PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Perintah Han


Han diam diam tersenyum dia merasa senang melihat ekspresi Mala yang begitu tertekan di hadapannya dan Han mulai menyukai permainan ini.


"Haha, ternyata wanita sekeras dia bisa tunduk juga denganku, aku tidak akan membuat dia mudah dengan pekerjaannya" gumam Han dalam hatinya.


Saat itu juga Han langsung memberikan perintah kepada Mala untuk memindahkan semua barang barang miliknya di ruangan sebelah ke pada ruangan tersebut.


"Oke, untuk tugas pertamamu pindahkan semua barangku kemari dan kau bisa mengisi ruanganku itu dengan barang barangmu, ingat aku ingin secepatnya selesai karena setelah itu kau harus mengatur jadwalku untuk satu Minggu kedepan apa kau mengerti!" Ucap Han memberikan perintah,


"Baik pak, saya akan melakukannya permisi" jawab Mala sambil mengepalkan kedua lengannya menahan emosi dalam dirinya.


Mala berusaha tersenyum dengan paksa dan dia segera keluar dari ruangan itu dengan kaki yang terus di hentakkan cukup keras bahkan saat dia menutup pintu ruangan tersebut Mala tidak sengaja membantingnya cukup keras dan dia terpaksa harus masuk lagi ke dalam karena Han berteriak memanggilnya.


"Brakkkk...." Suara pintu yang dibanting oleh Mala,


"Sekretaris Mala...." Terbaik Han begitu keras,


"Aishh....apa lagi yang manusia sialan itu inginkan dariku!" Gerutu Mala sambil membelalakkan matanya sempurna.


Untuk beberapa detik Mala berusaha mengatur deru nafasnya dan dia kembali masuk ke dalam sambil tersenyum menyapa Han.


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu lagi?" Tanya Mala sambil tersenyum paksa,


"Tidak ada, hanya saja gajihmu akan saya potong jika mencoba merusak proper perusahaan termasuk dengan pintu yang baru saja kau banting" jawab Han tanpa menatap wajah Mala sedikitpun.


Dia sengaja melakukan itu dan terus membuat Mala sangat kesal, saat itu juga Mala hanya bisa menanggapi ucapan Han dengan senyum kesal dan mengangguk lalu segara kembali keluar sambil menutup pintu dengan perlahan.


Mala pergi ke ruangannya dan mulai mengumpulkan semua barang barang milik Han sebelumnya, selama membereskan semua barang barang di sana Mala tidak henti hentinya menggerutu kesal dan merutuki Han dengan sadis.


Sedangkan Han yang begitu puas telah membuat Mala jengkel dan kesal dia justru tertawa merasa terhibur karena berhasil mempermainkan Mala.


"Haha, rasakan kau siapa suruh saat itu kau berani sekali melawanku sekarang aku bisa mengaturmu dengan mudah, haha ini adalah kesempatan yang langka, aku rasa ide tuan Randi tidak terlalu buruk memilihnya sebagai pendampingku di perusahaan ini" ucap Han sambil tersenyum licik.


Dia pun melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu hingga Mala selesai membereskan semua barang miliknya.


Sebelum itu Han memang sengaja tidak membawa satu barangpun miliknya ke dalam ruangan itu karena dia sengaja sudah merencanakan untuk mempermainkan Mala di hari pertamanya bekerja dan nampaknya rencananya berjalan sesuai dengan keinginannya.


Di ruangan sekretaris Mala terus memasukkan semua barang barang yang begitu banyak milik Han sebelumnya dia juga membawa semua barang itu seorang diri dan menaruhnya di ruangan Han saat itu juga, sedangkan Han berpura pura terus fokus dengan pekerjaannya meski dia melihat Mala mengangkat banyak barang berat berkali kali bolak balik dari ruangan sekretaris ke pada ruangannya.


Beberapa karyawan yang masuk ke sana untuk meminta tanda tangan dari Han mereka berniat hendak membantu Mala namun dengan cepat Han langsung melarangnya.


"Ehh, sekretaris Mala kenapa anda mengangkut barang sebanyak ini sendirian, mari saya bantu" ucap salah satu karyawan,


Baru saja Mala merasa senang karena ada orang yang mau membantunya namun Han dengan mudah membuatnya semakin sulit.


