PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
TUAN RANDI YANG PELUPA


Selesai makan siang Ratu buru buru kembali ke ruangan CEO Randi dan duduk di sofa sambil melihat ke arah meja tuan Randi yang di penuhi banyak berkas yang berserakan tak teratur dan nampak tuan Randi seperti tengah kebingungan mencari sesuatu, melihat itu Ratu pun langsung menghampiri tuan Randi.


"Tuan apa yang sedang kau cari?," tanya Ratu.


"Ponselku, aku lupa menaruhnya di mana," jawab tuan Randi.


"Bukannya saat pulang dari rumahmu kau masih memeganginya?," tanya Ratu.


"Iya aku masih memeganginya dan tadi saat baru sampai di sini aku sempat mengangkat telpon dari rekan bisnisku, setelah itu aku lupa menaruhnya dimana, karena tadi langsung bekerja begitu saja," jawab tuan Randi.


"Hah?, bagaimana bisa kau lupa begitu," ucap Ratu sambil ikut membantu mencarinya.


"Sudahlah jangan banyak bicara, cepat bantu aku mencarinya," ucap tuan Randi.


Mereka berdua terus saja mencari ponsel tuan Randi ke sana kemari namun tetap tak menemukannya sampai tuan Randi benar benar sangat pusing dan frustasi dibuatnya.


"Ratu mana ponselmu," ucap tuan Randi sambil mengurkan tangannya.


"A...aku tidak punya ponsel tuan," jawab Ratu jujur.


"Aishhh....bagaimana bisa mahasiswa sepertimu tak punya ponsel, berikan padaku jangan berbohong aku hanya meminjamnya untuk menelpon ponselku," ucap tuan Randi yang tak percaya pada ucapan Ratu.


"Tuan saya memang tidak punya, bahkan kau boleh lihat bagaimana kondisi ponsel saya yang rusak parah di dalam tas itu," jawab Ratu sambil menunjuk ke arah tasnya.


Tuan Randi berkacak pinggang dan menghembuskan nafas kesal dia mengacak rambutnya sampai terlihat berantakan dan kusut lalu dia segera menggunakan telpon kantor dan memanggil sekretaris Han agar datang ke ruangannya, setelah sekretaris Han tiba dia sangat kaget saat melihat ruangan CEO Randi sudah berantakan parah dan tak menentu.


"Tuan apa yang sudah terjadi?," tanya sekretaris Han.


"Mana ponselmu cepat telpon nomorku, aku kehilangan ponselku dan ada banyak nomor penting di dalamnya," ucap tuan Randi.


Sekretaris Han pun langsung mengeluarkan ponselnya dan tuan Randi merampas ponsel sekretaris Han dari tangannya secepat kilat sampai membuat Ratu kaget melihatnya namun tidak dengan sekretaris Han yang sudah menduga itu pasti akan terjadi padanya.


Tuan Randi langsung menelpon ponselnya lewat ponsel sekretaris Han dan saat panggilan tersambung ternyata terdengar suara dering ponsel miliknya yang begitu nyaring dan suara itu terdengar dari saku celananya.


Semua mata termasuk Ratu dan sekretaris Han secara bersamaan menatap ke arah saku celana tuan Randi, dan sekretaris Han menggelengkan kepalanya begitu juga dengan Ratu yang menepui jidatnya pelan saat tuan Randi mengeluarkan ponsel miliknya itu dari saku celananya perlahan dengan perasaan malu.


"Hais......kita sudah mengobrak abrik seisi ruangan ini dan ternyata ada di sakumu?, aghhh........ benar benar mengesalkan," ucap Ratu ceplas ceplos.


"Ahh....tidak bukan apa apa aku hanya bilang kau sangat pelupa tuan," jawab Ratu sambil memasang senyum terpaksanya.


Karena malu tuan Randi pun langsung membentak menyuruh Ratu dan sekretaris Han agar memberesian kembali semua dokumen yang berserakan tak teratur diatas meja dan membereskan seisi ruangan itu juga, Ratu ingin mengeluh namun dia tak bisa dan harus tetap membereskan semua kekacauan di sana, diapun langsung segera membereskannya sedangkan sekretaris Han sibuk menata kembali dokumen di atas meja dan Ratu merapihkan yang lainnya, di sisi lain tuan Randi yang sudah mendapatkan kembali ponselnya dia oun segera pergi ke ujung ruangan dan terlihat tengah menelpon seseorang entah siapa tapi terdengar sepertinya dia tengah membicarakan mengenai kerjasama pekerjaan mereka, Ratu terus saja menggerutu kesal sambil merapihkan semuanya.


