
hari terus berlalu detik berganti menit, menit berganti jam hingga begitu seterusnya sampai kini mentari siap untuk menghilang digantikan bulan yang akan bersinar di kegelapan malam, ratu terus saja mengobrol bercerita dan bersenda gurau di taman belakang bersama oma rika, untuk beberapa waktu ratu melupakan kepedihannya juga keadaan mama diva yang tengah berada di rumah sakit sendirian saat kini, tak beberapa lama kemudian zidan pulang dari kantornya dan segera mencari keberadaan oma kesayangannya, hingga dia menemukan 2 orang wanita yang tengah duduk sambil tertawa bahagia di bangku taman minimalis, zidanpun menghampiri oma rika dan ratu.
hai oma zidan pulang (ucap zidan sambil hendak memeluk omanya)
apaan sih zidan, kamu ini seperti anak kecil saja (ucap oma rika yang menolak pelukan dari zidan)
sementara ratu yang melihat kejadian itu hanya dapat menahan tawa dengan menutup rapat mulut dengan kedua tangannya.
derttttt.....derttt.....dertttt (bunyi ponsel ratu yang bergetar menandakan ada telpon yang masuk)
ratu segera mengangkat telpon itu dan menjauh dari keberadaan zidan juga oma rika.
hallo, selamat sore benar ini dengan ibu ratu ? (ucap seseorang yang begitu formal di ujung telpon)
sore, iya betul dengan saya sendiri, ada apa ya? (tanya ratu kebingungan)
saya perawat dari rumah sakit tempat ibu anda dirawat, dan saya hanya ingin menyampaikan bahwa saat ini ibu anda tengah demam tinggi, beliau mengigau memanggil nama ibu ratu, bisakah ibu segera ke rumah sakit? (ucap seorang dokter di ujung sana yang menjelaskan tujuan utamanya menelpon ratu)
baik mba, saya akan segera kesana terimakasih (ucap ratu yang langsung menutup telponnya dan berlari menuju oma rika juga zidan untuk berpamitan pergi dari sana)
permisi oma, ka zidan apa boleh saya pulang sekarang juga? (tanya ratu meminta izin terlebih dahulu)
eummm, maaf oma ratu tidak bisa, soalnya mamah ratu sedang dirawat di rumah sakit dan kini kondisinya memburuk, ratu harus segera menemuinya karena dia terus memanggil manggil nama ratu....sekali lagi maafkan ratu oma (ucap ratu sambil menunduk)
hmmmm...ya sudah kalo begitu, semoga ibumu lekas sembuh ya nak (ucap oma rika pasrah, dan mengijinkan)
iya aamiin, terimakasih oma, kalo begitu ratu pamit ya oma, ka zidan (ucap ratu yang langsung saja berpamitan serta bergegas pergi)
namun baru saja ratu hendak keluar dari gerbang rumah itu, sudah ada ka zidan mengendarai mobil dan membunyikan klakson sangat keras tepat di belakang ratu yang tengah berjalan.
tiddddddddddtidddd (bunyi klakson mobil)
aduh siapa sih ini, emangnya dia pikir gue budeg, kenceng banget ngebunyiin klaksonnya (gumam ratu mendengus kesal dalam hatinya sambil menoleh ke belakang)
dan betapa terkejutnya ratu saat dia melihat ternyata mobil yang membunyikan kalakson padanya itu adalah mobil milik zidan yang telah menjadi majikannya itu, ratupun segera mendekati jendela mobil dan mengetuknya pelan, hingga tak lama kaca mobil itu terbuka dengan perlahan dan memperlihatkan sang pemilik mobil yang tengah mengemudi dengan memakai kacamata hitam.
maaf ka, ada apa?
kenapa membunyikan klakson sangat keras seperti itu, apa kakak memanggil saya? (tanya ratu lembut walaupun dalam hatinya dia sangat ingin menjambak laki laki yang ada dihadapannya itu, yang telah membuat kupingnya sakit)