
Ratu pun duduk tepat di hadapan tuan Randi, di sana Ratu terus saja merasa heran dengan tatapan tuan Randi padanya yang sangat intens tentu itu membuat Ratu sangat risih dibuatnya.
"Maaf tuan bisakah anda tidak menatap saya seperti itu," ucap Ratu sambil menatap tajam pada tuan Randi.
Walaupun dia takut tapi Ratu selalu memberanikan dirinya agar tuan Randi tidak bisa berbuat semena mena pada dirinya, lama mereka saling diam dan Randi tiba tiba mengeluarkan sebuah kertas dari bawah meja dan memperlihatkan kertas itu pada Ratu, Ratu merasa heran dan dia membacanya saat selesai membaca semua isi tulisan di kertas satu lembar itu yang ternyata adalah kontrak kerjasama antara dirinya dengan tuan Randi.
Dimana di sana di sebutkan jika Ratu tidak bisa berhenti bekerja pada tuan Randi sebelum dia melunasi semua kerugian tuan Randi mengenai setelah jas yang pernah di nodai oleh Ratu, dan karena Ratu sudah mengundurkan diri sebagai opice grils di kantornya maka dia harus bekerja dengan propesi lain pada tuan Randi, dan semua ini tidak bisa di ganggu gugat sebab sudah keputusan tuan Randi, jika Ratu tidak setuju atau merasa keberatan maka dia akan dikenakan hukuman bahkan di penjarakan.
Ratu membulatkan matanya sempurna karena dia merasa surat itu berlebihan dan kontrak macam apa yang semua isinya hanya menguntungkan sebelah pihak, Ratu ingin memberontak dan mengatakan bahwa dia sangat keberatan namun mengingat kembali isi kontrak itu dia jadi tidak berdaya dan tidak bisa melakukan apa apa.
"Ahhh..ini benar benar tidak adil," gumam Ratu merasa kesal.
"Lalu pekerjaan apa yang harus saya lakukan?," tanya Ratu.
"Kamu harus menjadi asisten pribadiku selama 2 bulan lamanya dan setelah saya hitung dengan gajih asisten pribadi saya yang lama, semua itu setimpal dan cukup untuk melunasi hutang hutangmu pada saya," ucap Tuan Randi sambil tersenyum licik.
"Hah?, du...du..dua bulan tuan?," tanya Ratu seakan tak percaya.
"Iya memangnya kenapa, kau mau tambah lagi jadi 4 bulan yah?," ucap tuan Randi.
Refleks Ratu membulatkan matanya sempurna dan membuka mulutnya lebar dia benar benar tidak percaya sekarang dirinya malah terjebak semakin rumit dengan tuan Randi niat hati mengundurkan diri untuk pergi dari orang seperti dia ini malah semakin sulit untuk kabur lagi.
"Ahh..tidak tuan yang benar saja, kalau saya bekerja pada anda selama 2 bulan penuh dan tanpa di gajih sedikitpun, lalu bagaimana saya menafkahi keluarga saya?," ucap Ratu bertanya dan berharap belas kasihan dari tuan Randi.
"Saya tidak mau tau itu bukan urusan saya," ucap Randi yang tidak punya hati.
"Heummmm......berapa jam dalam sehari saya bekerja menjadi asisten anda?," tanya Ratu.
"Dari kau selesai kuliah sampai saya tidur," ucap Randi.
"Oke, baiklah saya akan mempertimbangkan bagaimana jika kau bekerja pada saya 4 bulan dan kau akan mendapatkan setengah dari gajihmu, bagaimana jadi kau tetap punya gajih dan tetap membayar hutangmu," ucap tuan Randi memberikan penawaran lain.
"Hah, itu sama saja tuan, 4 bulan itu terlalu lama," ucap Ratu yang masih tidak terima.
"Kau tau kan apa konsekuensinya jika kau melanggar?," tanya tuan Randi dengan wajah seriusnya.
"Ahhh..astaga kenapa harus begini, baiklah saya ambil yang 4 bulan," ucap Ratu sambil cemberut.
Terpaksa Ratu memang harus memilih salah satu dari tawaran itu walaupun dua duanya sama saja dan tidak ada yang menguntungkan dia sama sekali apalagi Ratu juga tidak tau berapa gajih asisten pribadi seorang CEO terkaya di negri ini, Ratu pun berpikir pasti akan sangat merepotoan menjadi asisten pribadinya harus berhadapan dengan para wartawan yang kadang sangat kasar dan terus mengorek informasi mengenai CEO Randi yang terkenal itu.
Tuan Randi tersenyum lebar setelah mendapatkan keputusan dari Ratu, lalu setelah itu dia meneput tangannya tiba tiba dan Ratu menatap dengan penuh keheran sampai pintu yang tadi tertutup terbuka dengan sendirinya dan masuklah beberapa pelayan dengan membawa baki makanan, bukan hanya satu namun ada beberapa pelayan mereka berjajar dan menaruh makanan satu persatu keatas meja di hadapan Ratu dan tuan Randi, setelah selesai mereka menunduk memberi hormat lalu kembali keluar dari sana dan pintupun tertutup kembali.
"E..e...eh...kenapa pintunya tertutup lagi," ucap Ratu berteriak.
"Ini belum saatnya kau pergi," jawab tuan Randi sambil mulai memakan makanan di hadapannya.
Lantar Ratu merasa bingung dan dia hanya melihat tuan Randi yang makan dengan sangat rapih bak seorang pangeran kerajaan.
Tiba tiba tuan Randi menawarkan makanan itu pada Ratu.
"Heh, kenapa kau diam saja, cepat makan habiskan semuanya baru aku akan memperbolehkan kau pergi," ucap tuan Randi.
Mendengar dia bisa pergi dari sana Ratu pun tak berpikir panjang lagi dia langsung menyantap makanan di sana satu persatu bersama dengan tuan Randi setelah memakannya beberapa suap ternyata makan itu memang sangat lezat kebetulan perut Ratu juga belum terisi semenjak siang tadi jadi tentu saja hal mudah baginya untuk menghabiskan semua hidangan itu, dalam sekejam Ratu trrlena dengan rasa yang nikmat dari semua makanan itu sampai dia lupa bahwa saat ini dia tengah makan bersama orang nomer satu di negri ini, bahkan Ratu tidak sadar kalau dia makan dengan rakus sampai mulutnya mengembung dengan makanan dan sisa sisa makanan yang belepotan di mulutnya dia bahkan tak segan makan menggunakan tangannya, tuan Randi yang melihat cara makan Ratu yang aneh dan berbeda dari kebanyakan wanita lainnya dia hanya tersenyum memperhatikan dan berhenti makan dia justru memberikan porsi makanannya pada Ratu lalu setelah semua makanan diatas meja itu habis dan Ratu sudah mencuci tangannya, tiba tiba saja tuan Randi mendekati dia dan menatapnya lekat, Ratu merasa heran dan bingung dia takut tuan Randi akan berbuat yang tidak tidak padanya namun ternyata tuan Randi hanya mengusap lembut ujung bibirnya yang terdapat saus karena tadi makan dengan berantakan.
Jujur saja Ratu sangat gugup dan salah tingkah saat itu dia bingung harus bersikap seperti apa, sedangkan tuan Randi hanya bersikap santai dan memberikan tisyu pada Ratu untuk membersihkan mulutnya sendiri, Ratu pun segera mengambilnya dan membersihkan mulutnya dengan terburu buru.