
Alhasil Ratu keluar dari ruangan CEO Randi dengan perasaan malu dan uring uringan sendiri sambil memukul kepalanya pelan berkali kali.
"Aishyyyy...ada ada saja kau ini Ratu, arghhh bagaimana bisa aku menurunkan harga diriku sendiri dia saja tidak ingat ahhhh," ucap Ratu merasa malu sendiri.
Ratu terus berjalan uring uringan sendiri menuju ke lantai dasar dan dia tidak sengaja menubruk sekretaris Han yang saat itu hendak masuk ke dalam lift sedangkan Ratu hendak keluar.
"Bruk....," suara Ratu yang bertabrakan dengan sekretaris Han dan membuat pakaian Ratu semakin basah dan kotor karena tersiram kopi yang tadi dibawa oleh sekretaris Han.
"Yahhh...seragamku, aduhh..kenapa hari ini aku sial sekali," ucap Ratu sambil membersihkan pakaiannya.
Sedangkan sekretaris Han sama sekali tak berbicara dan hanya menatap sekilas pada Gina lalu mengabaikannya dan pintu lift pun tertutup, melihat tidak ada reaksi apapun dari sekretaris Han yang jelas jelas seharusnya dia meminta maaf pada Ratu namun ini malah mengabaikannya dan bersikap seakan tak bersalah, Ratu semakin kesal dan membuat mood nya rusak parah hari ini.
Ratu pergi ke kamar mandi khusus ob di bagian dapur dan dia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sebelumnya dia gunakan dan masih sedikit basah karena disiram oleh Astrid saat dikampus, Ratu sudah menekadkan dirinya untuk mengundurkan diri dari kantor Randi dia sudah bertekad akan bekerja di tempat lain yang lebih pantas dan lebih ringan untuknya.
Setelah menekadkan dirinya Ratu langsung mengambil tas slempang usang miliknya dan memakai kacamata bulatnya dan menghembuskan nafas beberapa kali untuk menenangkan dirinya dan dia langsung bergegas pergi menuju ke ruangan bagian pimpinan atau staf cleaning service di sana, sesampai di sana Ratu langsung meminta agar dibuatkan surat pengunduran diri dan dia sudah mengatakan dengan kepercayaan dirinya dan tekad yang kuat bahwa dia akan mengundurkan diri, walaupun staf tersebut sudah mempertahankan Ratu dan beberapa kali bertanya pada Ratu apakah dia sudah yakin ingin mengundurkan diri atau tidak, namun jawaban Ratu tetap sama dan dia masih dengan keputusannya yang awal.
"Terimakasih bu sebelumnya ibu sudah sangat baik pada saya, tapi saya terlalu sibuk dan harus fokus dengan kuliah saya sehingga saya tidak bisa membagi waktu saya untuk bekerja lagi di sini," jawab Ratu yang tetap menolak dan tekadnya sudah sangat bulat.
Staf itupun langsung mengangguk dan membuatkan surat pengunduran diri untuk Ratu sedangkan Ratu menunggu duduk di bangku beberapa saat hingga surat itu selesai di buat dan Ratu segera menandatanganinya lalu dia pergi menuju ruangan sekretaris Han, saat sampai di ruangan sekretaris Han, dia sudah mengetuk pintunya beberapa kali namun tidak ada sautan juga dari dalam, karena lama Ratu sudah menunggu dan berdiri di depan ruangan sekretaris Han namun tidak ada juga tanda tanda sekretaris Bay ada di dalam ruangannya, akhirnya Ratu pun memutuskan untuk menitipkan surat pengunduran dirinya itu pada Cici.
Saat bertemu Cici Ratu langsung menitipkan surat itu padanya namun Ratu sengaja tidak mengatakan bahwa surat itu adalah surat pengunduran dirinya, Ratu takut Cici malah akan merasa sedih dan timbul lagi drama diantara mereka yang justru akan membuatnya goyah dan mungkin saja dia akan menuruti kemauan Cici dan tidak jadi mengundurkan diri sebab itulah Ratu tidak memberitau keputusannya pada Cici.