"Ishhh...bagaimana dia bisa tidak merasakan kalau ponselnya ada di saku celananya sendiri," ucap Ratu pelan namun masih terdengar oleh sekretaris Han.


Sekretaris Han hanya membiarkan saja dan dia enggan menanggapi sehingga terus berpura pura tak mendengarnya namun lama kelamaan Ratu malah semakin menggerutu dengan terus menerus sampai membuat sekretaris Han benar benar merasa terganggu dan dia berteriak menyuruh Ratu diam juga mengancamnya.


"Kenapa juga dia tidak memeruksa sakunya dahulu sebelum panik mencari ke tempat lain, arghhhh benar benar konyol," ucap Ratu lagi sambil menggelengkan kepalanya cepat.


"Wahhh dia benar benar pikun, bagaiaman jika dia kehilangan barang lain dan ternyata ada di tangannya sendiri, akan ku pastika memukul kepalanya itu agar dia sadar," ucap Ratu lagi dengan kesal.


"Hey....pelankan suaramu aku bisa mendengarnya dengan jelas," ucap sekretaris Han datar.


"Biarkan saja, aku kan sedang mengajakmu bicara," jawab Ratu.


"Heh, kau ini ada di pihak mana tuan Randi atau musuhnya?, sekali lagi kau menggerutu dia, aku akan melaporkan semua perkataanmu tadi padanya," ancam sekretaris Han yang sukses membuat Ratu diam dan tak lagi menggerutu tuan Randi.


"Dasar gadis polos, apa dia tidak merasa bahwa tuan Randi sudah terlalu baik padanya, tapi dia malah menggerutunya begitu," gumam sekretaris Han.


Ratu terus saja cemberut dan kesal sambil menata semua dokumen itu hingga setelah selesai Ratu meregangkan kedua tangannya juga jari jarinya yang pegal karena menata berkas sebanyak itu, Ratu benar benar tak mengira ternyata pekerjaannya sangat menguji kesabaran seperti ini, setelah selesai menata semuanya sekretaris Han kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya sedangkan Ratu hanya duduk di sana menemani tuan Randi seperti sebelumnya.


Tadi Ratu sangat kesal dan cape karena harus mengerjakan semuanya tanpa henti sedangkan sekarang dia justru merasa bosan karena tak melakukan apapun dan hanya menatap memperhatikan seseorang di hadapannya yang fokus menatap layar komputer, juga mengetik dengan sangat cepat.


Entah apa yang tengah tuan Randi periksa saat itu Ratu hanya berpikir kenapa tugas dan pekerjaan tuan Randi di kantor tak ada habisnya dan dia selalu terlihat sibuk dan tak punya banyak waktu luang seperti seorang CEO kebanyakan yang selalu mengandalkan sekretaris dan asisten pribadinya untuk melakukan tugasnya.


"Sepertinya tuan Randi benar benar pria pekerja keras, dia sama sekali tak pernah berhenti bekerja aku salut melihatnya," gumam Ratu yang tanpa sadar memberikan sebuah pujian pada tuan Randi.


Ratu terus saja melamun sambil menatap wajah tampan tuan Randi sedangkan tuan Ramdi sendiri yang baru sadar bahwa dirinya diamati oleh Ratu sejak tadi, dia pun balik menatap lelat dan menyingkirkan laptop dari hadapannya agar dia bisa menatap Ratu tanpa terhalang sedikitpun.


"Hey.....apa yang sedang kau lihat dariku?," tanya tuan Randi.


"Dia tampan aku sedang melihat pria tampan dihadapanku," jawab Ratu dengan polosnya dan tanpa sadar sebab dia masih melamun.


Setelah mengucapkan itu Ratu baru sadar bahwa yang bertanya padanya tadi adalah tuan Randi orang yang ada dihadapannya itu.