
halo semuanya.. 👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻
...****************...
“Lalu tanpa sadar, aku ketiduran. Malam itu aku ketiduran, tidurku sangat nyenyak, dan bermimpi. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali bisa merasakan ketiga hal itu.”
“Oh! Aku ingat. Mimpi yang membuat kamu senyum-senyum sendiri di pagi hari itu, ’kan?”
“Dan kamu tahu apa mimpi yang membuatku senyum-senyum sendiri itu?”
“Apa? Cepat katakan. Aku penasaran.”
“Kehidupan sepasang suami istri yang sangat bahagia dalam rumah tangga. Ditambah sang istri itu sedang hamil muda.”
“Hm, itu memang membahagiakan.. tapi siapa suami istri itu?”
“Kita.”
Lindsey menatap mata Jarvis. Matanya berkaca-kaca.
“Hari ini kamu sensitif dan emosional sekali. Kamu jadi mudah menangis.” ucap Jarvis yang menyeka air mata Lindsey.
Lindsey mengeratkan pelukannya. “Aku tidak ingin berpisah darimu.” ucap Lindsey.
“Itu tidak akan terjadi.” kata Jarvis.
“Kita bersama selamanya.” tambah Jarvis.
“Aku mencintaimu.” ucap Jarvis. Lindsey tersenyum kemudian memeluk Jarvis.
Jarvis.. maaf. Aku tidak bisa membalas cinta yang kamu berikan untukku. Aku hanya dapat mendatangkan luka yang begitu dalam untukmu. batin Lindsey. Air matanya pun mengalir saat dia memejamkan matanya.
Keduanya pun terlelap dengan saling berpelukan, erat. Lindsey bisa mendengar suara jantung Jarvis yang berdetak dengan jelas, suara yang membuatnya tenang dan mungkin akan dia rindukan, juga dengan kehangatan yang dia rasakan saat Jarvis mendekapnya. Lindsey membuka matanya. Menatap Jarvis yang sudah tertidur pulas.
Beberapa malam belakangan ini, Jarvis tertidur dengan pulas, dan tidak terbangun meski terkadang Lindsey tidak menemaninya, membuat Lindsey bangga sekaligus senang. Lindsey berharap dia dapat menatap wajah laki-laki tampan bak pangeran saat tertidur pulas itu, mendengar suara detak jantungnya yang stabil, dan merasakan kehangatan berada di dalam dekapan Jarvis.
Lindsey bangun secara hati-hati agar tidak membangunkan pangeran tampan yang sedang tidur itu, menyingkirkan tangan dan kaki yang merengkuh tubuhnya dengan hati-hati sekali. Lindsey bangkit dari ranjang, memakai pakaiannya kembali.
...****************...
Matahari yang panas mengenai kulit punggung Jarvis yang polos tanpa pakaian, membangunkan dia di pagi hari. Sinar matahari yang cemerlang masuk melalui pintu-pintu yang terbuka. Jarvis tidak membuka matanya. Dia terlalu senang dan tidak ingin mengubah apapun.
Namun sesaat tangannya merabaa permukaan ranjang, menyadari di sampingnya kosong, tidak ada Lindsey, Jarvis langsung membuka matanya. Dia mengambil celana dan memakainya lalu bergegas mencari Lindsey. Sepenglihatannya dari kamar, di pantai tidak ada seorang pun, hanya ada air yang menggenang.
Jarvis segera mencari Lindsey ke seisi rumah. Kamar mandi, dapur, ruang tengah, belakang rumah. Namun Lindsey tidak ada.
Dengan kepanikan yang melanda, Jarvis berlari ke luar, namun Lindsey juga tidak ada. Yang dia temukan hanyalah angin yang berlarian membuat daun di pohon palem bergoyang, ombak rendah di pantai dan pasir hangar yang sedang diinjaknya.
Jarvis meremass kepalanya, merasa frustasi karena Lindsey tidak ada. Meskipun pergi, mau pergi kemana juga. Lindsey baru sampai di pulau yang asing ini. Dia pasti tidak tahu tempat selain kamar mandi dan pantai di pulau ini. Jarvis kembali masuk ke dalam, dan menemukan sebuah kotak panjang berwarna hitam dengan gambar ponsel di atas laci, di atas kotak tersebut terdapat kartu berwarna hitam, dan yang menarik perhatiannya adalah sebuah cincin yang tergeletak di sampingnya.