"Ci...aku titip surat ini yah, tolong berikan pada sekretaris Han, aku buru buru," jawab Ratu sambil langsung berlari meninggalkan Cici.
"Ehh...Tu...Ratu tunggu ini surat apaan?," tanya Cici berteriak.
Saat di depan Cici Ratu memang terlihat tersenyum ceria dan baik baik saja namun saat dirinya sudah berada diuar kantor, Ratu tidak bisa lagi berpura pura tegar dan kuat air matanya mengalir tanpa izin darinya.
"Maafkan aku Ci, aku tidak bisa memberitaumu karena aku tidak bisa terlihat lemah di depan orang lain," ucap Ratu sambil mengusap air matanya dan melanjutkan langkahnya pergi dari sana.
Rasanya berat untuk Ratu meninggalkan kantor itu sebab rekan rekannya sangat baik walaupun CEO nya sangat menyebalkan bagi dirinya tapi, mau bagaimana lagi melihat kebanyakan karyawan di sana seperti sinis dan tidak suka pada Ratu dia tidak bisa bertahan di tempat seperti itu, apalagi melihat wajah Randi dan sekretaris Han yang menyeramkan, kadang membuat kesal, kadang menjengkelkan, kadang juga bersikap baik.
Di perjalanan Ratu mampir dulu ke sebuah toko kue kesukaannya, sudah lama semenjak ulang tahun terakhirnya bersama sang ayah dan ibunya, semenjak ibunya meninggal Ratu tidak pernah lagi merayakan ulang tahunnya dengan bahagia, setiap tahun berganti dan setiap usianya bertambah hanya dirinya dan bi Ica juga bi Ina yang merayakan secara sederhana, sekarang kedua orang yang dia sayangi sudah pergi, dan dia hanya seorang diri saat ini.
Saat hendak pulang dan melintasi sebuah toko kue besar yang biasa dia kunjungi dan dia membeli kue untuk perayaan ulang tahunnya bersama bi Ina, Ratu jadi teringat semua kenangannya dahulu.
"Bi...semoga bibi tenang di alam sana yah, dan semoga kita bisa secepatnya bertemu, Ratu lelah berjuang seorang diri bi," ucap Ratu sambil menatap toko kue itu dengan mata berkaca kaca.
Ratu tersenyum dan menarik nafas panjang menguatkan dirinya dan menyemangati diri sendiri lalu dia berusaha tegar masuk ke dalam toko kue itu dan disambut dengan baik oleh pegawai di sana yang memang sudah mengenal Ratu karena dia seorang pembeli langganan di toko itu, mereka menyambut Ratu dengan senang hati dan sangat ramah seperti biasanya tanpa mereka tau bahwa sekarang Ratu sudah jatuh miskin dan menderita.
Pelayan itu masih tetap memanggil Ratu dengan sebutan nona dan membawa Ratu ke tempat dimana kue kue mahal berjajar rapih dan cantik pasti rasanya sangat enak, namun Ratu menolak saat pelayan itu hendak mempersilahkan Ratu untuk memilih.
"Maaf mba saya mau beli kue yang biasa saja, yang harganya murah," jawab Ratu tersenyum menyembunyikan kesedihannya.
Lantas pelayan tersebut termenung dan merasa bingung sebab ini pertama kalinya Ratu meminta kue seperti itu, namun dia tidak banyak bertanya dan langsung saja membawa Ratu ke tempat kue biasa yang harganya sekitar ratusan ribu saja.
Saat Ratu melihat lihat kue di sana Ratu ingin sekali membeli sebuah kue berukuran besar dengan tulisan selamat ulang tahun di atasnya dan terdapat banyak buah buahan di sekeliling kue itu, namun saat melihat bandrol harganya Rp. 550.000,00 Ratu langsung menutup mulutnya yang menganga terbuka karena kaget.