
sampai di perjalanan mamah diva terjatuh karena kelelahan berjalan, ratu segera menghampirinya dan berteriak meminta tolong namun tak ada jawaban dari siapapun karena memang ini sudah sangat larut, bahakan kendaraanpun tidak ada yang melintasi jalanan itu, ratu membopong tubuh diva ke pinggir jalan, disana ratu menangis sejadi jadinya, meratapi nasib yang begitu memilukan menerpa dirinya bertubi tubi tiada henti, sebuah mobil lamborgini berwarna silver melintas di jalan dengan cepat ratu berlari ke tengah jalan untuk menghentikan mobil itu dan meminta pertolongan.
Dan alhamdulillah mobil itu berhenti, ternyata tidak di sangka orang yang ada di dalam mobil itu adalah steven, dia segera turun dari mobil dan menghampiri ratu.
Ratu apa yang kamu lakukan ditengah jalan malam malam begini hah? Apa kamu sudah bosan hidup (bentak steven pada ratu)
Cepat bantu aku ka (ucap ratu lirih sambil menarik tangan steven menuju tempat dimana mama diva pingsan)
Steven terbelalak melihat seorang wanita paruh baya tengah terkujur pingsan di tepi jalan dengan wajah yang sembap dan pergelangan tangan yang di perban, tanpa banyak bertanya steven langsung menggendong diva dan membawanya ke dalam mobil, dengan cepat steven melajukan mobilnya membelah jalanan sepi menuju rumah sakit terdekat, ratu tak henti hentinya membacakan banyak sekali doa meminta pertolongan serta perlindungan dari yang maha kuasa.
Ya allah aku mohon tolong jangan ambil mama diva sekarang, aku baru saja mendapatkan kasih sayang seorang ibu sejak lama aku sangat merindukannya, tolong selamatkan dia ya allah, aku menyayanginya (gumam tasya sambil mulai menitikan air mata)
Steven sesekali melirik ratu dan diva dari kaca depan, steven sedikit merasa bingung dan banyak sekali pertanyaan yang melintas dalam benaknya namun dia menahan diri untuk menanyakannya sekarang pada ratu, karena melihat situasi yang tidak memungkinkan, hingga 10 menit kemudian mereka menemukan rumah sakit terdekat di sana dan langsung saja steven masuk ke dalam halaman parkir rumah sakit itu lalu segera membantu ratu untuk menggendong diva masuk kedalam rumah sakit, dengan cepat para suster berdatangan ikut membantu, diva pun dimasukan kedalam ruangan UGD dan tengah di periksa oleh dokter, ratu terus berdiri sambil mondar mandir di depan pintu ugd menunggu kabar dari dokter yang tengah memeriksa diva, steven yang merasa terganggu akan tingkah ratu langsung menegurnya.
Hey..gadis culun, bisa gak kamu diam sebentar, duduk di sini, banyak hal yang ingin aku tanyakan (ucap steven datar dan jujur)
Namun ratu tak menghiraukan ucapan steven saking paniknya dan sangat cemas memikirkan nasib mama diva, sampai tidak sengaja di menyenggol koper yang ada di sampingnya dan membuat dia kehilangan keseimbangan hingga hendak terjengkang ke belakang, namun syukurnya steven segera menangkap tubuh ratu dengan cepat hingga jatuh di pangkuannya, sepersekian detik mereka saling tatap, hingga dokter yang memeriksa diva keluar ruangan dan membuyarkan acara pandang pandangan itu seketika.
Maaf ada keluarga dari pasien di sini (ucap dokter sambil tersenyum ramah, dan membuyarkan nuansa romantis mereka)
Dengan cepat steven juga ratu kembali berdiri tegak menghadap dokter dengan wajah yang gugup juga malu.
Iya dok, saya putrinya (ucap ratu mantap)
Bagaimana keadaannya dok? (tanya putri penasaran)
Iya baik baik saja, Hanya kelelahan namun sepertinya dia mengalami depresi ringan (ucap dokter serius)
Seketika steven dan ratu saling pandang kembali dan ratu mulai berkaca kaca.
Tenang nona, dia akan baik baik saja selama dia terus merasa bahagia, dan tidak boleh banyak pikiran atau kalau tidak.......(ucap dokter tertahan)
Kalo tidak apa dok? (tanya ratu)
Dia akan kehilangan akal dan sulit untuk di sembuhkan, bahkan dia harus dirujuk ke rumah sakit jiwa (ucap dokter)
Kaki ratu langsung lemas dan seketika dia terjatuh sambil duduk tersungkur di lantai, air matanya sudah tidak bisa lagi ia bendung dan dia biarkan mengalir begitu saja membasahi pipi mulusnya, tatapannya kosong, hingga dia tidak menyadari kepergian dokter sedari tadi yang telah berpamitan pada steven juga dirinya.
Apa aku salah dengar, tadi dia memanggil wanita iblis itu mama? (gumam steven)
Tanpa berpikir panjang steven yang iba melihat kondisi ratu langsung memeluknya untuk memberikan kekuatan pada ratu.
Dan ratupun tidak menolak atau membalas pelukan itu, dia hanya terdiam dengan tatapan kosong seperti patung yang tengah menangis, ratu ingin berusaha terlihat tegar namun air matanya tidak bisa ia tahan begitulah kondisi ratu saat ini.
#**AUTHOR
Hai hai readers, baca terus kelanjutan ceritanya ya, jangan lupa masukin ke rak buku ya novel nya biar lebih memudahkan kalian untuk membaca terus kelanjutan cerita dari novel ini, aku ingatkan lagi ya tolong like, rate and vote sebagai bentuk dukungan untuk karya novelku ini, dan jika ada kesalahan dari cara penulisan atau kata kata yang rancu bisa komen aja dan kasih masukan biar aku bisa memperbikinya secepat mungkin, dan supaya readers lebih terhanyut lagi ke dalam cerita yang author buat, kalian juga bisa baca karya novelku yang lain ada
"PENDERITAAN RATU KECIL" dan
"THE CURSE OF THE BLACK MERMAID"
dijamin kalian akan author ajak ngehalu se halu halunya sampai lupa akan dunia nyata ckckck.
gak papa la yah, banyak ngehalu asalkan buat hati jadi bahagia, dari pada meratapi kenyataan yang pahit dalam hidup terus nanti kita menderita wkwk.
LOVE YOU READERS🧡**