Alhasil Mala sungguh hanya bisa mengangkut semua barang itu seorang diri, keringat di dahinya mulai bercucuran dan dia rasanya sudah sangat kehausan sepanjang hari dari pagi sampai sesiang ini Mala bahkan belum sempat meminum segelas air mineral karena terlalu sibuk membereskan barang yang begitu banyak dan harus memindahkannya ke ruangan Han yang baru.


"Hah....hah....aishh...sialan dasar dia bos tidak berperasaan bagaimana bisa dia tidak memberikanku sedikit waktu untuk istirahat" gerutu Mala dengan nafas yang menderu.


Mala kembali mengangkut satu dua terakhir menuju ruangan Han dan saat itu dia melihat Han tengah mengangkat telpon dengan wajah yang serius dia menaruh dus besar itu di sana dan duduk sejenak di sofa yang di belakangi oleh Han.


Mala sengaja mengambil kesempatan itu untuk beristirahat dan mengurut kaki juga lengannya yang sangat pegal, Mala terus saja sibuk memijat kakinya sendiri dan menunduk ke bawah hingga dia tidak sadar bahwa Han sudah berbalik menghadap ke arahnya dengan memasang tatapan tajam kepadanya.


"Ahhh... Kakiku sangat pegal rasanya aku tidak sanggup lagi berjalan dengan sepatu hak tinggi ini" gerutu Mala sambil terus mengurutnya sendiri,


Saat Mala mengangkat kepalanya ke atas karena dia melihat bayang bayang di lantai dia langsung terperangah melihat Han yang sudah menatapnya sambil berkacak pinggang dan begitu menyeramkan baginya.


"Astaga....PP...pak apa yang anda lakukan?" Tanya Mala sedikit gugup sambil menelan salivanya dengan susah payah,


"Harusnya saya yang bertanya padamu apa yang kamu lakukan?, Kenapa duduk di sofa tamu ini?" Jawab Han dengan wajah yang tanpa ekspresi sedikitpun,


"Aa..ahh...itu maaf saya hanya kelelahan dan numpang duduk sebentar saja" jawab Mala sambil segera bangkit berdiri.


Han kembali duduk di kursinya dan tiba tiba saja dia meminta Mala untuk mengganti sofa itu dengan yang baru.


"Ganti sofa itu dengan yang baru dan kau bisa membuang sofa bekas yang kau sudah duduki itu!" Ucap Han yang membuat Mala membelalakkan mata,


"A..apa?, Sofanya harus di ganti hanya karena saya mendudukinya beberapa menit saja?, Pak ayolah saya hanya mendudukinya bukan merusak atau mengotorinya lagi pula sofa ini masih cukup bagus orang lain juga tidak akan tahu jika sofa anda pernah saya duduki, kenapa juga harus diganti?" Jawab Mala yang tidak terima dengan perlakuan Han padanya.


Saat itu menurut Mala sikap Han padanya sudah cukup berlebihan dia secara tidak langsung seakan mengira Mala kotor atau semacamnya karena memerintahkan untuk segera mengganti sofa yang baru saja Mala duduki.


"Mau itu kotor atau tidak mau masih bagus atau tidak tetap saja sofa itu sudah terkena keringatmu dan saya tidak ingin tamu saya menduduki sofa yang terdapat keringatmu, cepat ganti jangan protes!" Jawab Han dengan acuh tak acuh,


Mala sungguh geram dan dia langsung pergi begitu saja dari ruangan itu dengan kesal, untunglah saat itu tak lama jam istirahat tiba dan Mala langsung pergi ke luar untuk menghirup udara segar sambil terus merutuki Han.


"Arghhh...sialan, sekretaris Han benar benar kurang ajar, dasar manusia sombong, songong dan tidak punya kemanusiaan!" Bentak Mala dengan keras sambil menghentakkan kakinya berkali kali dan mengepalkan tangannya cukup kuat.


Mala pun segera memesan sofa baru lalu dia segera pergi ke sebuah cafe dan memesan minuman untuk meredakan emosi serta rasa dahaga di tenggorokannya.


"Ahhh...sirup ini sudah membuat tenggorokanku jauh lebih baik" ucap Mala sambil menikmati sirup yang dia pesan sebelumnya.