, Lindsey bergerak maju, memeluk Jarvis erat-erat.


Air matanya pun lolos, entah mengapa di momen yang membahagiakan dan penuh haru saat ini, malah membuatnya menangis kejer. Dan yang jelas air mata itu bukan air mata kebahagiaan.


Jarvis langsung memasangkan cincin itu di jari manis Lindsey, persis seperti yang dia lihat di mimpinya. Kembali dia memeluk tubuh Lindsey dengan erat, menghapus air mata yang membasahi pipi, dan mencium bibir calon istrinya.


“Jarvis.. aku mencintaimu..” ucap Lindsey


“Aku tahu.” balas Jarvis.


“Lindsey, kamu tahu..” Suara Jarvis terdengar begitu lembut. Keduanya kembali berbaring di atas ranjang, dengan tangan Jarvis yang menjadi bantal kepala Lindsey. Lindsey melilitkan jari-jarinya pada jari-jari Jarvis yang menjadi bantalnya.


“Saat aku kecelakaan, aku melihat dirimu yang berlari ke arahku.. dan menangis.. berteriak memanggil namaku sekencang mungkin..”


“Untuk pertama kalinya, aku merasa senang.. karena tahu, ada seseorang yang begitu mengkhawatirkan aku..”


“Jika aku harus mati hari itu.. aku akan mati dengan bahagia.. karena aku tahu.. ada yang menangisi kematianku..”


“Ssstttt.. jangan ngomong yang tidak-tidak. Aku tidak suka.” ucap Lindsey.


“Tapi itu semua berubah dalam semalam. Malam itu aku berbaring lemah di ranjang pasien, menunggu kamu kembali ke kamar. Ingin sekali aku mengubek-ubek rumah sakit untuk mencarimu. Tapi aku tidak bisa banyak bergerak karena lukaku dimana-mana..”


“Lalu tanpa sadar, aku ketiduran. Malam itu aku ketiduran, tidurku sangat nyenyak, dan bermimpi. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali bisa merasakan ketiga hal itu.”


“Oh! Aku ingat. Mimpi yang membuat kamu senyum-senyum sendiri di pagi hari itu, ’kan?”


“Dan kamu tahu apa mimpi yang membuatku senyum-senyum sendiri itu?”


“Apa? Cepat katakan. Aku penasaran.”


“Kehidupan sepasang suami istri yang sangat bahagia dalam rumah tangga. Ditambah sang istri itu sedang hamil muda.”


“Hm, itu memang membahagiakan.. tapi siapa suami istri itu?”


“Kita.”


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih