PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
PERLAKUAN MANIS DIVA


ratu mendengus kesal, dan segera menyimpan ponselnya kedalam tas mini lalu dia segera membaringkan tubuhnya di atas sofa di pojok ruangan, tak lama matanyapun mulai tertutup dan dia sudah tertidur dengan lelap, untuk sejenak dia melupakan semua beban berat yang harus dia tanggung sendirian saat ini, baginya jika dia hanya sendiri mungkin dia akan sanggup membiayai semua kebutuhan hidupnya, namun kini dia bersama mamah diva dan dia juga tidak tega bila harus membiarkan mamah diva luntang lantung di jalanan apalagi bekerja untuk biaya hidup mereka berdua, jadi mau tidak mau ratulah yang kini menjadi tulang punggung keluarga.


keesokan paginya mamah diva bangun lebih awal, badannya terlihat lebih bugar dari sebelumnya dan sidah nampak sehat seperti sedia kala, diva pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap siap melaksanakan kewajibannya solat subuh, saat itu waktu menunjukkan masih pukul 04.40 dan diva segera solat lalu dia berkemas setelah selesai dia menatap lekat wajah ratu yang masih tertidur pulas diatas sofa mini yang tidak muat untuk dia berbaring hingga kakinya teruntai ke bawah, diva mengusap lembut pucuk rambut ratu dan mengelusnya beberapa kali, lalu dia mulai membangunkan ratu perlahan dengan lembut, sama seperti yang biasa dia lakukan dulu pada astrid saat astrid masih smp dan mereka masih tinggal di rumah yang komoh dan sederhana.


nak....bangun sayang sudah waktunya solat (ucap diva lemah lembut)


ratu yang merasakan kepalanya mendapatkan sentuhan dan mendengar sedikit suara langsung terbangun dan yang pertama kali dia lihat tentu saja wajah ayu mamah diva yang membangunkannya, ratu tersenyum lalu menguap dan dia segera menganggup lalu bergegas bangkit dari posisi tidurnya.


mama, udah solat duluan ya? (tanya ratu )


iya nak, sekarang giliran kamu (ucap diva sambil tersenyum)


sayang, maafkan mamah ya, tadi mamah lihat kamu kecapean jadi mamah yang beresen semuanya (ucap diva sambil memegang tangan ratu)


hmmmm, tak apa mah aku hanya takut mamah belum sembuh total saja, dan jangan meminta maaf lagi padaku yah mah (jawab ratu sambil tersenyum)


iya sayang (jawab diva sambil menghamburkan pelukan pada ratu)


setelah berpelukan dan tertawa bersama ratu pamit untuk mencari sarapan untuk mereka di dibalas anggukan tanda setuju oleh diva, ratu berjalan ke arah kantin rumah sakit yang nampak baru saja mau buka, ratu duduk di kursi yang sudah di sediakan pelayan kantin dan menunggu pesanannya datang, ya pesanannya adalah nasi goreng telur mata sapi dan bubur ayam setelah pesanan sudah di tangannya ratu kembali berjalan menuju ruangan mamahnya di rawat yang tengah menunggu dirinya, tapi saat dia sudah sampai di depan ruangan dan membuka pintu dia begitu kaget melihat ka steven sudah duduk dan mengobrol dengan diva di sofa pojok ruangan, sontak dia kaget dan khawatir, takut ka steven akan berbicara yang tidak tidak pada diva atau mengancamnya, karena ratu paham bahwa steven masih saja mencurigai diva, dia segera masuk ke dalam ruangan.


mah.....mamah gak papa kan? (tanya ratu sambil menaruh kantong makanan di meja dan memegang bahu diva)