PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
PULANG DIANTAR RANDI


ibu sisil duduk tepat di samping ratu yang masih tertidur, nampak ibu sisil menatap lekat wajah ratu dan dia berharap banyak pada gadis kecil yang tengah terlelap itu.


hai gadis kecil...aku sangat berharap semoga kau bisa menaklukan hati putraku dan memberikan aku cucu secepatnya, bagaimanapun caranya aku akan membuatmu terus berada di sisi putraku (ucap ibu sisil sambil mengelus lembut kepala ratu)


waktu terus berlalu hingga tak terasa kini matahari sudah tenggelam dengan sempurna digantikan oleh bulan yang menerangi bumi seadanya dibantu oleh bintang bintang yang bertebaran di langit malam yang gelap, ratu yang merasakan sentuhan lembut dari tangan ibu sisil dia pun mulai tersadar dan bangun dari tidurnya perlahan ratu membuka matanya dan merasakan tubuhnya begitu capek dan tangannya yang pegal mungkin akibat dia yang harus mencuci mobil randi sore tadi, namun betapa kaget nya ratu saat dia bangun dan membuka matanya dia langsung melihat seorang wanita paruh baya yang tersenyum ramah menatapnya.


i...i..ibu siapa, di mana aku ? (tanya ratu dengan panik dan ketakutan dia menjauh dari wanita itu yang tak lain adalah ibu sisil)


ibu sisil yang melihat reaksi ratu diapun berusaha untuk menenangkannya dan memberikan penjelasan.


eh...nak kamu sudah bangun...tenanglah aku bukan orang jahat, aku sisil ibu dari randi temanmu (ucap ibu sisil memperkenalkan diri sambil tersenyum ramah dan menjulurkan tangannya)


ratu menghembuskan nafa lega dan segera menjabat uluran tangan ibu sisil dengan senyum se manis mungkin.


oh...ibu...kenalkan aku ratu, dan sebenarnya aku bukan teman dari putra ibu (ucap ratu mengatakan yang sebenarnya)


ouh...nama yang bagus kamu cocok sekali menjadi ratu di mension ini (goda ibu sisil)


ahhh...maksud tante gimana ya? (tanya ratu yang bingung)


eummm...tidak tidak, gimana kondisimu apa sudah baikkan, maafkan anak tante ya sudah membuatmu begini (ucap ibu sisil)


tidak apa apa tante, ini juga salahku yang membuat mobil mewah anak tante kotor, aku sudah lebih baik dan apa aku boleh pergi sekarang, aku harus segera pulang karena ibuku pasti sangat menghawatirkanku (ucap ratu sambil bergegas untuk pergi membawa tas slempangnya dan berniat pergi keluar kamar )


seketika mereka saling pandang dan entah mengapa randi merasa sangat gugup dan jantungnya berdetak sangat kencang saat menatap mata ratu, tapi tidak dengan ratu yang hanya merasa gugup saja karena wajah mereka berdekatan.


aaaa...lepaskan aku tuan (teriak ratu membuyarkan semuanya)


randi pun segera melepaskan ratu.


maaf aku tidak sengaja (ucap randi datar)


hah? sejak kapan anak keras kepala itu mau meminta maaf (gumam ibu sisil heran)


tuan saya permisi tugas saya sudah selesai saya mau pamit pulang, terimakasih sudah merawat saya, permisi tuan tante (ucap ratu berpamitan dan segera berjalan cepat keluar dari kamar itu dan masuk ke dalam lift)


uhhhh....aman (ucap ratu di dalam lift sambil mengusap dadanya)


randi yang melihat jam di tangannya, ini sudah larut malam dia merasa tidak tega membiarkan seorang gadis kecil harus pulang sendirian akhirnya diapun mengejar ratu untuk mengantarnya pulang, saat ratu sudah hampir keluar gerbang tiba tiba saja randi datang dan menarik tangannya.


e...e...ehhhhh..tuan ada apa tuan...lepaskan saya (ucap ratu sedikit berteriak)


diam...cepat masuk ke mobil, aku akan mengantarmu pulang (ucap randi dingin sambil membukakan pintu mobil)


karena mendapatkan tatapan tajam dari randi ratupun mau tidak mau harus mengikuti semua keinginan pria kejam itu, diapun masuk ke dalam mobil dengan wajah yang masam dan cemberut, di dalam perjalanan tidak ada percakapan sama sekali sampai randi menanyakan alamat rumah ratu dan ratu menjawabnya, setelah itu sudah tidak ada lagi percakapan diantara mereka sampai ratu sampai di kediamannya dan dia segera turun serta membanting pintu mobil randi dengan cukup keras, tapi randi tidak menghiraukannya dan malah langsung melaju kembali setelah ratu sudah keluar.