Cincin yang baru dia pasangkan semalam di jari manis calon istrinya itu. Perasaannya menjadi tidak enak ketika melihat cincin itu. Tambah tidak enak lagi saat menemukan secarik kertas di bawah kotak ponsel baru itu.
Maafkan aku.
Tanpa pikir panjang, Jarvis segera menyalakan ponsel barunya itu, menelepon seseorang sambil memakai baju dan bergegas keluar dengan membawa koper.
...****************...
JM Buildings.
Ruangan Carlos.
“Seluruh dana perusahaan dan dana taktis raib oleh kepala pengelola dana perusahaan. Dia memindahkan semua dana ke sebuah bank yang mengatasnamakan Lindsey. Juga dengan dana di bank asing milikmu. Saat ini semua investor dan pemegang saham sedang protes dan mendesak untuk mengadakan rapat penggantian posisi CEO.” ucap Carlos.
Jarvis memijat-mijat kepalanya. “Apa kamu sudah menemukan keberadaan kepala pengelola dana perusahaan?” tanya Jarvis.
“Dia ditemukan tewas bunuh diri di apartemennya. Dia meninggalkan ini.” ucap Carlos seraya meletakkan sebuah amplop di atas meja Jarvis.
Jarvis mengambil dan membuka amplop tersebut. Kemudian dia keluarkan sebuah surat di dalam amplop itu.
Mengetahui bahwa saya telah menggunakan dana perusahaan dengan diiming-imingi bunga yang besar, saya menyadari bahwa saya telah bertindak bodoh yang merugikan perusahaan. Saya tahu bahwa kesalahan saya ini tidak dapat dimaafkan. Saya menyesal atas apa yang telah saya lakukan. Saya malu dan menyesal atas tindakan bodoh yang saya lakukan.
^^^Dimas Black^^^
“Br*ngs*k. Terpaksa kita cairkan emas batang sebanyak setengah ton. Untuk mengganti dana perusahaan dan menenangkan hati pemegang saham.” ucap Jarvis.
“Jarvis..” Carlos menarik napas panjang, menengadahkan kepalanya ke langit-langit sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Emas di sumur.. lenyap. Hanya tersisa 1 batang.” ucap Carlos.
“APA?!” Jarvis bangkit berdiri kursinya.
“Aku bisa gila. Lenyap katamu?!” Jarvis syok. Bercampur dengan emosi.
“Aku minta maaf, Jarvis. Seharusnya aku datang lebih awal—tidak, seharusnya aku langsung melaporkan padamu saat mengetahui seseorang yang mencoba mencuri emas di markas itu adalah Lindsey.” ucap Carlos.
“Lindsey? Siapa katamu?”
“Aku minta maaf..”
“Lindsey katamu, Carlos?”
Tririring... Ponsel Jarvis berdering.
“Hey, tumben kamu mengangkat telepon dariku. Bagaimana? Kamu sudah memikirkan dengan apalagi kamu ingin melawanku? Atau tidak ada cara lagi? Kamu ’kan sudah tidak memiliki apapun lagi. Tanpa warisan emas batang itu kamu hanyalah yatim piatu yang kere. Sudah tamat riwayatmu sekarang. Ah, kelompok kecil itu memang jago sekali. Apalagi si bintang utamanya, awalnya aku meremehkan kemampuan dia dan takut dia terjebak dalam percintaan denganmu, tapi ternyata dia bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Tidak tersisa. Bahkan untuk menggadai perusahaan kesayanganmu saja kamu tidak bisa. Sungguh sangat sangat sangat hebat sekali kekasihmu. Eh, apa sekarang tidak menjadi kekasih lagi? Hahahah... Aku tidak peduli. Pembalasan dariku baru saja dimulai, Jarvis. Aku akan menonton penderitaanmu dari jauh. Jangan lupa untuk selalu tersenyum.”
Panggilan berakhir.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih